
Sebagai seorang pria remaja, tentu ia tak terbiasa dengan perubahan dirinya menjadi seorang wanita yang harus bisa menyesuaikan dirinya, apa lagi menghadapi siklus datang bulan merupakan hal yang tak tabu sebagai wanita harus menjalani kehidupannya.
Satria tak mengerti bagaimana mengatasi dirinya yang seperti ini, dia seperti waria yang harus menjalani hidupnya sebagai wanita berjiwa pria.
Sekarang pun Satria masih termenung dalam ruang tamu yang besar karena belum terbiasa dengan tinggal di perumahaan elit yang Sandra asli pinjamkan sebagai perannya Satria.
Persetujuannya dengan Profesor. Teguh membuat dirinya mendapatkan fasilitas lengkap sebagai Sandra Cendawan.
Satria terbiasa dengan rumah petak sederhana yang ia tinggali bersama ibu dan satu orang adik laki-lakinya berumur 16 tahun.
Kini Satria menjalani peran palsunya sebagai seorang Sandra Cendawan, Ia mulai belajar banyak hal mengenai raga barunya. Mulai dari rambut yang harus menggunakan hairdryer setiap kali keramas, lalu mencatok dengan alat pelurus rambut, memakai hiasan aksesoris anting, cincin, dan kalung. Tak ketinggalan juga Satria belajar untuk mengolesi area wajahnya dengan taburan bedak di mukanya, rona khas lipstik di sudut bibirnya menjadi daya tarik tersendiri untuk kaum Adam
Semua yang di lakukan oleh Satria menggunakan ponsel pintarnya dalam belajar menjadi seorang wanita itu, semata-mata hanya ingin mendalami perannya sebagai Sandra karena Ia tidak mau hanya menerima gaji buta saja tanpa merawat tubuh wanita yang kini tengah meminjam raganya.
"Hmmmm, kenapa sih aku harus menjalani peran sebagai wanita yang harus menjalani siklus datang bulan seperti ini!! rasanya nggak nyaman banget menggunakan pembalut seperti ini, terlebih lagi perut gw melilit nggak karuan begini!" lirih Satria asli
"Sabar ya." Sahut seseorang yang mengagetkan Satria yang sedang bermonolog dalam ruang tamu.
"Kamu siapa?" tanya Satria asli
"Perkenalkan nama aku Claudia, Aku asisten Bu Sandra dan Bu Sandra sudah memberitahukan semua ini kepada aku untuk menjaga tubuhnya." Ucap Claudia.
"Tentu, tapi sekarang beliau sedang berada di luar kota, jadi saya yang akan bertugas membantu anda untuk merawat tubuh Bu Sandra dengan baik." Ucap Claudia
"Tidak perlu, Aku sudah banyak belajar melalui internet, termasuk siklus haid yang terjadi saat ini." Ucap Satria.
"Apa anda sudah mandi?" tanya Claudia
"Iya, saya mandi dan keramas, namun anda tidak perlu cemas. Saya tidak melihat bagian-bagian tertentu. Hanya saja saya tidak sengaja kemarin untuk menyentuhnya." Ucap Satria
"Nggak masalah, selama kamu tidak pernah melihatnya. Kamu gunakan saja pelindung mata ini, agar kamu tidak pernah melihat bagian-bagian tubuh Bu Sandra." Ucap Claudia.
"Baiklah, Saya akan pakai saat mandi dan keramas lagi nanti. Tapi jika kamu tidak mempercayai. Kamu bisa membantu tubuh ini mandi dalam bath up" Ucap Satria
"Ide yang bagus," ucap CLaudia dengan terkekeh.
Bersambung ..
...Jangan lupa untuk memberikan dukungan berupa like di setiap episode, vote sebanyak mungkin, dan tambahkan di rak buku kalian sebagai Favorite/Subscribe...
...Terima kasih sudah mampir di karya ini, Saya harap kalian tetap setia untuk mendukung saya berkarya, dan memaklumi jika banyak tulisan yang masih menurut kalian tidak bisa di cerna dengan baik. Mungkin kedepannya saya akan merevisinya....