
Brakk....! Suara itu menghentikan lamunannya. " Angry! Kenapa ini bisa terjadi." suara Neon yang kepanikan didalam mobilnya. Matanya tertuju pada seorang anak kecil sedang mengeluarkan darah tak sadarkan diri dijalan itu. Tidak hanya itu, matanya juga ikut melihat seorang pengendara motor, pengendara tersebut ikut terbaring jatuh namun lukanya tidaklah lebih parah dibandingkan dengan anak kecil itu.
Dengan rasa ketakutannya ia berani memberanikan diri untuk segera menghampiri anak kecil yang terluka itu. Sekumpulan orang mulai berdatangan kearah anak kecil itu. Neon yang pertama tiba tepat dihadapan anak kecil itu, diangkatnya kepala anak itu, rambut panjangnya yang terurai ia singkirkan dari luka-luka wajah anak itu. Gadis kecil itu mulai mengeluarkan suara-suara kecilnya, seakan tidak kuat menahan rasa kesakitannya pada saat ini. Seorang saksi mata yang melihat kejadian itu, memaksa pengendara motor tersebut untuk bangun.
" Kau tadi yang menabrak gadik kecil ini!" Kata saksi mata tersebut. Pengendara motor itu langsung ketakutan, tidak tahu lagi apa yang harus ia ucapkan, ia terus menundukkan kepalanya, karena takut dengan kerumunan massal, apalagi gadis kecil yang ditabraknya itu mengalami banyak luka yang sangat terlihat ditubuh serta wajahnya.
Neon langsung mengangkat gadis kecil itu, dan dibawahnya pergi kerumah sakit, akibat perintah dari sekumpulan orang yang berada ditempat itu. Yah; Neon sangat bersyukur, karena bukan dia yang menabraknya. Akibat kebanyakan melamun ia menabrak trotoar jalan. Sebenarnya ia tidak melihat ketika gadis kecil itu ingin menyeberang, karena ingin menghindari ia terpaksa menabrak trotoar jalan, begitu pula dengan gadis kecil itu berniat untuk menghindari mobil itu, dengan tidak memperhatikan arah sekitar, motor yang tiba-tiba melaju dengan cepat menabrak tubuhnya yang mungil itu.
Dirumah sakit, Neon kebingungan, ia tidak tahu menahu gadis kecil itu. Orang yang bersamanya datang mengantar gadis kecil itu, telah pulang duluan, meninggalkan Neon seorang diri.
" Kau harus membantuku!" Kata Neon menelfon seorang wanita, wanita itu adalah Ainsley.
Aisnley semakin kebingungan, sebenarnya ia memiliki urusan penting, ia harus mencari Katie adik dari Kenta. Karena Mommy's Kenta mengatakan kalau sepanjang hari ini Katie belum pulang kerumah, tidak biasanya Katie pulang terlambat. Orang tua Kenta sudah mencari di sekolah, namun tidak ada petunjuk ia dapat, penjaga, bahkan semua teman-teman Katie mengatakan kalau Katie sudah pulang duluan. Mau tidak mau, Ainsley terpaksa menuruti perintah Tuannya itu, meskipun masih menyimpan rasa malu sedikit.
Ainsley meninggalkan Bert dirumah Kenta, untuk menghibur sahabatnya itu agar tidak terlalu panik. Ainsley segera ke alamat yang telah diberikan oleh Neon kepadanya. Tidak memerlukan waktu yang cukup lama, ia sudah sampai, untunglah hari ini tidak seperti biasanya yang sering macet.
" Kenapa Tuan Neon mengajakku kerumah sakit." Guman Aisnley bingung
Suara hpnya kembali berdering, " Iya, aku sudah sampai" kata Ainsley membalas ucapan dari balik telpon itu. Ia segera melangkah kearah ruang inap yang diberikan Neon barusan.
"Ada apa Tuan? Kau memanggilku kesini" kata Ainsley bertanya. Karena bukankah Neon terlihat baik-baik saja saat ini! Aisnley semakin kebingungan.
" Tadi aku menemukan seorang gadis kecil yang telah tertabrak, aku tidak tahu keluarga anak ini, jadi aku memintamu untuk membantuku mencari Keluarganya." Kata Neon
" Tapi..." Kata Ainsley tidak berani melanjutkan ucapannya. Karena ucapannya kali ini mungkin akan membuat Neon marah padanya.
