I Miss You My Best Friend

I Miss You My Best Friend
56. Rio menjemput Vio



Masalah demi masalah terus muncul berdatangan bagai air bersih yang terus saja di isi oleh air kotor, semakin bersih kadar air yang di pakai seseorang, makin di isi dengan banyaknya air kotor.


Banyaknya rasa sakit yang di terima oleh orang-orang terdekat membuat Sandra berjiwa Satria semakin merasa terpuruk akan kehadiran orang-orang baru di lingkungan sekolahnya


Lingkungan sekolah Satria berjiwa Sandra merasa Keheranan akibat Satria yang mendadak menjadi anak genius dalam waktu singkat, semua pelajaran di serap dengan baik, maklum saja di usianya yang sudah 29 tahun, materi jaman dulu sewaktu sekolah masih, Ia ingat cukup baik.


*******


Kepulangan Violin tanpa berpamitan kepada Diva menolehkan segudang pertanyaan. Tidak ada kata sedikit pun tersirat dari bibir manis seorang gadis cantik kepada kedua sejoli yang menyakiti hatinya.


📱Drrrrt....Drrrrrt..


📞"Rio, jemput gw sekarang!" titah Vio


📞"Hah?! kenapa harus gw yang jemput lu?! gw bukan supir lu!" ketus Rio.


Penolakan Vio membuat Rio sangat terluka, Apa lagi Rio harus menjadi Jongos Satria selama satu bulan. Itulah yang membuat Rio berubah sikap menjadi dingin.


📞"Gw mohon, Jemput gw sekarang," Lirih Vio sambil menangis tersedu-s.edu.


Akhirnya Rio luluh juga karena Vio menangis tersedu-sedu membuat hatinya meleleh oleh rasa belas kasian meruntuhkan keegoisan.


📞"Kenapa Kamu nangis?!"tanya Rio


📞"Satria mempermainkan perasaan aku, dia tidak tulus mencintai aku." Lirih Vio


📞"Harusnya kamu milih aku yang tulus di bandingkan Satria." Ucap Rio.


📞"Sudahlah, Aku nggak mau banyak debat. Cepat jemput aku


📞"Oke, Aku jemput. Share lock ajah." Ucap Rio


📞"Iya." Ucap Vio.


Tut..


****


Dengan kebesaran hati, Rio pun mulai bergegas menyusul Vio ke Sabda Alam Resort dengan hati yang penuh dengan pertanyaan mengenai Vio yang meminta langsung dirinya menjemput, padahal dia sudah menjadi kekasih Satria, Kenapa tidak Satria saja yang mengantar dia pulang.


Pertanyaan demi pertanyaan ada di dalam pemikiran Rio yang membuat dirinya merasa tertekan menghadapi perubahan sikap dari Violin yang sering berubah-rubah.


"Apa dia sudah mulai membuka hatinya untuk aku, atau dia lagi bermasalah sama Satria? makanya dia jadikan aku pelarian semata saja?"Gumam Rio dalam hatinya.


*


*


*


Sementara Rio dalam perjalanan menjemput Vio dengan kereta kencananya. Violin yang membawa koper besar berwarna ungu itu telah menunggu lama kedatangan Rio


"Lama banget sih! dasar keong!"gerutu Violin dalam hatinya


Tak lama setelah kicauan burung Vio di dalam hatinya terhenti seketika karena kedatangan mengejutkan dari kereta kencana berwarna merah itu tiba dengan memberikan isyarat dengan bunyi klakson mobil Rio.


Brrrrmm....


Tet.. Tet. Tet



(Hanya ilustrasi)


Vio merasa sangat canggung kepada Rio karena Rio memperlakukan Vio sangat baik dengan membukakan gagang daun pintu mobil dengan menundukkan sedikit kepala Rio,. bertanda layaknya menghormati sang wanita.


"Makasih sudah di bukakan pintunya." Ucap Vio


"Sama-Sama, sini biar aku masukan juga koper kamu bagasi belakang." Ucap Rio


"Iya, sekali lagi makasih ya sudah mau mengantarkan aku pulang ke Jakarta lagi." Ucap Vio


"Kenapa kamu nggak minta antar pacar baru kamu saja? kenapa harus aku?" tanya Rio


"Apa kamu nggak ikhlas bantu aku?" tanya Vio


"Bukan begitu, Aku hanya nggak enak saja sama Satria karena sudah seharusnya dia yang mengantar kamu bukan aku." Ucap Rio.


"Kamu nggak perlu nggak enak karena mulai sekarang Aku dan Satria sudah bukan kekasih lagi." Ucap Vio.


Bersambung....


...Jangan lupa untuk memberikan dukungan berupa like di setiap episode, vote sebanyak mungkin, dan tambahkan di rak buku kalian sebagai favorite/subscribe...


...Terima kasih sudah mampir di karya ini, semoga bisa menghibur kalian semua...