I'M Sorry My Love

I'M Sorry My Love
Tamparan dari Daddy!



Pintu gerbang terbuka lebar mengarah pada dirinya, senyuman para penjaga menyambutnya dengan riang.


" Selamat pagi Ainsley ! " sapaan dari pria paruh baya yang telah bertahun-tahun mengabdi di rumah Ley Williams.


Ainsley tidak membalas sapaan darinya, karena tidak di dengarnya, ia masih memikirkan tentang kejadian yang terjadi semalaman.


Tumben sekali Ny. muda Ainsley tidak merespon kita! katanya setelah melihat Ainsley yang berlalu begitu saja.


Ainsley dengan hati-hati melangkahkan kakinya, diruang tamu kedua orang tuanya telah menunggunya.


" Dari mana saja kau? " Ley menatap tajam kearah putrinya


" Tapi malam a..ku menginap diapartemen Cleo! " Ainsley menjawab dengan kaku penuh ketakutan, tidak berani menatap kembali Daddy nya itu.


Plak...! satu tamparan keras melayang dipipi mulus Ainsley. " Jangan membohongi Daddy, Cleo tadi malam mengatakan bahwa kau tidak ada di apartemennya. " Tatapan tajam terus dikeluarkan oleh Ley


" A..ku! " kata Ainsley terbata-bata mencari alasan.


Tidak kunjung mendengar alasan Ainsley, kembali ia melayangkan tangannya untuk segera memberikan tamparan yang kedua kali.


" Dad? cukup hentikan! jangan hukum terus putrimu dengan memberinya terus tamparan! " suara Ainsa yang melihat tangan itu yang akan segera melayang dipipi putri kesayangannya itu.


" Daddy tidak mau lihat kejadian seperti ini lagi! " katanya kemudian meninggalkan kedua wanita ini dihadapannya


" Sayang? maafkan Daddy kamu, dia terlalu sayang dengan kamu, makanya dia terus memikirkan mu sepanjang malam. Tadi malam saja tidurnya tidak nyenyak karena terus kwatir dengan keberadaan kamu. "Kamu tadi malam sebenarnya ada dimana? " Ainsa mengelus rambut anaknya sembari menunggu kebenarannya.


" Sepulang dari apartemen Cleo, Hp aku jatuh oleh sebab itu aku terus mencarinya disepanjang jalan, namun tiba-tiba ada seorang pria yang tidak aku kenal terus mengejarku, sampai aku menemukan rumah temanku yang baru, jadi dia menyuruhku untuk tidur saja dirumahnya, karena takutnya orang itu akan mengejar aku kembali. " Kata Ainsley menyimpan sedikit kebohongan.


Tidak berani menatap mata senduh dari ibu yang telah melahirkannya itu, rasa bersalah atas kebohongannya seakan menjadi beban tersendiri bagi kehidupannya kelak. Untuk menghindari kontak mata itu, ia meminta untuk pamit segera masuk kedalam kamarnya.


.


.


.


" Daddy? " sebenarnya rekan kerja Daddy kemarin malam adalah orang yang ingin menjatuhkan reputasi perusahaan kita, ia sengaja menjadikan aku sebagai alatnya dengan menaruhkan obat perangsang ke minumanku. Entah apa rencana mereka! kata Neon setelah ia mengetahui rencana busuk dari rekan kerja Daddy nya itu.


Untunglah kamu tidak tahu, kalau itu rencana Daddy! tapi dengan siapa dia tidur semalaman? kalau saja Lita tidak terlambat, mungkin saja Lita sekarang sudah menjadi istri Neon! Guman Theo Alison


" Siapa wanita yang telah menjadi korban kamu semalam? " Kata Theo Alison berpura-pura


" Aku tidak bersama dengan wanita siapa pun Daddy, untunglah ada Keanu dan Gilang menolongku! ada apa Daddy? " tanya Neon menaruh curiga


Mereka berdua itu, selalu menjadi penghalang setiap rencanaku! Guman Theo


" Daddy hanya memastikan, karena Daddy akan merasa bersalah bila wanita itu benar-benar ada!" kata Theo


" Neon? sekarang kan kamu sudah besar, apa kamu tidak ingin untuk segera menikah! " Theo selalu berusaha membujuk putra semata wayangnya itu.


" Daddy tunggu, aku akan segera menikah tapi tidak dengan wanita bernama Lita yang Daddy pernah kenalkan dengannku! " kata Neon malas


.


.


.



Ainsley bangun dengan rasa kantuknya yang masih ingin terpejam, tubuhnya terasa malas lepas dari balutan selimut hello Kitty miliknya. Rasa laparnya begitu selalu mengundang nya tiap pagi, anehnya makanan yang cocok untuknya adalah telur padahal selama ini telur sangatlah ia tidak sukai karena baunya yang lumayan menyengat. Selama beberapa hari ini tubuhnya juga mengalami perubahan drastis.


Entahlah mungkin ia makan terlalu banyak! pikirannya selalu


" Sayang? kamu sarapan itu lagi? " Ainsa heran dengan tingkah anaknya yang begitu lahap memakan gorengan telur.


" Iya Mom, ternyata telur ini enak iho! " Kata Ainsley mengunyah lahap makanannya


" Perasaan kamu tidak suka makan telur? katanya kamu tidak menyukainya baunya! " Ainsa memberinya pertanyaan untuk melepaskan kebingungan nya itu.


" Tidak mommy! sekarang aku suka sekali, Mommy? pesanin aku lagi yahh? " Ainsley meminta lagi, mengingat tadi pagi persediaan telur yang ada dirumahnya mulai habis.


Mereka kini terus bercerita, hingga Ainsley selesai sarapan dan melanjutkan dirinya untuk segera pergi ke kampusnya.


.


.


.


.


.


.


.


.


**Hallo Readers 🤗 untuk memberi dukungan pada Author, jangan lupa untuk Like dan Vote. Agar kalian tidak ketinggalan dengan episode barunya, jangan lupa untuk favoritkan 😉


Dan jangan lupa juga untuk memberikan masukan berupa komentar🙏biar Author kembali dapat belajar 🌻


.


.


Terimakasih Semua 💋**