I Miss You My Best Friend

I Miss You My Best Friend
31. Menunggu Elly



Pagi hari buta sebelum Elly keluar dalam sangkar untuk mengajar di sekolah, Satria berdiri di depan rumah Elly dengan mengetuk pintu berwarna hitam serta melirik ke kiri dan ke kanan, namun tak ada orang yang menyahut. Ia pun tetap menunggu dan berteriak nama Elly terus-menerus sehingga akhirnya yang empunya keluar juga dari sarang yang menaungi hidupnya bersama nenek tercinta.


"Kak Elly cantik keluar dong" teriak Satria


"Berisik, mau apa lagi sih! aku mau ke sekolah" Ketus Elly


"Oh, masih marah ajah. Kalau gitu aku akan tunggu Kakak cantik beres mengajar" ucap Satria


"Lebih baik kamu bicara formal lagi dengan saya sebagai guru dan murid" ucap Elly


"Baiklah, Bu guru yang cantik sesuai keinginan akan aku kabulkan untuk memanggil, Bu guru cantik" ucap Satria


"Jangan panggil dengan sebutan Bu guru cantik, cukup panggil dengan Bu guru saja" ketus Elly


"Tidak bisa, Aku ingin tetap memanggil Bu guru cantik titik nggak pakai koma" ucap Satria


"Kamu mau merayu aku bagaimana pun tidak akan bisa mengubah keputusan saya" ucap Elly


"Kalau begitu, Aku akan berdiri di sini sampai Bu guru cantik yang ada di hadapan aku bisa memaafkan aku dan menerima aku kembali sebagai kekasih hati" pinta Satria


"Terserah! tetap tidak akan merubah keputusanku sudah bulat" ucap Elly


"Kalau begitu ini untuk Bu guru cantik karena setangkai bunga mawar ini kecantikannya mirip dengan Bu guru," rayu Satria sambil berlutut dan memberikan dengan tangan kanannya


"Percuma kamu mau memakai cara apa pun, Aku mohon kamu jangan pernah ganggu aku lagi" pinta Elly


"Maaf, Bu guru cantik, Aku nggak bisa menuruti keinginan yang satu ini untuk tidak menggangu Bu guru cantik. Aku mohon terima bunga pemberian aku ini karena hari ini juga adalah hari valentine, Aku juga membawa sekotak cokelat untuk Bu guru cantik" ucap Satria


"Sini biar Bu guru buang pada tempat sampah" ucap Elly


"Kamu nggak tahu apa-apa! mengenai Sandra! dia itu adalah tukang tikam sahabat sendiri dari belakang


"Kalau begitu Ibu guru tidak adil, kenapa aku yang menjadi sasaran juga atas kemarahan Bu guru cantik hanya karena aku keponakan tante Sandra" ucap Satria


"Kalian satu aliran darah!! mungkin suatu hari juga aku akan di tikung sama kamu" ucap Elly


"Itu pola pikir negatif yang salah! mana buktinya aku selingkuh dari kamu?" tanya Satria


"Pernah, Aku melihat kamu di antar sama Diva" ucap Elly


"Itu karena kita satu arah saja sehingga aku bisa bareng Tante Sandra. Lagian Tante Sandra itu teman baik Tante Diva" ucap Satria


"Aku nggak percaya sama kamu! itu hanya sebuah alasan saja" ketus Elly


"Sumpah aku nggak bohong! kamu harus percaya sama aku," ucap Satria menatap tajam ke arah sang lawan bicara


"Sudahlah, Aku telah untuk mengajar. Bye" ucap Elly


"Aku akan tetap menunggu di sini, mau hujan atau pun panas. Aku akan menunggu sampai kamu mau maafin aku" ucap Satria


Bersambung...


...Jangan lupa untuk memberikan dukungan berupa like di setiap episode, vote sebanyak mungkin, dan tambahkan di rak buku kalian sebagai Favorite/Subscribe...


...Terima Kasih sudah mampir di karya ini, semoga bisa menghibur kalian semua...