
Taman yang indah penuh dengan bunga untuk sebuah kesegaran jiwa, Seorang gadis cantik sedang duduk di tengah taman dengan perasan gugup yang melanda seakan-akan ini adalah kencan pertama bersama Satria asli meskipun dalam raga Sandra.
Deg..Deg..Deg..
Hati Violin berdegup kencang, meski dia tahu yang datang raga wanita, namun dia sudah mengetahui bahwa jiwa Satria tinggal dalam raga tersebut.
"Dia lama sekali, membuat hati ini semakin gugup bertemu dia untuk pertama kali, meski aku tahu raganya wanita. Tapi aku sangat senang Satria asli mau berkenalan dengan aku." Ucap Violin
Penantian Vio tidak sia-sia, Satria asli terpaksa datang karena di bawah ancaman dari Sandra
"Sial, Gw terpaksa harus menuruti keinginan wanita egois itu demi kebahagian ibu dan adik. Gw rela melakukan semua kegilaan ini." Ucap Satria.
Setibanya Satria di taman, Ia langsung bergegas menemui wanita yang memakai dress berwarna kuning berenda bintik-bintik kecokelatan.
"Apa kamu Violin?" tanya Satria beraga Sandra.
"Betul. Kamu siapa?" tanya Violin
"Perkenalkan nama aku-" ucap Satria terhenti ketika Vio memotong percakapan.
"Kamu Satria asli yang di ceritakan oleh Sandra kan?" tanya Violin
"Benar, Saya Satria,"ungkap Satria beraga Sandra dengan menyodorkan tangannya.
"Aku Violin, teman baru di sekolah kamu. Salam kenal." Ucap Violin
"Gadis ini ternyata cantik juga."Gumam Satria
"Apa hubungan kamu dengan Sandra ketika aku dia memakai raga aku?" tanya Satria beraga Sandra.
"Dia menjadi kekasih hati aku sebelum aku tahu dia bukan Satria." Ungkap Violin
"Ja-jadi kamu dan juga Sandra pacaran sesama jenis?" tanya Satria beraga Sandra
"Betul, tapi aku benar-benar nggak tahu kalau kalian itu bertukar raga. Kalau tahu seperti ini mama aku mau lagian Kak Sandra itu hanya menjalankan misi saja." Ucap Violin
"Jadi kamu juga sudah tahu semua masalah yang kita semua hadapin?" tanya Satria beraga Sandra.
"Memang kenapa kamu ingin bertemu dengan aku?" tanya Satria
"karena aku jatuh cinta pada raga Satria dan aku juga ingin jatuh cinta pada jiwa yang bersarang pada raga Kak Sandra." Ucap Vio.
"Wanita itu nggak pantas kamu sebut kakak
"Kenapa? dia kan lebih tua dari kita
"Meski tua pikirannya sangat egois, dia tidak meminta izin langsung untuk meminjam raga aku, dia hanya bisa mengancam saja." Ucap Satria
"Mungkin Kak Sandra punya alasan sendiri kenapa tidak meminta izin dahulu. Apa kamu sudah bertanya langsung mengenai masalah ini?" tanya Violin.
"Belum sih." Ucap Satria.
"Nah, lebih baik kamu bertanya saja dari pada sesat di jalan seperti ini." Ledek Violin
"Maksud kamu sesat gimana?" tanya Satria
"Dengan berpikir negatif kamu sudah termasuk sesat."Ucap Violin.
"Dasar, ada-ada ajah kamu. Lucu banget sih kamu," ucap Satria terbahak-bahak.
"Kok ketawa?! perasaan aku nggak lagi ngelawak sih." Ucap Violin
"Iya kamu gemesin banget." Ucap Satria.
"Makasih, Satria. Aku senang bisa kenal kamu meskipun raga kamu belum kembali."Ucap Violin.
"Aku juga senang bisa berkenalan dengan gadis cantik seperti kami." Ucap Satria.
Bersambung..
...Jangan lupa untuk memberikan dukungan berupa like di setiap episode vote sebanyak mungkin, dan tambahkan di rak buku kalian sebagai Favorite/Subscribe...
...Terima kasih sudah mampir di karya ini, semoga bisa menghibur kalian semua....