I'M Sorry My Love

I'M Sorry My Love
Apakah aku harus jujur?



Tepat jam 7 dini malam, Ainsley sudah berpakaian rapi. Meskipun hanya balutan pakaian sederhana, tapi tidak mengurangi kecantikannya. Apapun yang ia gunakan selalu cantik ditubuhnya. Tidak ada barang branded lagi dimiliknya. Malam ini terpaksa ia kembali menitipkan Bert pada orang tua Kenta. ;Yah, Bert dan Kenta saling bertetanggaan, rumah mereka saling berdampingan.


" Sayang Mommy ada pekerjaan lain yang mommy harus kerjakan!" Ainsley memberikan ciuman pada kedua pipi Bert.


" Mommy? jadi Mommy juga kerjanya dimalam hari.! Mommy tidak punya waktu lagi yah sama Bert!" suara senduh dari Bert.


" Sayang? Besok Mommy janji, Mommy tidak akan kerja malam lagi!" kata Ainsley menatap lembut putranya


" Mommy tidak sayang lagi sama Bert!"


sungguh sakit mendengar ucapan yang baru dikeluarkan oleh Bert, rasa ketidak sanggupan untuk meninggalkannya malam ini menyelimuti hati Ainsley.


" cuman malam ini saja sayang!"


Ainsley memeluk Bert dengan erat, menghujaninya dengan banyak ciuman.


" Ayokk sayang, Mommy antarkan kerumah Kenta! kamu bisa bermain dengannya!" Ainsley mengendong Bert.


Bert kembali memasang wajah dinginnya itu. Entahlah sikap dari Bert susah ditebak, kadang baik dan kadang pula dingin.


" Wahh, anak Mommy udah besar!" Kata Ainsley. Baru kali ini lagi ia mengendong Bert.


Suara ngos-ngosan yang terus Bert dengar dari mulut Mommy nya. Membuat Bert tidak tega. " Mommy!! sudah turunkan aku, aku sudah bisa masuk kedalam sendiri" Bert memaksa mommy nya untuk segera menurunkannya.


" Baiklah sayang, sekarang masuklah kedalam rumahnya Kenta, Mommy pamit dulu." Ainsley memeluk putra kecilnya sebelum berangkat, ia menurunkan Bert didepan rumah Kenta.


Bert kabur dari rumah Kenta, ia begitu mudah kabur dari rumah Kenta, karena belum ada orang yang mengetahui kehadirannya. Bert berlari memasuki rumahnya, Hiks.. Hiks.. Hiks..! tangisan Bert disudut pintu rumahnya.


Bert yang malang, sebenarnya dia adalah orang yang sangat tidak bisa jauh dari Mommy Ainsley. Buktinya hari ini dia menangisi, karena sejak dari tadi sampai sekarang, mommy tidak ada waktu baginya.


Mobil sport hitam itu telah berada pada jalan persimpangan jalan. Lima menit yang lalu Neon telah sampai. Ia berdiri menghadap setiap sudut jalan, matanya tidak terhenti mencari seseorang. Kakinya menendang-nendang krikil batu yang ada. Lima menit adalah waktu yang lama baginya, ia paling benci dengan namanya menunggu, sangat tidak nyaman.


Matanya berbinar ketika wanita yang ditunggunya sedari tadi telah muncul.


Cantik juga! Batinnya


" Kenapa kau terlambat? aku memintamu untuk memberikan alamat rumahmu, kenapa kau memberikan alamat jalan?" kata Neon kesal


" Tuan kan tahu kalau tadi aku sudah mengatakan pada Tuan, kalau aku dilarang orang tuaku keluar malam. Makanya itu, aku tidak berani memberimu alamat rumahku, Nanti Daddy dan Mommy ku tahu." Kata Ainsley masih menarik nafasnya yang tersengal-sengal.


" Kenapa tidak dari awal bersiap-siap? kau pasti sengaja biar aku menunggumu." kata Neon dingin


" Mana mungkin aku sengaja!" Kata Ainsley ketus


" Ini buktinya kau terlambat! " Neon mengeraskan suaranya


" Aku hanya terlambat 5 menit " kata Ainsley membalas


" Tapi aku tidak suka menunggu " Kata Neon


" Siapa suruh kau menungguku " Ainsley secara tidak sadar, terus membalas ucapan dari Tuannya itu.


" Sini!! " Dengan wajah yang tampak kesal, ia menarik tangan Ainsley hingga tubuh mereka berhimpitan. "Jangan membantah, kau sudah berani membantahku." Neon semakin mendekati wajahnya hingga meniadakan cela diantara mereka. Ainsley memeramkan matanya, hatinya berdebar kencang.


