I'M Sorry My Love

I'M Sorry My Love
Akibat suara bunyi keroncongan



" Kau ikutlah denganku sekarang, aku akan mengantarmu ketempat yang lebih indah dari taman ini." Kata Neon


" Aku tidak mau, aku tadi sudah mengatakan padamu, kalau aku tidak mau ikut" penolakan dari Ainsley


" Kau tidak boleh menolakku, kau harus mengikuti perintahku. Ingat kau adalah sekretaris pribadiku, setiap ucapanku harus kau turuti" penekanan dari Neon yang penuh maksud tertentu.


Ainsley hanya terdiam menganggukkan kepalanya, sebagai tanda ia akan turut dengan perintah Neon. Neon sadar bahwa anggukan dari Ainsley tidaklah ikhlas, itu terlihat jelas dari raut wajah yang dipancarkan oleh Ainsley. Neon tidak keberatan akan hal itu, yang terpenting sekarang Ainsley ikut bersamanya.


Sejenak Neon masih menunggu ditaman itu, membiarkan Ainsley pergi mengambil tasnya yang masih tertinggal dalam diruangannya. Ketika Ainsley muncul mereka pun berlalu pergi ketempat yang dimaksud oleh Neon.


Perjalanan mereka memerlukan waktu kurang lebih hampir tiga jam. Yah; tempat ini lumayan jauh dari perkotaan, bisa dibilang tempat ini adalah pedesaan. Sedaritadi Ainsley hanya tertidur pulas didalam mobil. Tidak berhenti pula Neon terus memandangi diam-diam.


" Kita sudah sampai" kata Neon menepuk pundak Ainsley yang masih tertidur pulas.


" Benarkah?" ucap Ainsley


" Jam berapa sekarang? kenapa badanku terasa sangat melelahkan.!" Ainsley masih bertanya, sembari mengerakkan bahunya yang terasah pegal.


" Jam 3 sore!" Kata Neon.


Neon tidak mau membuat Ainsley bertanya-tanya lagi, Neon langsung memaksanya untuk segera turun dari mobilnya.


Wow....!! Mulut Ainsley terbuka lebar ketika matanya berhasil melihat pemandangan yang begitu indah. " Sungguh cantik, bagaikan cantiknya Cinderella" Yah: begitulah ketika mengungkapkan kekaguman akan pemandangan yang begitu indah. Ainsley tersenyum sendiri akan kata-kata yang dia deskripsikan barusan.


" Ayok ikutlah aku!" ajak Neon memegang pergelangan tangan kanan Ainsley


" Aku tidak mau, aku sudah sangat menikmati pemandangan ini disini." Tolak Ainsley


" Yah, sudah kalau kau tidak mau, kau tinggal sendiri saja diisini." Kata Neon


" Emangnya kita mau kemana lagi? bukankah kita telah sampai!" balas Ainsley


" Kita belum sampai, ini itu milik orang lain, bukan aku pemiliknya, Villa ku masih jauh." Kata Neon


" Kalau bukan milikmu, terus kenapa kita turun sini?" Kata Ainsley memukul pelan pundak Neon yang berada disampingnya.


" Kau lucu sekali, tidakkah kau liat sendiri, mobil tidak bisa melewati jalan ini," kata Neon tersenyum


Ainsley memperhatikan jalan yang ditunjukkan oleh Neon padanya. Memang benar, mobil tidak bisa melewati jalan itu, kecuali kendaraan roda dua.


Neon dan Ainsley terus melangkahkan langkah kaki mereka, Ainsley benar sangat tidak kuat lagi untuk melanjutkan perjalanannya. "Apakah masih jauh" ucap Ainsley mengelap keringatnya yang bercucuran di dahinya akibat kelelahan berjalan kaki.


" Diamlah, sebentar lagi kita akan sampai. Kalau kau banyak bicara, kita tidak akan sampai." Kata Neon yang terlihat kelelahan juga.


Ainsley terpaksa membungkam mulutnya sendiri, ia berjalan begitu cepat mendahului Neon karena kesal.