Ya Tuhan, mana mungkin aku tahu keluarga anak kecil itu, aku sendiri kan tidak tahu menahu semua orang yang ada di kota ini.Guman Ainsley
Seorang dokter wanita yang menangani gadis kecil itu, keluar dari dalam ruangan itu. "Apakah kalian orang tua anak ini? sekarang anak anda baik-baik saja, sebentar lagi dia akan segera sadar." Kata Dokter itu.
" Iya Dok! Itu anak kami." Kata Neon
Karena tidak mungkin ia mengatakan itu bukan anaknya, apalagi saat ini ia belum menemukan orang tua anak itu, toh; apa salahnya ketika harus berbohong dulu, apalagi ini demi kebaikan.
" Baiklah, Bapak dan Ibu bisa menjenguknya sekarang." Kata Dokter itu sebelum ia pergi.
Aisnley sempat tersenyum, namun berusaha agar senyumnya itu tidak terlihat oleh Neon. Entahlah apa yang membuatnya senyum.
" Katie..!" suara panggilan Ainsley mengelus lembut rambut lurus adik dari sahabat putranya itu.
" Jadi kau mengenalnya?" Kata Neon heran
" Iya! ini adalah anak tetangga aku, orang tua dia, sekarang ini sangat panik." Kata Ainsley masih tetap mengelus lembut rambut Katie.
" Baguslah! Itu artinya aku boleh pergi. Kau boleh menelfon keluarganya juga. Katakan pada mereka, kalau seorang pengendara motor yang telah menabrak anaknya." Kata Neon menjelaskan. Agar terhindar dari tuduhan orang tua Katie nanti.
Tidak pikir panjang, Ainsley langsung menelfon Kedua orang tua Kenta. Begitu mendapat kabar dari Ainsley, keluarga Kenta langsung segera pergi kerumah sakit tempat Katie dirawat. Begitulah dengan Neon meminta pamit untuk segera pulang. Tidak ada terpikirkan bahwa dirinya harus menunggu orang tua Katie terlebih dahulu.
Ainsley begitu terkesiap begitu Bert ikut kerumah sakit itu. "Bert kenapa kau ikut?" tanya Ainsley mengajak Bert untuk segera keluar dari dalam ruangan itu.
" Mommy? aku tidak memiliki teman dirumah, kalau aku tinggal, aku harus sama siapa?" Kata Bert kesal. Mommy nya selalu melarangnya untuk keluar-keluar.
" Bibi Ain?" Yah; itu adalah panggilan akrab dari Katie dan Kenta pada Ainsley.
" Ada apa Kenta?" tanya Ainsley kepada Kenta yang masih berdiri di pintu.
" Mommy memanggil bibi Ain." Kata Kenta berlari kearah Bert.
Ainsley langsung meninggalkan Bert dan Kenta, rupanya Ainsley diminta oleh kedua orang tua Kenta untuk menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi.
Diluar Bert ingin buang air kecil, Kenta dan Bert berusaha mencari WC kamar mandi, mereka sudah bertanya pada siapa pun yang lewat dihadapan mereka. Ketika mereka telah sampai Bert dan Kenta bertemu dengan seorang pria tampan. Kenta yang masih kecil namun sudah pintar menilai orang.
Kenapa orang dewasa ini sangat tampan, mirip sekali juga dengan Bert.! Apakah pria dewasa ini adalah kembar ketujuh dari Bert." Guman Kenta melirik serius wajah pria itu.
" Hai pria dewasa! Namamu siapa?" kata Kenta kepo
" Neon Alison! kata singkat Neon." Pikirannya kembali mengingat foto kecilnya yang terletak diatas meja kamarnya. Kenapa fotoku begitu mirip dengan anak kecil yang satu ini. Guman Neon.
Paman sangat tampan! Puji dari Bert tiba-tiba. Anak kecil saja yang melihat Neon mengatakan kalau dia tampan. "Tapi paman apakah aku juga tampan seperti paman?" kata Bert fokus memperhatikan wajah Neon.
" Jelas kau juga sangat tampan, karena kau begitu mirip dengan paman ini." Kata Kenta yang tiba-tiba berbicara seperti itu.