
Ainsley bingung dengan pria yang ada dihadapannya itu, dari raut wajahnya pria itu sepertinya ingin meminta bantuan. Karena ada rasa kasihan kepadanya Ainsley mendekat kearahnya. Namun tidak disangka pria itu justru melemparkan Ainsley hingga terbaring di kasur. Pria itu semakin mendekatinya hingga meniadakan cela diantara mereka.
Ainsley berusaha untuk mendorong tubuh pria itu, namun tenaga nya tidak lah cukup kuat untuk melawan.
" Tolong.. tolong aku!.. aku kepanasan! " suara gusar yang keluar dari mulut Neon.
Tidak bisa menahan, secara lincah ia merobek dan memaksa melepaskan pakaian yang digunakan oleh Ainsley. Tenaga Ainsley benar-benar tidak berguna lagi, tetesan air matanya semakin terus mengalir di pipinya.
Neon semakin memaksakan kehendaknya, menelusuri tiap inci bagian tubuh Ainsley. Obat perangsang yang telah diminumnya, sangat memberi pengaruh padanya. Kemungkinan obat perangsang itu adalah obat level atas. Sakit yang dialami oleh Ainsley Ketika pria yang bersamanya saat ini, telah merenggut k*suciannya tidak bisa ia ungkapkan dengan sebuah kata-kata.
Malam hari yang begitu suram yang ia alami, tepat yang dikatakan oleh Gilang bahwa gadis ini betul tidak bisa menutup matanya untuk tertidur. Hingga pada saat ini, matahari sebentar lagi memancarkan cahayanya, namun matanya masih tetap terjaga. Matanya yang mulai sembab akibat tangisannya yang tiada berhenti membuatnya kali ini terpaksa harus beristirahat dan membaringkan tubuhnya disamping pria itu. Namun sebelum ia membaringkan tubuhnya, suara dering telepon hp menghentikannya untuk berbaring. Rasa malasnya untuk melihat panggilan suara itu, namun matanya sudah terlanjur melihat layar hp itu yang tertuliskan nama Gilang.
Nama itu tidak asing lagi baginya, nama itu sudah ia dengarkan dengan jelas ketika berada dalam mobil.
"Gilang!!! Nama itu adalah sahabat dari pria ini !" Batinnya sedih mengingat nama itu yang memaksanya masuk dalam kamar ini.
Tanpa pikir panjang, ia pun segera mengangkat suara telfon itu. sebelum ia mengangkatnya mata nya sekali-kali melirik sang pemilik hp itu.
Rupanya dia masih tertidur! Gumannya
Belum sempat ia mengeluarkan kata-kata, suara dari telfon itu mendahuluinya untuk berbicara terlebih dahulu.
" Cepat keluar! " nada perintah Gilang
Meskipun sedikit kasar namun Ainsley bahagia, dengan disuruhnya ia keluar membuatnya terbebas tidak harus menunggu pria ini sampai sadar. Rasa ketidak sanggupan untuk bertatap langsung dengannya membuat Ainsley terburu-buru untuk segera keluar.
Diluar Gilang dan Keanu sudah berdiri menunggu. Tidak lupa sesuai janjinya tadi malam untuk menyediakan uang sebagai kompensasi kepada wanita itu. Suara dorongan pintu membuat kedua pria ini menoleh kearahnya.
" Ambil ini, dan pergilah!! " kata Gilang merendahkan Ainsley.
" Ini apa Tuan! " kata Ainsley heran
" Tidak usah banyak tanya, ini kan yang kamu cari untuk menipu kami? ini upahmu untuk pekerjaan mu yang murahan ini! " Gilang tetap berprasangka buruk
" Maaf Tuan! aku bukan wanita yang anda maksud! aku tidak butuh uang kalian! " Kata Ainsley yang tidak bisa menyembunyikan kesedihannya.
" Jangan sok suci! " kata Gilang kembali ketus
" Diam! suara Keanu menghentikan penghinaan yang terus dilontarkan oleh Gilang pada wanita itu. Meskipun wanita itu tidak dikenalnya namun entah mengapa dia justru bersimpati pada wanita itu. Ingin sekali rasanya untuk menolongnya, dengan menyuruh Gilang terdiam, membuatnya sedikit lega.
