I Miss You My Best Friend

I Miss You My Best Friend
24. Penyakit Magh



Sandra tahu betul akan penyakit magh yang selama ini di deritanya untuk tidak memakan sembarang makanan, termasuk kol yang sangat berbahaya untuk penyakitnya


Bukan namanya Sandra kalau keinginan itu tidak terlaksana, Ia pun mengusap ponsel pintar dan memesan delivery makanan.


Dalam sekejap mata, makanan itu kini sudah di sajikan di atas piring berwarna putih dengan bumbu kacang yang banyak sesuai permintaan lalu tak kalah banyak dari bumbu kacang itu juga tersedia kol berwarna hijau tertutup oleh bumbu kacang



(Hanya ilustrasi)


Sandra pun mulai menelan saliva dengna kasar begitu meliht hidangan di atas piring lalu mulai mengunyahnya secara perlahan-lahan


"Ternyata makan kol itu lezat, pantas saja Elly sangat menyukai kol dengan bumbu kacang yang sangat banyak" ucap Sandra beraga Satria


Tanpa di duga-duga, Diva datang di saat Sandra melahap kol dalam mulut


"Dor" seru Diva


"ngapain malam-malam gini makan siomai? yang ada nanti lu melar tuh perut" ledek Diva


"Gw lagi kangen sama kebersamaan gw dan Elly dulu, dia sering banget makan Kol sama bumbu kacang yang banyak tapi gw malah selalu menolak semua kesukaan makanan dia" ucap Sandra beraga Satria


"Pasti lu menyesal ya? karena bersikap dingin sama Elly dulu?" tanya Diva


"Iya gw nyesel makanya cobain makan kol ini" ucap Sandra beraga Satria


"Emang lu belum pernah makan kol dengan bumbu kacang sebanyak ini?" tanya Diva


"Belum pernah karena gw di tentang oleh dokter untuk tidak memakan kol" ucap Sandra


"Memang lu sakit apa? sampai lu nggak boleh memakan itu?" tanya Diva


"Sakit magh" ucap Sandra beraga Satria


Tiba-tiba saja nada dering ponsel berbunyi keras di saku celana diva


hingga akhirnya dia meminta izin kepada Sandra untuk mengangkat Ponsel pintar itu di luar


Ponsel itu di usap ke kanan dengan kerutan di wajah Diva menandakan bahwa nomer tidak di kenal itu membuat dia gusar, bahkan sebelum di sapa oleh sang penelopon


📱"Siapa ini?" tanya ketus seorang Diva


📞"Galak amat sih! belum juga saya bicara halo" ucap pria di ujung sana


📞"I-ini Kevin???" tanya Diva


📞"100 buat, Diva!" ucap Kevin


📞"Ada apa sih hubungin gw segala?" tanya Diva


📞"Galak amat dari dulu! gw hubungin lu karena gw tahu lu sahabat dekat Sandra" ucap Kevin


📞"Terus harus bilang,"WOW" begitu?" tanya Diva


📞"Nggak gitu juga kali, gw tanya lu karena Sandra hilang bagai di telan bumi" ucap Kevin


📞"Gara-gara lu hubungan pertemanan Elly dan Sandra hancur, Apa lu nggak merasa bersalah atas ini semua?" tanya Diva


📞"Nggak tuh gw memang cinta sama Sandra bukan Elly" ucap Kevin


📞"Tega lu sama keduanya! lagu pula Sandra nggak ada perasaan sama lu, jadi nggak usah berharap banyak" ucap Diva


📞"Akan gw pastikan dia jatuh cinta sama gw" ucap Kevin


📞"Mimpi di siang bolong lu! Wake up!" ucap Diva


📞"Ini gw kan sudah bangun! sudah deh kasih tau saja di mana keberadaan Sandra atau kalau lu nggak kasih tau keberadaan dia ke gw sekarang juga, gw akan terus gangguin lu" ancam Kevin


📞"Bodo amat! gw nggak peduli" ucap Diva


📞"harus peduli lah! yang di ganggu kan diri lu" ucap Kevin


Tut.. Tut..


Seketika sambungan ponsel Kevin terhenti karena Diva mematikan secara sebelah pihak lalu mulai memblokir nomer itu


"Rasain! nomer ponselnya gw blockir biar tau rasa nggak gangguin gw lagi" ucap Diva


Bersambung...


...Jangan lupa untuk memberikan dukungan berupa Like di setiap episode, vote sebanyak mungkin, dan tambahkan di rak buku kalian sebagai favorite/subscribe...


...Terima kasih sudah mampir di karya ini, semoga bisa menghibur kalian semua...