
"Profesor, Aku di mana?" tanya pria dengan nada lemah
"Sa-sandra?!" kaget Diva
"Iah, ini gw kenapa memang?" imbuh pria remaja itu
"Apa lu nggak menyadari kalau lu ini sekarang sudah jadi pria yang bernama Satria
"Apa?!" kaget pria remaja itu, lalu tanpa sadar dia memukul-mukul kedua pipinya dan mulai melihat ke cermin besar
"Jangan kaget Sandra! kamu akan menjadi satria selama tiga bulan ini, setelah itu kamu akan kembali ke raga kamu. Anggap saja kamu meminjam raganya" ucap Profesor Teguh
Bagaikan di sambar petir, Sandra tertegun melihat sosok dirinya sehingga membulatkan matanya seolah tak percaya ia berhasil untuk masuk ke raga orang lain dengan memori satria yang hilang akibat benturan keras
"Sekarang kamu pikirkan apa yang akan kamu perbuat dengan raga satria selama 3 bulan ini?" tanya profesor
"Saya akan mengejar Ellyana untuk mendapatkan maaf sepenuhnya" ucap Sandra
"Apa kamu yakin dengan cara kamu ini Elly akan memaafkan kamu atas kesalahpahaman yang kamu buat" ucap Prof. Teguh
"Iah, saya akan menyamar sebagai apa pun untuk dekat kembali dengan Elly" ucap Sandra
"Waktu kamu hanya tiga bulan untuk kembali ke raga kamu, Jika kamu tidak berhasil dengan misi yang kamu sampaikan pada mesin kapsul ini, maka kamu selamanya akan menjadi satria bukan Sandra" ucap Prof. Teguh menekan tombol off pada kapsul kecil di layar jam digital
Sandra pun mulai menggenakan jam digital yang di berikan oleh Profesor dengan waktu tiga bulan
"Aku berhasil menjalani misi yang Profesor sebutkan karena aku nggak mau menjadi laki-laki" gumam Sandra
"Sekarang kamu jangan kaget dengan tubuh yang kamu miliki, rawat sebagai kamu juga rawat diri kamu" ucap Profesor
"Baik, Saya akan merawat tubuh ini sebaik mungkin" ucap Sandra
"Sekarang tanamkan di benak kamu kalau kamu itu pria remaja yang wajib bersekolah" ucap Prof. Teguh
"Haduh, Apa bisa saya nggak usah sekolah saja. Saya nggak tahu pria yang raganya saya pinjam ini bersekolah dimana!" ucap Sandra
"Baiklah, demi persahabatan saya rela menukar raga saya sementara waktu ini" ucap Sandra
"Ayo semangat, lu pasti bisa!" ucap Diva
"Makasih" ucap Sandra
********
Esok hari matahari belum menyinari jagat raya namun seorang wanita bertubuh pria itu mulai mengangkat kedua tangan dengan hentakan menguap yang kencang sambil menelan saliva
"Aku masih mengantuk, tapi ini anak remaja merepotkan saja" desis Sandra bertubuh Satria
π±Kring!!
π"Halo, Bangun!!!" seru si penelepon di ujung sana
π±"Gila lu suara lu melebihi jam weker gw" ucap Sandra
π±"Takut lu lupa bangun pagi" ucap Diva
π±"Gw nggak pikun! gw ingat kalau gw harus bangun pagi untuk sekolah" ucap Sandra
π±"Ingat lu itu satria jadi bersikaplah sebagai lelaki yang maco bukan gemulai! mengerti!" ucap Diva
π±"Iya-iya! gw mengerti!" ucap Sandra
π±"Gw sudah bantu lu beli baju-baju pria" ucap Diva
bersambung ..
...Jangan lupa untuk memberikan dukungan berupa like di setiap episode, vote sebanyak mungkin, dan tambahkan di rak buku kalian sebagai favorite/subscribe...
...Terima kasih sudah mampir di karya ini, semoga bisa menghibur kalian semua...