
Deras hujan melanda seluruh penjuru daerah tempat bernaung rumah Elly, kebetulan Nenek Elly tidak ada di rumah karena beliau sedang mengunjungi saudaranya yang sedang terbaring lemah di rumah sakit
Kibaran angin kencang melanda daerah kawasan tesebut. Sandra beraga Satria merasa tubuhnya bergetar hebat karena kedinginan, bahkan mulutnya seperti mati rasa akibat dia merasakan udara seperti kutub utara, tubuhnya mulai menggigil.
"Berapa lama lagi aku bisa bertahan seperti ini. Apa aku akan mati dengan raga orang lain," gumam Sandra beraga Satria dalam hati kecilnya yang merasa sangat takut
******
Di dalam kelas, Elly masih terus saja terngiang-ngiang perkataan yang di lontarkan oleh sang murid bahwa dia akan menunggu sampai di maafkan
"Akh, mana mungkin pria remaja yang masih labil seperti dia itu masih berdiri dan berlutut di depan rumah memangnya dia itu pemain sinetron yang jago banget dalam sandiwara" cibir Elly dalam hatinya
Hati dan pikiran Elly terus saja di landa perasaan yang tak tenang. Elly tak pernah sedetik pun berhenti untuk selalu memikirkan nasib anak didiknya yang bernama Satria yang berada di depan rumahnya apa lagi saat ini kondisi cuaca di luar sangat buruk. kemungkinan hujan di luar pun tidak akan berangsur-angsur untuk berhenti
"Aku harus pastikan dia tidak di depan rumah" gumam Elly
Ketika waktu istirahat tiba, Elly bergegas kembali ke rumahnya menggunakan taksi online untuk memastikan bahwa Satria tidak berdiri dan berlutut di depan rumahnya.
Setibanya Elly di depan rumahnya, Ia membulatkan bola matanya melihat Satria masih berlutut di depan rumahnya dengan kondisi menggigil
"Astaga! kenapa kamu masih di sini?!" ucap Elly
"A-akhirnya Bu guru cantik pulang juga," ucap Satria dengan mulut bergetar hebat serta terbata-bata
"Kamu ini keras kepala sekali! untuk apa kamu masih tetap di sini kalau cuaca buruk seperti ini akan membuat kamu sakit" ucap Elly
"Ternyata Bu guru cantik masih peduli sama aku" ucap Satria
"Kamu ini masih anak didik saya! sudah seharusnya saya peduli" ucap Elly
"Oh, jadi saya hanya sekedar anak didik bukankah kita ini masih pacaran?" tanya Satria
Dengan kondisi Satria kedinginan, Elly pun mulai memayungi layaknya di drama korea, namun kali ini pihak wanita yang memapah sang pria kembali ke dalam ruangan tersebut
"Kamu tunggu di sini dulu. Aku ambilkan handuk untuk mengeringkan rambut serta tubuh kamu" ucap Elly
"Terima kasih, Bu guru cantik" ucap Satria berjiwa Sandra
"Duh, menjijikan banget gw harus bersandiwara seperti ini terus menerus! sampai kapan gw harus seperti ini" gumam Sandra beraga Satria
Dalam lamunan Sandra, dia merasa hatinya pilu melihat kegusaran Elly yang seakan-akan memang Elly sangat membenci Sandra karena kesalahpahaman tersebut, bahkan sebagai keponakan dari Sandra pun dia tidak mau berhubungan apa-apa lagi. Ini membuat hati Sandra kembali hancur.
"Ini handuk dan baju ganti untuk kamu. Kamu bisa ganti baju di kamar mandi sana" tunjuk Elly
"Oke, Makasih" ucap Satria berjiwa Sandra
Ketika hendak melangkahkan kaki menuju kamar mandi, Satria merasa kepalanya sangat berkunang-kunang hingga Ia pun hampir terjatuh, tapi untung saja ada tangan sigap dari Elly yang menahan pergerakan Satria
"Kamu kok pucat, Apa kamu baik-baik saja?" tanya Elly sambil memegang dahi Satria
"Aku baik-baik saja kok" ucap Satria
"Kamu demam, Satria" hardik Elly
Bersambung....
...Jangan lupa untuk memberikan dukungan berupa like di setiap episode, vote sebanyak mungkin, dan tambahkan di rak buku kalian sebagai Favorite/Subscribe...
...Terima kasih sudah mampir di karya ini, semoga bisa menghibur kalian semua...