" Hei.. kau mau kemana?" kata Neon memanggil Ainsley yang sedikit lumayan jauh darinya


" Aku mau duluan, biar cepat sampai" kata Ainsley membalikkan badannya kearah Neon berdiri


" Ha-ha-ha... Dasar jodoh! sekarang kita sudah sampai" kata Neon berlari berjalan kearah Aisnley


" Ayok kita istirahat" kata Ainsley


" Jadi kau membohongiku?" Kata Ainsley menatap Neon


" Itu karena kau sendiri, kenapa kau meninggalkanku" kata Neon.


" Kau ... Dasar cabul" kata Ainsley memukul pundak Neon. Pukulannya kali lebih keras dari yang sebelumnya.


" Kau menggodaku lagi?" Kata Neon tersenyum


" Sini naiklah, biar aku gendong" Kata Neon


Bodoh amat, meskipun aku kesal dengannya, aku tidak boleh menolak gendongannya. Ini hukuman untuknya, karena dia telah membohongiku. Guman Ainsley


Selama diperjalanan, Neon sebenarnya ingin sekali menurunkan Ainsley. Tapi ia malu mengungkapkannya, nanti justru Ainsley menganggapnya laki-laki yang lemah. Sungguh malu rasanya ketika seorang wanita memandangnya sebagai pria yang lemah.


Perjalanan yang cukup melelahkan, akhirnya mereka tiba di Villa milik kediaman keluarga Alison. Neon sungguh sangat merasakan kelelahan dua kali lipat dari yang dirasakan Ainsley.


Aisnley tersenyum sangat bahagia. Tapi ada rasa kasihan juga ketika melihat Neon yang ngos-ngosan akibat terlalu kelelahan.


" Apakah kau ingin dipijat?" Kata Ainsley


" Baiklah, aku mandi dulu, setelah itu kau boleh memijatku." Kata Neon.


" Kau mandilah duluan, karena disini hanya memiliki satu kamar mandi, atau kau mau mandi bersamaku." Ucap Neon menggoda


" Dasar cabul" kata Ainsley meninggalkan Neon.


Sesuai mereka mandi, Ainsley mengajak Neon untuk segera dipijatnya. Neon mengajaknya masuk kedalam kamar.


" Kenapa didalam kamar? bukankah diruang tamu juga bagus" kata Ainsley kebingungan.


" Disini lebih nyaman, diruang tamu tidak ada sofa, badanku akan tambah sakit." Ucap Neon


Yah; di Villa itu sofa tidaklah ada, semuanya serba terbuat dari kayu. Dinding Villa rumah itu pun terbuat dari papan-papan kayu. Semuanya sangat sederhana, namun tidak menghilangkan kemewahannya.


" Kau berbaringlah, aku akan memijatmu" Kata Ainsley .


Neon pun langsung segera berbaring dikasur minimalisnya itu. Neon mulai membuka bajunya. " Kau kenapa membuka bajumu, bukankah aku hanya memijat kakimu saja!" Kata Ainsley


" Badanku semuanya sakit, karena badan kau yang terlalu berat." Kata Neon mengeledek Ainsley


" Kau pikir kau saja yang lelah" guman Ainsley


Tangan Ainsley mulai memijat bagian belakang Neon, bila terus meladeni ucapan Neon, itu takkan berhenti, dan bisa-bisa memperlambat waktu istirahatnya. Dirinya juga butuh istirahat yang penuh.


Neon tersenyum menggeliat. Menikmati sentuhan tangan lembut Ainsley dibokongnya. Neon membalikkan badan dan tatapan mereka beradu pandang. Neon terlalu fokus pada bibir yang berwarna pink itu. Tubuh seksi dari Ainsley sangat terlihat. Yah; kebetulan semua baju yang berada didalam lemari pakaian itu, semuanya serba transparan dan kecil, sehingga agak terlihat kecil ditubuh Ainsley.


Neon langsung mencumbunya, membalikkan posisi mereka, Ainsley selalu saja gagal menghentikan Neon. Suara bunyi keroncongan dari perut Ainsley terdengar. "Kau lapar?" ucap Neon yang mendengarnya


Ainsley mengangguk, sedaritadi Ainsley memang belum makan.