
Bert merasa cemas, jangan-jangan ada sesuatu yang terjadi diluar, ia berdiri gelisah berlari keluar halaman rumahnya. Firasatnya benar-benar sungguh tidak baik. Emosi menguasai hatinya saat melihat mommy nya terbaring tak sadarkan disudut jalan rumah mereka.
Ia mengepalkan kedua tangannya. "Siapa yang telah melakukan ini?" ucapannya penuh tanya. Ia melangkah lebar mendekat disertai air mata yang turun di kelopak matanya.
" B..e..r..t" ujarnya parau memandang putranya yang kini menangis dihadapannya.
" Apa yang terjadi, kenapa mommy bisa begini?" Air mata Bert menyelimuti sekitaran wajahnya.
Tidak banyak percakapan yang terjadi. Sampai sekarang Ainsley tetap berusaha membuat dirinya agar ia tidak lemah dan memaksakan kelopak matanya agar tidak tertutup. Untungnya pada saat itu, tetangga yang berdekatan dengan rumah mereka, sama sekali tidak ada yang melihatnya. Entahlah mereka kemana semua.
..
" Daddy, tolong jangan bicarakan itu dulu sekarang. Aku mau istirahat." Ucap Neon menolak ketika Daddynya mengajaknya berbicara mengenai pernikahannya dengan Lita
" Baiklah. Tapi dalam minggu ini kau harus bertunangan dengan Lita." Kata Theo Alison sebelum meninggalkan Neon didalam kamarnya itu.
" Daddy?" panggilan dari Neon ketika melihat Daddynya hampir membuka pintu kamarnya
" Ada apa, kenapa kau memanggil balik Daddy?" ujar Theo Alison
" Jadi Ainsley benar anak dari pembunuh Mommy?"
" Untuk apalagi, kau menanyakan itu. Sudah jelas kalau dia adalah anak dari keluarga Ley Williams, yang sengaja menabrak Mommy mu itu" Ujar Theo Alison menampakkan wajah sedihnya
Yang Daddy nya ucapkan ada benarnya juga, karena sedari dulu, yang Neon tahu kalau Mommy sengaja ditabrak. Yang paling buat Neon sakit hati ketika mendengar bahwa orang itu tidak bertanggung jawab, justru malah membiarkan Mommy nya terbaring berlumuran darah didalam mobil itu hingga nafas terakhirnya menjemputnya. Neon selalu menunggu orang itu untuk datang meminta maaf padanya, namun sampai sekarang orang itu tidak pernah memunculkan wajahnya. Justru sekarang orang itu, sengaja menghadirkan anaknya dihadapan ku, entah apa tujuannya? ataukah mereka sengaja agar bisa kembali menghancurkan kehidupan kami. Tapi gadis itu sungguh hebat, ia begitu mudahnya membuat ku jatuh hati padanya. Tapi sekarang, rasa cintaku berubah seratus persen menjadi benci. Aku benci pembunuh ibuku, apapun akan aku lakukan untuk membalas dendamku yang sedari dulu selalu ku pendam. Guman Neon geram
Theo Alison dapat memprediksi aurat yang dipancarkan oleh Neon. Yah; Neon sekarang benar-benar dilanda masalah. Saat Neon dilanda masalah, ia sendiri pun juga takut meladeninya. Hal seperti ini sudah dua kali ia melihat Neon separah ini. Pertama, ketika Neon berumur 12 tahun. Theo Alison sendiri pun tidak menyangka kalau Neon yang semuda ini berani menghukum cambuk sopir pribadi milik mereka, diam-diam ia mengambil pistol Daddynya dan mengerakkan pelatuk pistol itu hingga membuat sopir pribadinya itu tewas seketika. Yah; itu berawal ketika sopir itu tidak becus dalam menjaga Mommy nya, justru membuat Mommy nya mengendarai mobil sendiri, hingga membuatnya tertabrak.
Membayangkan semua kejadian itu membuat Theo Alison merasa geli sendiri. Yah; Neon mengikuti jejak Mommy nya yang memiliki sifat yang tidak segan-segan pada seseorang. Mommy nya dulu adalah ketua gankstar, wanita tomboy, tapi karena perjodohan dengan Theo Alison, membuatnya perlahan-lahan menjadi wanita yang baik dan anggun. Namun disaat ia sudah menjadi baik, justru nyawa datang merenggutnya.
" Daddy? kenapa kau tidak pernah mengatakan yang sebenarnya padaku. Seandainya dari dulu aku mengetahui tentang keluarga pembunuh itu, mungkin saja mereka sudah mendapatkan imbasnya." Tatapan kembencian diwajah Neon saat mengingat Ainsley.
" Dulu Daddy tidak mau kalau kau terlalu fokus dengan orang yang membunuh Mommy mu itu. Oleh sebab itu Daddy menutupi identitas mereka, agar kau fokus dengan pendidikanmu. Apalagi saat itu kau masih sangat terlalu muda, mereka bisa saja melukaimu dengan begitu mudah. Tapi sekarang kau sudah besar. Apapun yang kau lakukan, Daddy akan tetap selalu mendukungmu." Ucap Theo Alison menepuk pundak Neon.