
Desakan Prof. Teguh membuat aliran darah Lukman mendidih hingga ia melontarkan kata-kata hinaan kepada Prof. Teguh yang membuat kemarahan dalam dirinya makin meradang
"Uang dan Jabatan anda di sini pun tidak akan mungkin bisa untuk melunasi hutang, Mira" ucap Lukman
"Cepat katakan berapa jumlah hutangnya!" geram Prof. Teguh
"Ini lihat sendiri saja rincian hutang keluarga Mira kepada saya," ucap Lukman sambil memberikan berkas rincian hutang Mira
Dengan membulatkan mata Prof. Teguh melihat begitu banyak nominal nol yang tertera dalam berkas-berkas beserta jumlah yang fantastik melebihi uang yang saat ini Prof. Teguh miliki
"Kenapa?! anda kaget dengan jumlah nominalnya hingga mata anda hampir keluar seperti itu" ledek Lukman
"Biasa saja!" kilah Prof. Teguh
"Kalau begitu bayar hutang keluarga Mira sekarang juga beserta bunganya sebesar 1 triliun" ucap Lukman
"Beri saya waktu untuk melunasi hutang Mira" pinta Prof. Teguh
"Apa?! waktu! saya nggak salah dengar! tadi anda sendiri yang bilang kalau hari ini juga anda akan membayar hutang keluarga Mira" ucap Lukman
"Saya akan membayar hari ini sebagian saja, sisanya beri saya waktu satu bulan untuk melunasinya" ucap Prof. Teguh
"Baiklah, saya kasih anda waktu satu minggu saja untuk melunasi seluruh hutang keluarga Mira secara utuh tidak di cicil seperti ini!" ucap Lukman
"Hmmmmm" ucap Prof. Teguh
"Sial! saya pikir hutang Mira itu sedikit, taunya besar sekali. Mana mungkin saya bisa melunasi dalam waktu satu Minggu" gumam Prof. Teguh
"Bilang saja kalau anda tidak sanggup maka serahkan Mira sekarang kepada kami karena Mira akan saya nikahkan dengan anak saya ini" ucap Lukman
"Oke-oke! saya setuju! dalam satu minggu" ucap Prof. Teguh
Kesepakatan pun mulai di lontarkan oleh kedua belah pihak dengan menandatangani surat perjanjian yang telah di beri materai berwarna hijau sebagai keabsahan suatu surat penting yang berkuasa untuk menempuh jalur hukum jika di langgar oleh pihak yang telah menyetujui kesepakatan ini
Setiap kali melintasi jalan itu, Seorang wanita beraga pria itu selalu teringat akan kepingan masa lalu bersama sang sahabat memakan tahu siomai dengan taburan bumbu kacang serta kecap sebagai bumbu tabur pelengkap dari hidangan yang telah di sajikan oleh penjual
Masih teringat sangat jelas bahwa Elly sangat menyukai kol dengan bumbu kacang yang banyak di atas piring putih, setiap kali Sandra memakan siomai berbumbu kacang itu Sandra selalu teringat akan kebersamaan mereka saat persahabatan mereka baik-baik saja tanpa ada kesalah pahaman hanya karena urusan pria
Tek
Tek
Tek
"Siomai.. Siomai.. Siomai" seru penjual
"Mang siomainya berapa harganya?" tanya Sandra beraga Satria
"satunya 1000 an, kang" ucap penjual siomai
"Saya beli 10 saja, 7 kol dengan bumbu kacang yang banyak selebihnya siomai dan tahu"ucap Sandra
Sandra memesan kol dengan bumbu kacang yang banyak karena dia sangat merindukan akan hadirnya sosok sahabat dalam hidupnya, namun kini sosok itu telah hilang untuk selama-lamanya karena kegusaran dalam hati Elly menutup semua kebaikan hati yang pernah Sandra lakukan padanya selama ini
Bersambung...
...Jangan lupa untuk memberikan dukungan berupa like di setiap episode, vote sebanyak mungkin, dan tambahkan di rak buku sebagai Favorite/Subscribe...
...Terima kasih sudah mampir di karya ini, semoga bisa menghibur kalian semua...