I'M Sorry My Love

I'M Sorry My Love
Aku sungguh malu



Neon dan Ainlsey beranjak merapikan pakaian mereka, terutama Ainsley yang tergesa-gesa memasang kembali kancing bajunya. Karena suara ketukan pintu itu semakin terdengar, mengganggu pendengaran Neon. Seketika Neon langsung membantu Aisnley memasang kancing baju Aisnley. Yah; memang Neon pantas membantunya, karena dia sendiralah yang membuat kancing baju itu terlepas.


Sejenak mereka berdua saling memandang, pandangan Neon kembali terpaku pada bibir pink Ainsley. Ia menahan dirinya sendiri untuk tidak lepas kendali lagi.


Ainsley melangkah menghadap pintu yang terus berbunyi sedaritadi. "Silahkan masuk" ucap Ainsley melihat Arka berdiri dihadapannya


" Ada apa kau kemari, aku tidak memanggilmu!" kata Neon terlihat sedang kesal. Karena Arka lah yang sudah menganggu aktivitasnya


" Tuan..? parah karyawan banyak yang datang terlambat, aku menyuruhnya berkumpul diruang rapat." Ucap Arka


" Terus apa urusannya denganku, bukankah kau tahu sendiri apa hukuman yang cocok dengan mereka." tatapan kesal itu masih menaungi Arka


" Tapi Tuan?"


" Tapi apa?" Neon langsung memotong ucapan dari Arka.


Mengapa Tuan mengatakan seperti itu, bagaimana bisa aku memberinya hukuman, aku tidak tahu cara menghukum orang. Guman Arka bingung


" Baiklah Tuan! aku akan memberinya hukuman." Kata Arka membungkuk, lalu beranjak segera keluar dari ruangan Tuannya itu. Namun sebelum ia meninggalkan ruangan itu, langkahnya terhenti tepat di depan Ainsley.


" Ainsley...? kau tidak mau ikut denganku. Kita akan memberi hukuman pada karyawan yang telah terlambat." Arka mengucapkan kata itu dengan tersenyum


" Ainsley akan tetap tinggal disini bersamaku, cepat pergilah!" Usir Neon


Setelah Arka tidak terlihat lagi, Neon menutup erat pintu ruangannya, tidak lupa dia mengunci kenopnya, dan memastikan bahwa ruangannya itu benar terkunci. Tangannya kembali memegang tubuh Ainsley, digendongnya, dan didudukannya pada sofa.


" Kau mau apa?" kata Ainsley memastikan bahwa dugaannya benar


" Sial... akan ku bunuh kau Arka" kata Neon menggerutu


Seringai tipis muncul dibibir Ainsley, teringat kembali dengan kejadian yang sedaritadi selalu gagal akibat ketukan pintu. Ini kebetulan atau memang pada saat ini, semuanya berpihak pada Ainsley. Sama seperti tadi ia melangkah maju mendahului Neon yang masih duduk di sofa itu, dengan sorot mata yang terlihat kesal. Segera Ainsley ingin membuka pintu itu, namun Neon menghentikan langkahnya. "Biar aku saja yang membukanya, akan kubunuh dia sekarang juga." Neon masih terlihat kesal


" Untuk apa kau kemari?" suara Neon mengeras. Neon menatapnya dengan tatapan tajam.


Ainsley berdiri, merasa penasaran dengan orang yang berada dibalik pintu itu. ;Itu karena Neon tidak sepenuhnya membuka lebar pintu itu.


Apa yang mereka lakukan? kenapa sedaritadi aku mencoba membuka pintu itu, pintu ini justru terkunci." Batin Sena memandang sinis Ainsley


" Aku hanya ingin mengatakan kalau parah karyawan yang terlambat, telah dipulangkan oleh Arka. Aku mencoba menghentikan Arka, namun Arka bersikeras dengan keputusannya sendiri." Kata sena menjelaskan


" Kalau begitu, suruh Arka menungguku diruang Rapat jam 10:00 nanti. Dan pergilah sekarang!" Kata Arka menyuruh Sena segera pergi darinya.


Bagaimana ini, Apakah Neon kembali akan mengulanginya. ! Guman Ainsley


Ainsley kembali duduk ketika Neon semakin berjalan mendekak kearahnya. Neon mendudukkan tubuhnya juga tepat di samping Ainsley. Ia mendekati wajah Ainsley, hampir tiada titik cela diantara kedekatan mereka. Ainsley memejamkan kedua matanya. "Kau..? kenapa menutup matamu.!" ucap Neon


Rasanya ingin langsung ingin menghilang saja, ketika mendengar ucapan dari Neon itu. Yah; sungguh malu rasanya mendengar ucapan itu. Tidak sanggup untuk membuka kedua mata yang tertutup ini. "Aku sungguh malu" guman Ainsley


Karena terlalu lama membuka mata, Neon kembali menc*umnya. Karena tidak ada penolakan dari Ainsley, Neon semakin tidak menghentikan aktivitasnya itu. Karena merasa sudah hampir kehabisan nafas, akhirnya Ainsley membuka kedua matanya.


" Akhirnya kau membuka matamu, rupanya kau sedaritadi yang selalu menggodaku, caramu menggoda sungguh lucu" ucap Neon