I Miss You My Best Friend

I Miss You My Best Friend
1. Kerinduan yang mendalam



Prolog


Lonceng bergetar hebat di belahan penjuru lain saat semua sedang merayakan pergantian tahun. Seorang gadis muda memandang dengan tatapan kosong, Hatinya penuh dengan rasa kecewa akan dirinya sendiri



...(Big Ben-London)...


Aku merindukan Langit yang berwarna biru, meski aku tidak akan pernah bisa untuk bertemu dengan Langit karena aku tau rasa rindu yang mendalam ini tidak akan pernah akan terbalaskan oleh ruang dan waktu


Sosok Sahabat yang aku rindukan, kini berubah menjadi sebuah angan dalam sanubari yang tak pernah di ingat oleh masa, Aku tertegun dalam kesendirian berharap sosok kamu akan menghibur, Nyatanya tak akan pernah ada lagi sebuah kata rindu


Kemarahan dan kekecewaan membutakan sebuah rasa rindu, Aku pun merasakannya apa yang kamu rasakan, Namun sering kali mata hati harus menutup segala rasa sakit hati ini.


Aku tahu rasa rindu yang Aku miliki ini tak ada artinya karena Kamu telah pergi dalam angan tak bisa terkendali, Nyaliku sudah hilang tertiup angin karena rasa kehilangan lebih menyakitkan dari pada kematian


Aku di lupakan oleh orang lain itu sudah menjadi hal biasa, Namun di lupakan oleh My Best Friend itu hal yang sangat teramat menyakitkan


Kemana lagi aku harus mencari sosok seperti Ellyana yang selalu di penuhi dengan rasa peduli. Sekarang semuanya sirna, Aku hanya merasakan rasa peduli hanyalah isapan jempol belaka ketika Pria itu berbohong mengenai peristiwa yang membuat kerenggangan dalam persahabatan kita, hingga pada akhirnya kita harus berpisah sebagai sahabat.


Kado terindah untuk sahabat tercinta meski aku tahu dia masih sangat membenciku dia selalu bergeming. Aku selalu berusaha menghubunginya berkali-kali aku memberi pesan dan email namun sama sekali tak ada jawaban


Sakit! itu yang aku rasakan bertahun-tahun aku menunggu balasan yang tak pernah ada ujungnya. Aku melarikan diri ke negeri asing agar aku sedikit melupakan apa yang aku rasakan saat ini hanyalah sebuah kekecewaan tanpa batas waktu


Sandra lebih memilih untuk pergi di bandingkan harus terus meyakinkan kembali Ellyana mengenai permasalahan pria yang tak pernah bisa Sandra lupakan bahwa dirinya tak pernah ada niat sedikit pun untuk merebut yang sudah menjadi kebahagiaanya sejak dulu.


Di hati Sandra kebahagiaan Ellyana adalah nomer satu, dia selalu memikirkan rasa bahagianya di bandingkan kebahagiaan dirinya sendiri


Ironisnya hanya karena sebuah kesalahpahaman semata. Kerenggangan antara mereka semakin parah. Ellyana sama sekali tidak merespon apa pun pesan teks yang si kirim oleh Sandra bahkan di dunia sosial dirinya pun sudah di blokir semua akses jalan untuk mengirim pesan teks


Tak ada lagi kesempatan atau ruang yang tersisa hanya rasa kepedihan di hati Sandra


Bersambung....


...Jangan lupa untuk memberikan dukungan berupa like di setiap episode, vote sebanyak mungkin, dan tambahkan di rak buku kalian sebagai Favorite/ Subscribe...


...Terima kasih sudah mampir di karya ini, Karya ini murni sebagian adalah rasa rindu akan sahabat yang telah meninggalkan saya selama bertahun-tahun saya harapkan bisa kembali selebihnya itu hanya fiktif belaka. Mohon bijak dalam membaca....