I Miss You My Best Friend

I Miss You My Best Friend
25. Kevin mencari Sandra



Sandra beranjak dari tempat duduknya menuju teras depan yang di sana terlihat raut wajah sahabatnya merasa gusar setelah menerima panggilan masuk, Sandra pun melangkahkan kakinya menuju tempat Diva sedang menggerutu seorang diri


"Siapa yang telepon lu sampai lu menggerutu sendiri?" tanya Sandra beraga Satria


"Si Kevin nyariin lu ajah" ucap Diva


"Terus lu bilang apa?" tanya Sandra beraga Satria


"Gw bilang nggak tahu, tapi dia terus mengancam gw akan menganggu gw makanya gw blokir ajah" ucap Diva


"Sama, gw juga udah blokir nomer ponsel dia" ucap Sandra beraga Satria


"Pantas ajah dia gangguin gw juga" ucap Diva


"Abis gimana lagi! lu liat ajah sekarang raga gw laki-laki" ucap Sandra


"Coba sekarang lu liat jam yang di berikan oleh Prof. Teguh!" ucap Diva


"Kenapa memang?" tanya Sandra


"Waktunya kembali ke raga lu tinggal berapa bulan lagi?" tanya Diva


"Tinggal 2 bulan lagi" ucap Sandra


"Wah nggak kerasa lu sudah jadi pria dalam 1 bulan ini"ucap Diva


"Tapi gw belum berhasil mendapatkan misi dari jam ini, pokoknya gw nggak mau selamanya jadi pria ini" ucap Sandra


"Sabar ya, gw akan bantu lu untuk membujuk Elly supaya dia maafin lu" ucap Diva


"Lu tau kan gw lelah raga gw jadi pria begini yang susah banget buat menyesuaikan diri gw" ucap Sandra


"Tapi lu suka kan sama yang ada di dalam sangkar celananya?" ledek Diva


"Jijik Akh! gw terpaksa lihat dan mandiin raga orang lain" ucap Sandra


"Eh, dasar harusnya lu seneng bisa liat itunya Satria yang asli" ucap Diva terkekeh


"Dasar mesum lu otaknya" cibir Sandra


"Jangan bilang lu sudah tidak tertarik lagi sama pria lantaran lu sudah jadi pria dan pacaran sama Elly" ledek Diva


TUk


Sandra mengetok kepala Diva saking kesal dengan cibiran dari rahang mulut nakal sahabat yang satu ini


"Akh! Sakit tahu!" pekik Diva


"Nyebelin sih lu jadi orang" ucap Sandra beraga Satria


"Gw sih hanya mau bilang lu nyebelin banget pakai getok kepala gw! kalau benjol lu mau tanggung jawab" geram Diva


"Tinggal bawa rumah sakit ajah. Apa susahnya"ucap Sandra


"Dasar! mentang-mentang udah sugih" ledek Diva


"Gw juga dulunya susah, tapi kalau kita kerja keras dan menabung akan indah pada waktunya" ucap Sandra


"Masih ajah belaga bijaksana padahal kan lu juga pemborosan anaknya" cibir Diva


"Kalau boros buat kebutuhan diri sendiri nggak masalah lah, tapi kalau boros buat kebutuhan orang lain itu jadi masalah" cibir Sandra


"Nyindir ajah terus" ucap Diva


"Nggak nyindir, tapi ini semua kenyataan hidup yang harus kita jalani masing-masing" ucap Sandra


"Stop! mending kita masuk dan bahas yang lain saja!" ucap Diva


"Masuk kemana?liang kubur?" tanya Sandra


"Masuk ke dapur untuk melahap makanan! gw lapar" gerutu Diva


"Oke, gw akan masak mie instant kesukaan lu deh biar lu nggak emosi lagi" ucap Sandra


Bersambung ...


...Jangan lupa untuk memberikan dukungan berupa like di setiap episode, vote sebanyak mungkin dan tambahkan di rak buku kalian sebagai favorite/subscribe...


...Terima kasih sudah mampir di karya ini, semoga bisa menghibur kalian semua...