I Miss You My Best Friend

I Miss You My Best Friend
41. Elly mulai curiga



Flashback on...


Dengan langkah gontai, Elly melihat kepergian Satria dengan Vio dan bergegas mengikutinya dari belakang tanpa sepengetahuan mereka bertiga


"Sialan, mau ngapain sih mereka bertiga ke Garut. ini sangat mencurigakan. Gw nggak boleh sampai gagal untuk mengikuti hotel mana yang akan mereka datangi," gumam Elly dalam hatinya.


Dengan melihat kemesraan Vio dan Satria membuat hati Elly memanas, namun yang Elly tak habis pikir mengenai obrolan dengan Diva membuat Elly semakin tercengang untuk ingin cari tahu lebih dalam lagi siapakah sebenarnya Satria.


Kini hati Elly merasa gundah gulana, Ia pun segera memesan kamar dekat dengan kamar suite room yang Satria pesan untuk Vio dan Diva, padahal awal niatnya tak sampai harus menginap di hotel yang sama karena itu akan mendatangkan kecurigaan, jika sampai Elly berpapasan dengan mereka bertiga


"Gw harus cari tahu siapa sebenarnya Satria, Kenapa dia bisa seakrab itu dengan Diva. Gw benar-benar merasa curiga. Apa benar dia keponakan Sandra atau jangan-jangan Diva itu kekasih gelap Satria lantas kenapa Satria bilang kalau dia terpaksa pacaran dengan sesama jenis? apa Satria itu kelainan jiwa?"gumam Elly


Segudang pertanyaan terus terbesit dalam benak Elly, dia nggak Sudi untuk berbicara lagi dengan Sandra, namun rasa penasarannya atas lontaran Satria membuat hatinya merasa terus curiga dan bertanya-tanya mengenai jati diri Satria.


Flashback off


...********...


"Tante Diva, Aku ke kamar dulu ya," pamit Sandra beraga Satria sambil melambaikan tangannya.


"Sialan lu nggak ada siapa-siapa juga pakai bilang gw tante nanti di sangkanya gw Tante girang yang lagi check in sama pria remaja seperti lu ini." Ucap Diva.


"Lebih baik kita biasakan bicara formal seperti ini karena semua mata dari tadi memandang ke arah kita."Bisik Sandra


"Oh, gw nggak sadar. Sorry,"ucap Diva sambil menganggukkan kepalanya.


*


*


*


Membaringkan tubuh ke kasur dengan menatap pekat langit-langit tidak bisa membuat nyaman, seorang pria remaja berjiwa wanita ini merasakan kepanikan yang luar biasa. Tidurnya tidak bisa seperti biasanya, Ia terus menggulingkan tubuhnya ke keri dan ke kanan serta menghela nafas berkali-kali untuk mencoba melaraskan rasa kepanikannya akan masalah yang terjadi di antara dia dan Elly.


"Mengapa hatiku terasa sakit sekali, apa aku akan di benci oleh Elly sebagai Satria maupun Sandra," gumam Sandra dalam hatinya.


Tersiksa menjadi orang lain itu membuat Sandra merasakan dirinya sudah tidak berharga bagi Elly. kerap kali Sandra tidak bisa tidur, hingga akhirnya dia selalu membeli sebuah pil penenang untuk bisa tidur dengan nyaman.


"Sial! gw lupa bawa obat tidur. Gw pasti akan terus kepikiran mengenai masalah yang terjadi antara gw dan Elly yang tidak ada titik terangnya sama sekali," umpat Sandra


Satria pun bergegas pergi dengan topi serta kaca mata hitamnya untuk mencari apotek yang Ia sendiri tahu di tengah malam seperti ini mana ada apotek yang buka. Ia pun tetap memutuskan untuk pergi mencari sesuatu yang bisa menenangkan pikirannya.


Bersambung....


...Jangan lupa untuk memberikan dukungan berupa like di setiap episode, vote sebanyak mungkin, dan tambahkan di rak buku kalian sebagai favorite/subscribe...


...Terima kasih sudah mampir di karya ini, semoga bisa menghibur kalian semua....