
Dengan langkah berat akhirnya Sandra di antarkan oleh mobil berwarna merah milik Diva ke sekolah tanpa orang curiga sama sekali pada hubungan pertemanan yang mereka jalin
"Diva turunkan aku" pinta Sandra beraga Satria
"Kenapa turun di sini? ini kan masih sangat jauh dari sekolah lu" ucap Diva
"Justru karena jauh nggak ada yang akan lihat" ucap Sandra beraga Satria
"Oke gw turunin lagian ngapain pake repot sih bilang ajah Sandra Tante lu nitipin ke gw buat anter doang satu jalur sama kantor gw" ucap Diva
"Pinter juga sih Lo" ucap Sandra
"Dari pada lu jalan kaki dari sini kan cukup jauh" ucap Diva
"Ya deh oke" ucap Sandra
Setelah perbincangan panjang akhirnya mereka pun sepakat untuk turun di depan sekolah, tanpa mereka sadari sepasang mata di balik jendela sedang melirik tajam ke arah mobil yang di tumpangi oleh Satria
"Siapa wanita yang bersama dengan Satria bukankah itu Diva. Aku harus bertanya langsung pada Satria mengenai masalah ini" gumam Elly
****
Hari senin adalah hari paling yang tidak di sukai oleh anak-anak karena di hari Senin semua anak berkumpul menjadi satu dalam suatu barisan sejajar, menggenakan topi serta dasi sekolah untuk melihat tiang yang menjulang tinggi dengan tangan menghormat ke arah bendera merah putih sebagai lambang pancasila negara kita.
"Bu guru, Satria tidak membawa topi serta dasi wajib di hukum" seru Rio
"Ssstttt!! berisik lu pakai acara bilang-bilang segala! ke guru, mulut lu nggak bisa di jaga!" geram Satria
"Suka-suka gw, weeee!" ledek Rio
"Kurang ajar lu, nanti gw nggak akan bantu lu untuk dekat dengan Vio" ucap Satria
"Bodo amat!"ucap Rio
"Temen nyebelin lu" ucap Satria
Rio tepat berada di belakang Satria sehingga dia memulai aksi untuk mencoba menjahili teman yang sempat membuatnya juga gusar masalah wanita yang ia coba untuk dekati, namun tak berhasil karena Vio lebih menyukai Satria
"Kamu tega banget sih Rio" seru Vio
"Tega gimana?" tanya Rio
"Ini kan memang wajib di hukum melanggar peraturan sekolah juga tidak membawa topi di saat upacara seperti ini" ucap Rio
"Terserah! dasar menyebalkan" ucap Vio
******
Setelah upacara selesai Satria di beri hukuman oleh guru untuk menghadap tiang bendera, tapi Satria sangat merasa kelelahan dengan terik mentari yang menyengat di sekujur tubuhnya di penuhi oleh air keringat yang mengalir sangat deras
"Aku nggak tega liat kamu berjemur seperti ini, sayang. Aku harus berbuat sesuatu untuk meringankan hukuman yang di berikan oleh guru lain" gumam Elly
****
Di lain sisi, Satria nampak bergeming mendongak kepalanya hingga ke atas melihat langit yang cerah serta terik mentari dengan peluh yang bercucuran
"Damn! gara-gara itu anak gw jadi h
di hukum nggak jelas seperti ini!! seumur-umur gw baru kali ini di hukum untuk berdiri di tengah terik mentari yang menyengat kulit" gerutu Sandra beraga Satria
"Jangan mengeluh, ini aku bawa minuman dingin untuk menghilangkan dahaga kamu" ucap Vio
"Vio?! sejak kapan kamu berada di sini?" tanya Satria
"Sejak kamu mengeluh," ucap Vio sambil memberikan sebotol minuman
"makasih" ucap Satria
"Biar aku bantu untuk mengelap keringat kamu menggunakan tisue ini" ucap Vio
"Nggak usah, aku bisa sendiri kok" tolak Satria
"Jangan menolak bantuan lagian kita ini teman! harus saling membantu" ucap Vio
"Duh! drama banget sih ini anak! gw tahu ini semua modus lu mau deketin Satria! gw merasa menjijikan di perebutan oleh wanita-wanita! padahal gw sendiri itu wanita!!!!!"Batin Sandra
Bersambung ...
...Jangan lupa untuk memberikan dukungan berupa like di setiap episode, vote sebanyak mungkin, dan tambahkan di rak buku kalian sebagai favorite/subscribe...
...Terima kasih sudah mampir di karya ini, semoga bisa menghibur kalian semua...