I Miss You My Best Friend

I Miss You My Best Friend
42. Mengisi Keroncongan Perut



Mencari apotek yang buka pada saat tengah malam memang sangat sulit di cari, maka dari itu Sandra pergi ke sebuah Boga Rasa Resto untuk memenuhi perutnya yang telah berbunyi cukup keras membuat kebisingan pada pemilik raga Satria.


Berkali- kali suara keroncongan dalam perut Satria berbunyi sangat keras, namun sang pemilik empunya menghiraukan karena terbiasa tidak makan malam, sebagai seorang wanita harus menjaga bobot badan, tapi kali ini keroncongan itu melanda dalam tubuh pria remaja ini, mungkin karena faktor pertumbuhan juga pikirnya harus mengisi keroncongan dalam perut Satria.


"Akh, tubuh pria ini kenapa sih harus lapar melulu! mana porsi makannya banyak banget," gerutu Sandra beraga Satria saat berjalan dalam koridor hotel menuju Resto hotel



(Boga Rasa Resto)


Tengah malam seperti ini, restoran di hotel tersebut pun sepi sekali karena jarang ada pengunjung untuk makan jam dua subuh dini hari seperti ini. apa lagi koki jam segini pastinya para koki sudah pada terlelap dalam alam mimpi.


Sandra pun menghela nafas panjangnya berkali-kali, dia merasa pusing karena menahan rasa laparnya, ia juga sudah berusah memanggil para pelayan, namun satu pun pelayan tak ada yang menyahut.


"Duh, pusing sekali aku harus cari kopi dan roti untuk menambah energi." Ucap Sandra


Tanpa di sengaja, Satria menabrak seseorang di depan karena rasa pusing di kepalanya tak juga reda membuat dia kehilangan rasa keseimbangan akan tubuhnya yang mulai lemas.


"Satria kamu baik-baik saja," ucap seorang wanita dengan nada lembut yang tak asing di dengar sang lawan bicara.


"Elly? apa aku sedang berada dalam mimpi? mengapa aku mendengar suara dia," ucap Satria dengan memegang kepalanya yang terasa berdenyut ling-lung.


"Kamu nggak lagi halu, ini nyata aku Elly, guru kelas kamu." Ucap Elly


"Hah?! sedang apa Ibu guru di sini? apa Ibu gutu ini Stalker?" tanya Satria


"Jangan kepedean kamu! Saya di sini ada urusan.*Kilah Elly.


"Urusan apa?" tanya Satria


"Jangan bohong deh, Satria tahu Ibu pasti cemburu melihat aku dan Vio lalu mengikuti kami sampai di sini." Ucap Satria


"Jangan ngarang kamu, mana mungkin aku kurang kerjaan banget harus mengikuti kamu bersama dengan pacar baru itu." Ucap Elly


"Hmmmm, masa sih Ibu guru cantik tidak cemburu, tapi masih perhatian tadi sama aku, saat hampir jatuh karena aku pusing ibu yang menolong." Ucap Satria


"Itu sih memang tugas semua orang untuk membantu yang sedang kesusahan." Ucap Satria


"Hmmmm, jangan sangkal deh. Ngaku ajah kalau memang cemburu." Ucap Satria


"Aku bilang nggak!"bantah Elly


"Yasudah kalau begitu, Aku mau pesan makan dulu., kamu mau aku pesankan?" tanya Satria


"Biar aku ajah yang pesan teh hangat dan roti. Kamu tunggu di sini ajah." Ucap Elly


"Nggak perlu aku ajah yang pesan makanannya."tolak Satria


"Keadaan kamu kan lagi sakit, mana aku tega membiarkan kamu memesan makanan sendiri." Ucap Elly


"Ternyata dia masih seperti Elly yang dulu, masih sangat perhatian kepada aku,"gumam Sandra dalam hatinya.


Bersambung....


...Jangan lupa untuk memberikan like di setiap episode, vote sebanyak mungkin, dan tambahkan di rak buku kalian sebagai Favorite/Subscribe...


...Terima kasih sudah mampir di karya ini, semoga bisa menghibur kalian semua....