
Setelah mengantarkan Bert kesekolahnya, biasanya Ainsley menuju ke tempat toko yang ia tempati bekerja. Namun kali ini berbeda, ia pergi Kantor Algroup.
" Mohon maaf ganggu waktunya, apa benar ini adalah alamat Kantor Algroup? " kata Ainsley bertanya pada satpam yang berdiri disitu.
" Iya Nona! ada perlu apa nona kemari? " Satpam itu memperhatikan gerak gerik dari Ainsley yang kelihatannya adalah orang baik-baik.
" Katanya kantor ini lagi membutuhkan karyawan baru? apakah itu benar?" kata Ainsley
" Memang betul nona! tapi ketika bekerja dengan Boss kami, nona harus bersabar karena Boss ini kejam nona, tidak segan-segan memperlakukan kita dengan kejam. Beberapa hari yang lalu, kebetulan yang menjadi sekretaris disini adalah keluarga saya sendiri, karena tidak tahan dengan perlakuan Boss kami, ia sengaja membuat rumor dirinya kalau ia telah berhianat. Kata satpam itu
Otaknya masih terpikirkan dengan penuturan dari satpam yang ada dihadapannya ini. Pikirannya menolak tapi hatinya berkata ia untuk terus berusaha mendapatkan pekerjaan ini.
Aku tidak boleh egois! ini demi bert! kata- kata itu yang selalu memotivasi Ainsley.
Mobil sport mewah berwarna hitam melaju dihadapannya. satpam itu segera berlari dengan terburu-buru untuk membukakan pintu gerbang.
Ainsley berdiam diri menunggu satpam itu lagi, namun satpam itu tak kunjung datang menghampirinya. Terpaksa ia mengikuti mobil sport tadi, tapi ketika ia tiba tepat di dekat mobil itu, ia mengintip kedalam mobil itu, didalam sudah tidak terlihat sang pemiliknya.
Ia memberanikan diri untuk masuk kedalam kantor itu. Semua orang menatapnya dengan tajam. Ia terus mencari Resepsionis, untungnya tidak berapa lama ia berjumpa dengannya.
" Anda perlu apa? " kata Resepsionis itu juteks
" Selamat pagi nona! apakah Ceo dari kantor ini ada?" tanya Ainsley
" Anda sudah janjian sebelumnya atau..."
" Belum nona! " Ainsley langsung menghentikan kata-kata dari resepsionis itu.
"Maaf kalau begitu, anda tidak bisa menemuinya! silahkan pergi dari sini." kata resepsionis
" Kalau boleh tahu, apakah benar kantor Algroup ini sedang membutuhkan tenaga pekerja?" Kata Ainsley yang tetap masih diam terpaku
"Maaf, karyawan di kantor ini sudah full!" kata Resepsionis
" Siapa yang bilang kalau karyawan di kantor ini sudah full! " kata pria dari balik lift. Ia adalah Arka asisten pribadi dari Neon Alison.
Tidak jauh berbeda dari Neon Alison yang memiliki tubuh yang atletis dan tampan. Tetapi Arka lebih memiliki tatapan yang lembut.
Sena sang resepsionis itu hanya diam terpaku, kali ini ia kedapatan lagi berbohong. Meskipun ia takut, ia berpura-pura seolah-olah dirinya baik. Ia tidak takut pada siapa pun di kantor itu kecuali Neon Alison. Karena sebenarnya juga Sena memiliki perasaan pada bossnya itu.
" Selamat datang nona! apakah benar kamu ingin mendaftarkan diri di kantor ini?" tatapan lembut yang terpancar di wajah Arka
" Iya Tuan!" jawab Ainsley singkat
" Kalau begitu serahkan formulirmu, nanti bos kami yang melihatnya terlebih dahulu." kata Arka yang memperhatikan map yang dipegang oleh wanita ini.
Ainsley pun menyerahkan formulirnya pada Arka. Setelah itu ia berpamitan dari tempat itu.
"Boss? " kali ini ada seorang wanita yang melamar pekerjaan, yang menjadi permasalahannya adalah wanita ini belum lulus kuliah, tapi wanita ini cerdas Bos, terlihat formulirnya ia memiliki ipk yang cukup tinggi. kata Arka panjang lebar
" Kalau begitu terima saja dia!" kata singkat Neon
Tumben sekali Bos Neon menerimanya begitu saja, tidak seperti yang sebelum-sebelumnya! Guman Arka.
" Apakah saya langsung menghubunginya untuk segera datang besok?" kata Arka sekali lagi.
" Itu urusanmu! " Neon berjalan menuju tempat duduknya.
.
.
Ainsley begitu kegirangan setelah mendapat kabar dari kantor Algroup bahwa ia di nyatakan diterima. Ia loncat kegirangan dan bernyanyi tidak jelas.
" Mommy ngapain..?"
dinginnya ekspresi yang dikeluarkan oleh Bert
" Sayang! Mommy sekarang punya pekerjaan yang lebih baik, nanti mommy bisa belikan kamu sepeda baru." kata Ainsley berdiri sejajar dengan putranya.
" Mommy aku tidak suka sepeda! "
Bert selalu berbohong, ia tidak mau membuat mommy nya kelelahan mencari uang karena dirinya. Meskipun ia terkadang memancarkan aurat dingin kepada mommy nya, tapi sebenarnya dia sangat mencintainya.
Ainsley terus sedih, ketika selalu ingin memberi sesuatu pada Bert, Bert selalu menolaknya, ia sedih bukan karena Bert tidak suka pemberiannya, tetapi ia tahu jalan pikiran putranya itu.
Bert dari dulu ingin sekali menanyakan tentang keberadaan Daddy nya, tapi ia sendiri memiliki ketakutan akan hal itu.
" Mommy?? Daddy dimana sih? "
kata Bert yang tidak bisa menahan ucapan itu.
Ainsley bingung menjawab apa, baru pertama kali ia mendengar Bert menanyakan Daddy nya. Sebenarnya ia hampir menangis mendengar pertanyaan putranya, tapi coba menahannya, ia takut kalau Bert akan berpikiran yang tidak-tidak.
" Daddy lagi kerja sayang! "
" Tapi kenapa Daddy tidak pulang kerumah? apakah benar yang dikatakan oleh teman aku, kalau Daddy kita tidak pulang kerumah, itu artinya aku punya ibu tiri! " Kata Bert menatap wajah mommy Ainsley.
Air mata yang tertahan, kini tidak bisa lagi tertahankan. Air matanya mengalir di pipinya. Bert yang melihat mommy nya menangis, ia langsung memeluknya dan berjanji tidak akan bertanya lagi tentang siapa dan dimana Daddy nya sekarang.
Aku tidak tahu, apakah aku harus membongkar siapa sebenarnya Daddy kamu, ataukah aku terus menyembunyikan rahasia ini sampai kamu dewasa! Batin Ainsley. Air mata terus mengalir dipipi Ainsley.
Kasihan sekali putranya yang tidak bisa merasakan kasih sayang seorang ayah. Ia sudah berjanji untuk tidak mencari pria lain, ia takut kalau Bert akan mendapatkan ayah tiri yang memperlakukan Bert tidak adil.