I'M Sorry My Love

I'M Sorry My Love
Tidak jadi menolak!



Neon hanya terdiam tanpa mengeluarkan sepatah kata pun. Neon hanya memasang ekspresi wajah dinginnya itu.


Ainsley yang melihat wajah dingin itu, ia seperti melihat Bert dewasa. Wajah dinginnya Neon sangat mirip dengan ekspresi anaknya sendiri. Memang benar Bert sangatlah mirip dengan Neon Alison.


" Kau harus ikut! ingat kau disini adalah sekretarisku, kau harus mengikuti kemana saya pergi, kau tidak diizinkan sekalipun membantah perintah ku." Penegasan dari Neon dengan menatap lebih tajam kearah Ainsley dan mulut yang sedikit mengertak penuh ancaman.


Ainsley hanya bisa menganggukkan kepalanya dengan pelan, sebagai tanda setuju. Ia ingin sekali menolak kembali, tetapi Neon terus menatapnya lebih menakutkan. Bulu kudutnya saja ikut berdiri, serasa dia sekarang sedang berhadapan dengan hantu.


Matanya benar-benar mengerikan! Batin Ainsley


" Kalau begitu pergi kau sekarang dari ruanganku, aku harus istirahat! kalau kau masih tetap berdiri disitu tanpa keluar, akan menganggu konsentrasiku untuk beristirahat. Cepat keluarlah sekarang." Kata Neon membalik arah, melangkah ketempat bangku yang selalu menjadi tempat andalannya.


" Seenaknya saja dia perintah-perintah saya!" suara kecil Ainsley sebelum meninggalkan ruangan itu. Namun tidak disangka suaranya itu terdengar digendang telinga Neon.


" Apa yang barusan kau bilang, kau bilang aku sedang memerintahmu! "


Neon berdiri maju melangkah pas dibelakang Ainsley.


Dia mendengarnya! Guman Ainsley


" Tidak Tuan, aku tidak mengucapkan sepatah kata pun pada Tuan, mana mungkin aku menjelek-jelekkan Tuan, Tuan kan baik hati dan lembut! " Kata Ainsley yang seolah-olah memberi singgungan pada Tuannya itu.


Wanita ini benar aneh, berani-beraninya dia membangkang kepadaku! awas saja kau..


Batin Neon.


Ia memegang dagu Ainley sambil berbisik


" Kau kira aku tuli."


" Tidak Tuan, aku tidak mengatakan kalau Tuan tuli, Tuan sendiralahh yang mengatakan itu." Jawaban polos Ainsley


" Dasar bodoh! tidak peka."


Kata Neon kembali berdiri dengan tegap.


" Maksud Tuan!"


Ainsley kembali membuka suara


" Keluar kau dari ruanganku, jangan melihatku." Neon mulai kesal dengan tingkah Ainsley. Ia kembali duduk ditempatnya yang tadi dengan memegang bulpoin. " Katanya wanita itu mahasiswa terbaik dikampusnya. Hal begini saja dia tidak peka."


Ainsley terus tersenyum kebahagiaan tersendiri tersirat diwajah cantiknya. Hhahha! aku berhasil mengerjainnya! Dasar Ceo bodoh. Gumamnya yang terus tersenyum.


Siapa suruh berani-beraninya dia memaksaku untuk ikut dengannya, ternyata Tuan Neon kalau lagi kesal lucu juga, aku jadi ingat Bert. Bert sekarang lagi ngapain yah?


Ainsley memperhatikan jam tangannya, rupanya sekarang adalah jam pulang sekolah dari Bert.


Bagaimana caranya agar aku dapat menjemput Bert? aku harus bisa keluar pergi menjemput Bert. Gumamnya yang kwatir memikirkan Bert putranya.


Akhirnya Ainsley pun terpaksa keluar untuk menjemput Bert kesekolahnya. Dilantai 7 mata pria itu terus memperhatikannya dari ketinggian.


Mau kemana dia, kenapa terburu-buru sekali! Guman Neon


" Maaf anda, sedang mencari anak anda? kata penjaga sekolah itu, yah memang tiap hari dia bertugas menjaga sekolah, ia ditugaskan untuk menjaga sampai siang. Sampai sinar matahari tak lagi memancarkan cahayanya.


" Iya Pak, aku mencari Bert Williams putra saya!. Ainsley membalas ucapan itu dengan lembut.