" Kau kenapa tutup mata " kata Neon heran.


Betapa malunya Ainsley hingga wajah putihnya berubah menjadi merah seketika.


Lalu Neon menjauhkan tubuhnya, ia membuka pintu mobilnya, kemudian segera mendorong Ainsley hingga masuk kedalam mobil. Ainsley yang sudah terlanjur malu, ia tidak protes lagi dengan tindakan Neon padanya saat ini. Meskipun itu kasar. Ainsley berusaha menyembunyikan wajahnya.


" Berpura-puralah menjadi pacarku nanti" Kata Neon tiba-tiba


" Apa kau senang?" Neon kembali meliriknya


" Tidak Tuan!" kata Ainsley membalik arah, tidak sanggup terus melihat wajah tampan Tuannya itu.


Jadi dia tidak senang! batin Neon


" Pokoknya, profesionalah nanti didepan wanita yang Daddy jodohkan padaku. Kau harus menampakkan kemesraan, kalau tidak aku akan mencari tahu alamat rumahmu, dan membuat orang tuamu menderita. " Kata Neon serius


Apakah sekarang aku harus jujur padanya, bahwa dia telah memiliki seorang putra. Aku tidak bisa menyembunyikannya terus, bagaimana pun Bert juga putranya! Guman Ainsley


" Baiklah Tuan, aku akan profesional.!" kata Ainsley.


" Tuan apakah perjalanan kita masih jauh?" tanya Ainsley


" Mungkin sekitar 5 menit kita akan tiba!" Neon masih tetap fokus menyetir


Nantilah setelah pulang dari acara ini, aku akan menceritakannya. Batin Ainsley


Yah betul saja, lima menit mereka sudah tiba ditempat itu. Neon selalu pandai dalam memperkirakan jam.


" Ayok turun, didalam teman-teman aku sudah menunggu!" Neon mengandeng tangan Ainsley, membiarkan tangannya menyentuh pinggang ramping Ainsley memasuki hotel tempat mereka mengadakan acara itu.


Semua orang didalam memandanginya, mereka benar-benar terpukau melihat keromantisan Neon dan Ainsley.


" Wow! pasangan yang romantis!" kata salah seorang tamu


Begitu pula dengan Lita, mulutnya terbuka tidak percaya. Ainsley..! Neon...! bagaimana bisa mereka...! Guman Lita


Neon mendekat kearah Lita, dengan tidak melepaskan tangannya dari pinggang ramping Ainsley.


" Hai Lita!" sapa Neon. Neon berbisik ditelinga Ainsley; "tersenyumlah padanya, dia adalah wanita yang aku maksud"


Apakah mereka akan pamer kemesraan padaku, dia berani-beraninya ingin berc*uman dihadapanku. Awas kau Ainsley!! Guman Lita Kesal


Begitu pula yang dirasakan oleh Ainsley, ia sangat kaget, ketika wanita yang dimaksud Neon adalah Lita temannya.


" Lita? kau disini, sejak lama tidak bertemu denganmu!" kata Ainsley tersenyum


" Jadi kalian sudah saling mengenal!" kata Neon menghilangkan kebimbangan antara mereka


" Tidak! kami tidak saling mengenal!" Kata Lita dengan suara ketus


Kenapa dia berbohong!. Apakah dia marah,


karena tahu hubungan aku dengan Neon. Guman Ainsley


" Neon maksud kau apa? bukankah kita telah dijodohkan, kenapa kau mencari wanita lain?" Lita tidak terima semua ini, seandainya Neon tidak ada dihadapannya, ingin sekali melampiaskan kekesalannya pada Ainsley.


" Kau tahu sendiri Lita, aku hanya menganggapmu sebagai adik, tidak lebih!." Kata Neon


" Tapi kita sudah pernah berpacaran! aku tahu kau masih mencintaiku, buktinya kau dari dulu tidak mencari penggantiku " kata Lita memanas-manaskan Ainsley.


Yah, mereka sebenarnya memang pernah menjalin hubungan, tetapi Neon memergokinya sedang berkencan dengan pria lain.


" Owh atau kau sengaja mencari pasangan sekarang, karena kau hanya membuatku cemburu, tapi bukankah ketika pasangan membuat kecemburuan, itu artinya dia belum bisa move on!" Lita memberi singgungan pada Ainsley


Jadi Neon masih sangat mencintai Lita, ia menyuruhku menjadi pacar pura-puranya hanya untuk membuat Lita cemburu. Batin Ainsley.