
Bertahan dalam ruang gelap tanpa arah dan tujuan itu membuat sesak dalam dada Sandra ketika Ia mengingat kembali kepingan hati yang hancur ketika seorang sahabat yang dia begitu sayangi malah membenci tanpa memberikan sebuah kesempatan tanpa kata.
Kebencian menolehkan sebuah luka yang teramat dalam di hati Sandra karena hidup tak bisa di pastikan akan kehilangan seseorang yang sangat berharga di masa lampau membuat Sandra merasakan pilu yang teramat dalam akan sebuah kerinduan yang tak bisa di luapkan karena yang di rindukan, nyatanya malah menjauh, bahkan membenci dirinya hanya karena permasalahan pria.
Dengan berat hati Sandra menerima sebuah takdir ilahi, jika dirinya harus menyamar sebagai seorang pria dengan bertransmigrasi jiwa ke raga seorang pria remaja yang mampu membuat setiap insan jatuh hati akan pesona tampan, tinggi, putih, dan raganya yang atletis mejadi daya tarik kaum hawa.
Masih di tempat sama, dengan lingkungan sekolah yang bersih dan tertata, Seorang pria remaja mengambil ponsel pintar dalam sakunya, lalu pergi dari kerumunan banyak untuk mengangkat ponsel pintar tersebut.
📱Drrrrt...Drrrrt..
📞"Rencana kita jadi kan untuk berendam air panas bersama pacar baru lu?" tanya Diva
📞"Iya, Jadi."Ucap Sandra
📞"Berarti Lu udah berhasil buat dapat pacar baru?" tanya Diva
📞"Berhasil dong, gw gitu," ucap Sandra dengan bangganya.
📞"Hah?! serius secepat ini lu udah dapat pacar?!"kaget Diva
📞"Iya, masa gw bohong." Ucap Sandra
📞"Siapa yang jadi pacar lu?" tanya Diva
📞"Teman sebangku gw, namanya Violin."Ucap Sandra beraga Satria
📞"Astaga nggak jadi Satria atau Sandra lu laku banget ya." Ucap Diva
📞"Gw memang nggak ada tandingan'nya,"ucap Sandra dengan terkekeh.
📞"Jadi kapan kita berangkat untuk pemandian air panas?" tanya Diva
📞"Dua hari lagi kan weekend, kita ke sana pakai mobil lu ajah
📞"Kenapa harus pakai mobil gw?" tanya Diva
📞"Biar orang-orang nggak curiga ajah kalau gw anak remaja punya mobil keren, kan mustahil. Apa lagi lu tahu sendiri latar belakang si Satria ini penuh kekurangan."Ucap Sandra
📞"Iya-iya, I see." Ucap Diva
Tut
*
*
*
Setelah berbicara panjang kali lebar kepada Diva, Sandra beraga Satria pun kembali ke dalam ruang kelas dan menghampiri Violin untuk mengajaknya berendam air panas agar hati Elly semakin di buatnya gusar.
"Udah jangan ganggu cewek gw lagi," usir Satria merangkul Vio dengan mesra membuat kedua orang di dalam kelas itu naik pitam, terutama Elly.
"Sialan lu!, Awas ya! Gw akan rebut kembali Vio." Bisik Rio.
"Gw tunggu lu rebut dia, tapi sebelum itu sesuai perjanjian lu harus jadi jongos gw," jawab Satria dengan membisikan kembali di gendang telinga Rio sebelah kiri.
"Jangan senang dulu, Gw akan kembali untuk merebut dia dari tangan orang yang nggak tulus mencintai Vio."Ucap Rio
"Iya-iya, giman lu." Ucap Satria
Setelah Rio duduk kembali di bangku belakang, Satria dan Vio pun duduk di bangku mereka untuk memulai pelajaran, tapi sebelim memulai pelajar, Satria mengajak Violin untuk pergi ke pemandian air panas bersama dengan Diva.
"Vio, kita main ke pemandian air panas, yuk." ajak Satria
"Hmmm, Boleh. Kapan?" tanya Vio
"Dua hari lagi kan weekend, gimana?" tanya Satria
"Iya, gimana kamu ajah, sayang." Ucap vio
Bersambung...
...Jangan lupa untuk memberikan dukungan berupa like di setiap episode, vote sebanyak mungkin, dan tambahkan di rak buku kalian sebagai Favorite/Subscribe...
...Terima Kasih sudah setia untuk mampir di karya ini, semoga bisa menghibur kalian semua...