Penghinaan dan cacian yang ia terima membuatnya terus menangis sepanjang jalan. Sekarang ia menyadari bahwa ia benar-benar wanita kotor lagi, dulu ia sangat marah ketika orang tidak sengaja mengejeknya seperti itu. Namun kedepannya sepertinya ia tidak memiliki keberdayaan lagi untuk membela dirinya.
Mana ada seorang Pria yang mau dengan wanita kotor sepertiku! Batinnya sedih
.
✓
Disisi lain Neon mulai terbangun dari tidurnya. Namun rasanya ada yang aneh dengan dirinya, tubuhnya sangat lelah dan tempat tidurnya sangat beracakan, bercakkan darah nampak sangat terlihat di seprei tempat tidurnya.
Apakah aku tidak mimpi?
Apakah tadi malam aku benar-benar mabuk?
Ini bukan mimpi, aku benar sungguhan tidur dengan seorang wanita?
Tapi wanita itu siapa? kemana perginya dia?
Sesuai mandi dengan segera ia menghampiri Keanu dan Gilang yang sedang menunggunya di tempat setia mereka.
" Kenapa kamu bisa minum alkohol sebanyak itu tadi malam? " pertanyaan Gilang menhentikan nya untuk bertanya lebih dahulu.
"Aku mendapat telfon dari Daddy ku! untuk segera datang menghadiri acaranya dan bertemu dengan rekan kerjanya, karena Daddy lagi kurang enek badan! kata Neon jujur kepada sahabatnya
Ingin sekali Gilang membahas tentang obat perangsang yang dimasukkan kedalam minumannya itu, namun takutnya ketika ia membahas nya, pasti akan ketahuan kalau dia telah menjebaknya untuk meniduri wanita yang tidak ia kenal.
Rasa penasaran mengenai apa yang terjadi pada dirinya, membuatnya tidak bisa menahan pertayaan-pertanyaan ini yang sejak muncul di pikirannya.
" Apakah tadi malam aku benar mabuk, dan apakah juga aku tidur bersama dengan wanita? " Neon membuka suara
Kerutan muncul di wajah Keanu dan Gilang. Terlihat jelas pada saat ini Keanu berusaha untuk memalingkan wajahnya tapi tidak dengan Gilang meskipun ia juga memiliki sedikit rasa ketakutan, namun ia tetap berusaha untuk terlihat baik-baik saja, agar sahabatnya itu tidak menaruh curiga padanya.
" Aduhh Bro! itu benar kamu tadi malam sedang mabuk, tapi kamu tidak meniduri wanita !" kata Gilang mencoba menyakinkan
Neon percaya dengan apa yang dikatakan oleh Gilang, karena wajahnya terlihat santai-santai saja. Namun tidak dengan Keanu sepertinya ada yang sedang ia sembunyikan darinya.
" Keanu? kamu kenapa? " tanyanya curiga dengan melihat mimik wajah Keanu.
" Ah Biasalah Bro, dia lagi marahan sama Carroll! " kata Gilang menjawab
" Yang aku tanya bukan kamu, tapi Keanu sepertinya memang betul ada yang kalian sembunyikan dariku?" kata Neon penuh curiga
" Ah tidak Bro! " memang betul yang dikatakan oleh Gilang, aku dan Carroll tadi malam tidak dalam baikan, sepertinya ia sudah memiliki kekasih lain! Kata Keanu terbawah sedih.
Memang beberapa hari ini Carrol pacarnya sering menyalahkannya, bahkan pernah mengancam untuk menghentikan pertunangan mereka.
Saat mendengar penuturan dari Keanu membuat Neon percaya padanya. Karena ia pun juga tahu hubungan antara Keanu dan Carroll sering terjadi percekcokan.
Namun meskipun ia percaya dengan perkataan kedua sahabatnya ini, entah mengapa hatinya mengajaknya untuk tidak mempercayainya.
Rasanya ingin sekali mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi! Namun kedua sahabat dari kecilnya telah menjelaskannya ia tidak ambil pusing lagi dengan kejadian tadi malam.
Mana mungkin sahabat yang sudah aku anggap sebagai saudara ini, berani membohongiku! itu tidak mungkin! Batinnya
.
.
.
.
.
**Hallo Readers 🤗 untuk memberi dukungan pada Author, jangan lupa untuk Like dan Vote. Agar kalian tidak ketinggalan dengan episode barunya, jangan lupa untuk favoritkan 😉
Dan jangan lupa juga untuk memberikan masukan berupa komentar🙏biar Author kembali dapat belajar 🌻
.
.
Terimakasih Semua 💋**