
Mekipun belum ada kata putus yang terlontar keluar dari bibir Violin, hanya berupa tamparan di pipi Satria, namun tindakannya memberi isyarat bahwa Violin sudah tidak mau lagi di tipu oleh rayuan busuk dari Satria.
Ide gila dari Diva mendatangkan banyak masalah yang terjadi antara Violin, Satria, dan Elly.
Mereka berdua pun akhirnya kembali ke habitat mereka untuk menjalankan aktivitas masing-masing, termasuk Elly yang sudah duluan untuk pulang.
******
Setibanya Sandra di mansion kediamannya bersama Diva. Sandra pun melampiaskan kekesalannya kepada Diva.
"Ini semua gara-gara ide gila lu yang menjadikan Violin pacar baru hanya untuk membuat Elly cemburu! nyatanya apa?! lu lihat sendiri kan kalau Elly tetap nggak bisa maafin gw sebagai Satria maupun menjadi Sandra."Hardik Sandra
"Sorry-sorry, niat gw kan hanya ingin membantu saja. Bukan untuk membuat ini menjadi complicated." Ucap Diva
"Nasi sudah menjadi bubur. Nggak akan kembali lagi jadi nasi." Ucap Sandra
"Bubur juga enak kok." Ucap Diva
"Nggak lucu Diva. Gw lagi pusing! banyak masalah yang terjadi di hidup gw. Apa gw menyerah saja ya.?" tanya Sandra
"Jangan give up dong! masa lu mau selamanya di tubuh seorang pria in."Ucap Diva.
"Aku lelah mendapatkan maaf dari Elly, semua usaha kita selama ini hanyalah sia-sia belaka! di tambah sekarang masalah si Vio. Bagaimana aku bisa menjelaskan kepada Vio kalau aku melakukan ini demi mendapatkan maaf dari Elly," ucap Sandra sambil meneteskan air matanya.
"Jangan nangis! semua nggak terselesaikan jika lu give up seperti ini! pasti ada cara dan jalan keluar untuk menyelesaikan masalah lu satu persatu! di mulai dari Vio." Ucap Diva
"Gw harus gimana hadapi mereka?" tanya Sandra
"Lu harus bicara empat mata dengan Vio dan menjelaskan semuanya secara jujur tentang siapa lu sebenarnya." Ucap Diva.
"Tapi kalau misalkan Vio malah makin marah bagaimana?" tanya Sandra
"Sekali lagi gw bilang di coba dulu jangan menyerah seperti ini." Ucap Diva.
"Hmmmm, oke sebagai bentuk tanggung jawab gw, gw akan ikut deh bareng lu untuk menjelaskan kepada Vio. Sekarang kita langaung ke rumahnya saja, gimana?" tanya Diva
"Oke...," ucap Sandra dengan mengancak-ngacak rambutnya menandakan sangat frustasi dengan semua yang terjadi.
******
Mereka pun akhirnya berangkat dari kediaman Sandra menuju rumah Violin yang letaknya lumayan jauh dari mansion Sandra
Dengan kecepatan tinggi, kereta kencana Sandra tiba dengan selamat di kediaman mansion Violin.
Ting.. Tong...
Suara bel berdering kencang membuat isi rumah di dera oleh rasa penasaran, dengan gelapan Violi terpaksa membuka pintu rumahnya karena maid yang bertugas sedang cuti.
"Siapa?!" seru Violin
Namun yang di tanya hanya bisa bergeming saja karena takut Violin tidak mau membukakan pintun untuk Satria.
Ketika pintu di buka
Jreng!!
"Kamu?! untuk apa ke sini!"Hardik Violin.
"Aku mau menjelaskan sesuatu hal yang penting, jadi aku mohon izinkan aku dan Diva masuk dulu untuk menjelaskan semuanya." Ucap Satria
Bersambung........
...Jangan lupa untuk memberikan dukungan berupa like di setiap episode, vote sebanyak mungkin, dan tambahkan di rak buku kalian sebagai favorite/subscribe...
...Terima kasih sudah mampir di karya ini, semoga bisa menghibur kalian semua....