
Hari Valentine telah tiba, seluruh umat merayakan bersama dengan orang terkasih dan terdekat sebagai simbol kasih sayang mereka kerap kali membeli bunga dan cokelat untuk di berikan kepada orang- orang tersayang.
Bukan hanya pacar saja yang harus di berikan bunga atau cokelat, melainkan orang-orang terdekat seperti sahabat. Biasanya tiap tahun Sandra dan Elly selalu bertukar kado di hari valentine serta merayakan dengan mengunjungi cafe tempat mereka berbagi kisah
Namun puluhan tahun kebersamaan mereka kandas begitu saja, semua kenangan manis harus hilang serta rasa rindu akan hadir sosok sahabat yang selalu ada buat dirinya, kini semua bagaikan isapan jempol belaka, semua janji manis akan persahabatan itu hanyalah sebuah kenangan belaka karena Sandra selalu saja merintih kesakitan dalam dada, menderu kalbu, menusuk jiwa yang tak akan terlupakan oleh ruang dan waktu rasa sakit sampai dengan ubun-ubun.
"Males banget deh di luar hujan deras masa gw harus ke rumah si Elly" gerutu Sandra beraga Satria
"Wajib, ke sana anggap saja lagi bermain sinetron! bukankah bagus di luar hujan deras, lu nggak usah bawa payung" ucap Diva
"Gw sakit dong nanti kalau nggak bawa payung" ucap Sandra beraga Satria
"Lu nonton Youtube nggak sih? drama Korea ajah yang gw suka nonton, Pria menunggu wanitanya keluar dari dalam untuk di bawakan payung" ucap Diva
"Lah kan gw jiwa wanita! wajar ajah gw nggak mau sakit tahu" ucap Sandra beraga Satria
"Udah ikutin ajah perintah gw! jangan banyak membantah" titah Diva
"Kalau gw sakit flu berat, lu harus tanggung jawab" ancam Sandra beraga Satria
"Oke, lu yang tanggung gw yang jawab ya," ucap Diva sambil terkekeh
"Nggak lucu kali" celetuk Sandra beraga Satria
"Gw antar sekalian gw mau kerja" ucap Diva
"Gw hari ini bolos sekolah demi nunggu si Elly, begitu kan rencana kita?" tanya Sandra beraga Satria
"That's Right, Baby!" ucap Diva
"Jijik kata Baby itu! gw ini manusia," ucap Sandra sambil terkekeh
"Dasar sahabat gila" ucap Diva
"Eh, Kok bilang gitu sih" lirih Diva
"Becanda! gitu ajah di masukin ke hati" ucap Sandra beraga Satria
Mereka pun kini mulai bergegas untuk pergi ke rumah Elly dengan menggunakan mobil Diva dalam kecepatan sedang.
Sesampainya di sana, Diva tidak turun untuk mengantarkan sahabat baiknya, melainkan dia langsung menancapkan pedal gas menuju kantor
"Sukses ya rencana menunggu di depan pintu Elly, semoga dia tergerak hatinya meski maafnya buat Satria bukan Sandra," Ucap Diva sambil melambaikan tangannya
"Oke, makasih Diva sudah memberikan tumpangan kepada anak sekolah seperti saya ini," ucap Sandra beraga Satria sambil terkekeh
"Dasar anak sekolah liar ya! hobinya bolos demi dapat maaf dari Ibu guru tercinta" ledek Diva
"Ini semua kan ide konyol lu" ucap Sandra beraga Satria
"Ups! ha..ha..ha," ucap Diva terkekeh melihat kelakuan kegusaran hati sahabat baiknya
"Doain gw ya! gw nggak sampai sakit di sini" ucap Sandra beraga Satria
"Oke, Gw pasti doakan lu kok. Tenang ajah! Oh ya, mau gw bawain tenda buat lu camping di depan rumah Elly nggak?" tanya Diva
"Boleh juga" ucap Sandra beraga Satria
"Pulang kerja gw bawain ya. Bye," ucap Diva mengijak pedal gas dengna kecepatan tinggi
Bersambung ....
...Jangan lupa untuk memberikan dukungan berupa like di setiap episode, vote sebanyak mungkin, dan tambahkan di rak buku kalian sebagai Favorite/subscribe...
...Terima kasih sudah mampir di karya ini, semoga bisa menghibur kalian semua...