Penjaga sekolah itu kaget dengan wanita dihadapannya yang mengaku sebagai Ibu dari Bert. " Apakah anda benar ibu Bert atau justru kakak Bert?" ekspresi dari penjaga sekolah itu masih keheranan


Tidak heran kalau satu sekolah hampir semua mengenal Bert Williams. Dengan ketampanan yang ia miliki, karakternya yang begitu dingin, kaku, serta memiliki IQ yang tinggi. Ia selalu mengikuti ajang perlombaan untuk anak-anak yang pandai. Itulah yang menjadi ciri khas sehingga Bert sangat terkenal disekolah nya.


" Aku benar ibunya, kemana Bert?" Ainsley mulai panik karena pria paruh baya yang ada dihadapannya sekarang, masih terus banyak tanya.


Suara deringan sms ponselnya masuk. Ternyata pesan dari orang tua Kenta, bahwa Bert ikut pulang bersamanya. Kenta adalah sahabat dekat Bert, mereka berdua dekat karena merekalah yang paling pandai dalam kelasnya.


Ainsley begitu lega mendapat kabar sms ini. Rasa kepanikannya telah hilang diganti dengan senyuman yang manis diwajahnya. Ia pun segera pergi dari situ, untuk kembali ke kantornya.


Ainsley pas berhenti didepan pintu gerbang Algroup, ia mengendap-endap melangkah masuk kedalam ruangan kantor itu. Neon kembali memperhatikannya dari atas. Ainsley bersyukur karena ia berhasil keluar dari kantor tanpa sepengetahuan orang-orang.


" Dari mana saja kau?" Neon membukukkan tubuhnya agar sejajar dengan Ainsley.


" Ah itu Tuan, aku pergi membeli makanan, karena tadi pagi aku lupa sarapan." Kata Ainsley tidak berani menatap wajah tampan itu yang sekarang berada dekat dihadapannya.


" Terus mana makanan yang kau beli?" tanya Neon berpura-pura.


" A..ku langsung memakannya di kafe itu Tuan." Ainsley berusaha mengelak


" Wow luar biasa sekali kau, kau kira aku akan percaya dengan alasan mu yang sangat tidak jelas ini. Aku susah sekali menerjemahkan alasanmu." Kata Neon geleng-geleng kepala.


" Cepat katakan dari mana saja kau, kau memakan waktu terlalu lama!" Neon mulai geram, Neon sangat benci yang namanya kebohongan. Sekali kau berbohong padanya, maka siap-siaplah menerima kebenciannya.


" Boss?" panggilan dari Arka memanggilnya.


Tuan besar sekarang menelfon Tuan, katanya ada kepentingan yang harus Bos bicarakan.


Neon mengambil alih hp itu ditangan Arka. Dan berlalu pergi mencari tempat yang nyaman untuk berbicara kepada Daddy nya.


" Apa..!" Daddy sudah menghubungi Lita untuk pergi bersamaku, aku tidak mau Daddy, sekarang aku sudah punya pacar. Bagaimana mungkin aku mengajak wanita lain." Suara gusar dari Neon ketika berbicara dengan Daddy nya ditelfon. Neon langsung mematikan panggilannya itu. Dan langsung kembali menuju tempat dimana Arka dan Ainsley berada.


Bersiap-siaplah untuk nanti malam, aku akan menjemputmu tepat jam 7 malam dirumahmu. "Cepat katakan dimana alamat rumahmu?" kata Neon dengan nada sedikit memaksa


" Kenapa terlalu malam Tuan?" tiba-tiba mulutnya membuka suara, namun sebenarnya ia tidak bermaksud mengucapkan kata ini.


" Mana aku tahu, tidak usah banyak bicara!" kata Neon menangkis suara kecil yang dikeluarkan oleh Ainsley


Ainsley pun juga sadar akan pertanyaan anehnya itu. Sebenarnya ia juga telah mengetahui bahwa jam seperti itulah yang menjadi kebiasaan orang dewasa untuk mengadakan party.


Lalu bagaimana dengan Bert! Guman Ainsley


" Jadi kau mau membatalkan janjimu yang tadi?" Neon menaruh kecurigaan pada Ainsley yang nampaknya kurang bersemangat.


Ditempat ini Arka hanyalah berdiri, seperti patung yang dipajang di pinggiran jalan.


" Tidak Tuan, aku sama sekali tidak membatalkannya." Di jalan xxx Tuan dapat menjemput ku. Kata Ainsley memberikan alamat pada Neon. Meskipun alamat itu sendiri adalah jalan persimpangan antara rumahnya, memiliki jarak yang lumayan jauh dari rumahnya, sampai sekarang ia masih berusaha untuk menutupi identitas Bert.