I Miss You My Best Friend

I Miss You My Best Friend
35. Taruhan



Elly melihat kedatangan Satria dari bilik celah jendela kecil di sudut ruangan dengan hati yang bergelora akan menyambut kedatangannya, namun hatinya menjadi ciut begitu melihat yang mengantarkan Satria adalah teman baik mantan sahabatnya yaitu Sandra.


Sebelum melangkahkan kaki menuju ruang kelas, Aldi di kejutkan di lorong itu dengan suara bariton yang cukup menggema itu, terdengar suara yang tak asing dari kejauhan seorang pemuda itu melambaikan tangan serta berlari kencang dengan nafas yang tersengal-sengal berteriak kepada pria bertubuh tinggi dengan perawakan tubuh yang atletis


"Hei, Satria," teriak Rio


"Ada apa teriak-teriak?" tanya Satria berjiwa Sandra


"Tukeran tempat duduk, please!" bujuk Rio


"Tempat duduk kan sudah ada yang mengatur, mana bisa pindah-pindah," ucap Satria berjiwa Sandra


"Please sehari ajah! guru-guru nggak akan tau kok," ucap Rio


"Kenapa sih lu dari kemarin-kemarin pengen banget duduk di tempat duduk gw?" tanya Satria berjiwa Sandra


"Karena gw ingin PDKT sama vio," ucap Rio


"Argh! Vio itu jatah gw!" ucap Satria berjiwa Sandra


"Hah?!" kaget Rio


"Ia, Vio itu menyukai gw bukan lu" ucap Satria berjiwa Sandra


"Idih sok tau! ganteng gw di banding lu. si Vio pasti milih gw," ucap Rio


"Jangan ngarep lu,,"ucap Satria berjiwa Sandra


"Mau taruhan berapa kalau Vio akan jadi milik gw?" tanya Rio


"Iya, gw ingin bertaruh sama lu, siapa yang tidak berhasil jadi pacar Vio harus jadi jongos selama satu bulan, gimana?" tanya Rio


"Oke, siapa takut!" ucap Satria berjiwa Sandra


"Jangan harap bisa menang karena hari ini gw akan langsung menyatakan perasaan gw kepada Vio dengan bunga ini," tunjuk Rio dengan setangkai bunga mawar merah.


"Lu pikir cinta bisa di beli dengan hanya modal bunga saja," ledek Satria berjiwa Sandra


"Tentu bisa karena wanita sangat menyukai pria yang romantis seperti aku" ucap Rio


"Siap-siap lu akan patah hati karena di tolak oleh Vio dengan bunga layu itu" ledek Satria


"Nanti gw akan siram dulu ini bunga biar nggak layu" ucap Rio


"Cinta lu sama Vio juga akan layu" ledek Satria berjiwa Sandra


"Diam lu, jangan banyak bicara! kita liat saja siapa di antara kita yang akan jadi pemenang taruhan ini" ucap Rio


Rio pun bergegas meninggalkan Satria dengan menahan emosi karena dari tadi Satria terus saja membuat hati Rio memanas karena ledekan demi ledekan yang di lontarkan oleh Satria ternyata ada benarnya juga karena memang bunga mawar yang sempat dia beli kemarin sudah layu untuk di simpan pada keesokan harinya. Rio pun pergi ke dalam kamar mandi, Ia mengambil air dari keran tersebut, namun sayangnya bunga itu tetap terlihat layu


"Akh, Sial kenapa bunga ini layu padahal gw baru saja membelinya kemarin, tapi di coba dulu saja deh untuk menembak si Vio dari pada keduluan sama Satria terus gw kalah taruhan! males banget deh gw harus jadi jongos dia selama satu bulan penuh ini," gumam Rio dalam hati


Bersambung...


...Jangan lupa untuk memberikan like di setiap episode, vote sebanyak mungkin, dan tambahkan di rak buku kalian sebagai Favorite/subscribe...


...Terima kasih sudah mampir di karya ini, semoga bisa menghibur kalian semua...