I'M Sorry My Love

I'M Sorry My Love
Aku akan membunuh anakmu!



Wajah Lita kelihatan berbinar kegirangan ketika mendengar penuturan dari Gilang bahwa dia akan membantunya untuk mendekati Neon.


" Bukankah kau ingin bertemu dengan Neon? kenapa masih berdiri disini." Kata Gilang yang masih kepikiran mengenai Lita yang tiba-tiba muncul dihadapannya.


" Aku sebenarnya mau pulang, karena Neon belum juga datang!" kata Lita mengelak. Sebenarnya ia masih ingin tinggal disini untuk mengawasi Ainsley, rupanya dia telah tersimpuh malu mengenai kejadian sesaat, dimana dirinya tiba-tiba lari kegirangan menjemput Gilang didepan pintu Lift. Untuk menutupi rasa malunya terpaksa ia berbohong bahwa ia akan segera pulang.


" Kau jangan pulang dulu!" kita tunggu saja Neon diruangannya. Kata Gilang mengajak Lita


" Baiklah!" Lita senang karena dengan ajakan dari Gilang, membuatnya punya alasan untuk tetap tinggal dikantor ini.


Langkah kaki mereka berdua pun melangkah masuk kedalam ruangan Neon. Lita yang berjalan terlebih dahulu, dan disusul oleh Gilang. Walau sudah lama Lita tidak menjejakkan kaki dikantor Algroup ini, tetapi ia masih hafal dengan jelas ruangan-ruangan yang ada. Mereka berdua berjalan masuk melewati Ainsley. Resepsionis pun tidak ada yang berani menghentikan langkah mereka, mereka semua takut pada Lita.


Ainsley melamun dimeja kerjanya, setiap ucapan Lita masih terbayang dipikirannya.


Apa maksud sebenarnya Tuan Neon mengajakku untuk menjadi pacar pura-puranya! Tapi bukankah bagus ketika aku dan Neon benar memiliki hubungan, dengan begitu secara perlahan aku akan memberitahu kepadanya mengenai Bert. Gumam Ainsley terus berfikir.


" Auwhh! Sakit..." Pekik Ainsley merasakan kesakitan di jidatnya. Tidak disangka Neon datang diam-diam kearahnya dengan menampar kecil jidatnya.


" Kau kenapa memukulku?" kata Ainsley yang masih kaget, tidak terima perlakuan dari Neon.


" Kau kenapa sedari tadi aku memperhatikanmu dari balik pintu, kau hanya melamun terus?" tanya balik dari Neon


" Tapi aku tidak melihatmu keluar dari lift?" Kata Ainsley


" Memang aku tidak keluar dari pintu lift, karena aku mengunakan tangga darurat untuk menuju kesini!" Kata Neon


Yah; Neon memang dari dulu selalu menggunakan tangga darurat untuk menuju ruangannya. Ia sengaja melakukannya hanya sebagai olahraga bagi tubuhnya, ia menggunakan lift bila ada hal-hal yang mendesak saja. Makanya ketika ia muncul Ainsley tidak melihatnya, karena ia munculnya dari pintu belakang ruangan ditempat itu.


" Tuan? Tuan Gilang dan Lita tunanganmu sedang menunggu diruanganmu. Kata Ainsley sedikit menyimpan rasa sakit ketika menyebut nama Lita sebagai tunangan dari Neon. Tidak lupa ia terus memperhatikan sedikit keringat yang menetes di dahi Neon.


" Baiklah aku segera menghampirinya." kata Neon meninggalkan senyum manisnya, lalu berlalu pergi menuju ruangannya untuk segera menghampiri kedua sahabatnya itu.


" Apa yang kalian lakukan berdua?" Kata Neon ketika melihat fokus Gilang dan Lita yang duduk bersampingan tepatnya lebih intim di sofa.


Lita mengeser tubuhnya agar lebih jauh dari Gilang, ketakutan Lita mulai timbul ketika sorot mata Neon terus mmenyorotinya secara tajam.


" Neon? aku kemari karena Tuan Theo menyuruhku untuk datang menemanimu disini. Karena Tuan Theo berfikir kau sekarang tidak memiliki sekretaris baru, oleh sebab itu aku yang disuruh untuk datang menemanimu!" kata Lita dengan suara lembutnya


" Katakan pada Daddy, sekarang aku tidak lagi membutuhkan sekertaris baru, karena aku sudah punya kekasih yang bisa aku jadikan sebagai sekretaris yang dapat mendampingiku bila ada keperluan kantor." Kata Neon malas memperhatikan Lita


" Terus aku harus katakan apa pada Tuan Theo?" kata Lita


" Katakan saja, bahwa aku menolakmu sebagai sekretarisku, apalagi menjadi calon suamimu." Penekanan serius dari Neon.


" Jadi maksud kau, kau menjadikan wanita j*lang itu sebagai sekretarismu?" Gilang beranjak berdiri berjalan kearah Neon.


" Jangan pernah katakan Ainsley sebagai wanita j*lang, itu sama halnya kau merendahkan diriku." Keseriusan diwajah Neon sangat terlihat jelas ketika ia mengucapkan kata itu.


" Tidak ku sangka, karena wanita j*lang itu, kau berani-beraninya kasar pada kami." Kata Gilang mulai geram


Melihat reaksi dari Gilang, Neon berusaha untuk tidak mengeluarkan kata-kata lagi yang dapat memancing emosi Gilang.


" Kau menolak Lita yang selama ini banyak membantu kita, tetapi kau justru tidak tahu berterimakasih padanya, hanya karena wanita j*lang kau melupakan kebaikannya." Kata Gilang


" Bukankah kau dan Lita sudah tunangan, tapi kenapa kau justru mencari wanita lain?" kata Gilang. Gilang terus memandang geram Neon, yang terlihat Neon hanya diam saja, sambil mengangkat kakinya sebelah diatas meja kerjanya.


Tidak mendapat respon dari Neon, akhirnya ia keluar tiba-tiba dari ruangan sahabatnya itu.


Kenapa Gilang terlalu terbawa emosi, inikan masalah aku dan Neon! Ah; baguslah setidaknya dia orang yang mau membelaku. Batin Lita


" Kau kenapa masih terdiam disini, cepat keluarlah susul pacar mu itu." kata Neon memandang sinis Lita


" Aku tahu, kau masih menyimpan rasa padaku, kau cemburu melihat kedekatan aku dan Gilang, tapi aku tidak mencintai Gilang sedikit pun." Kata Lita terlihat senang


" Aku tidak cemburu padamu, tapi aku kasihan pada dirimu sendiri, sudah terlalu banyak lelaki cabul yang m*nyentuhnya." Kata Neon memandang jijik Lita. Mengingat kejadian tempo lalu, dimana terlihat jelas dihadapannya Lita sedang bermain dengan pria lain, dan sekarang ini, ia kembali melihat kedekatan antara sahabat dan mantan pacarnya itu.


" Apa bedanya aku dan kekasihmu, dia lebih j*lang dariku!" kata Lita melebarkan senyuman sinisnya.


" Kau jangan pernah mengatakan itu dihadapanku, sekali aku kembali mendengarnya aku tidak akan memberimu ampun." Ancaman dari Neon.


Lita membalikkan tubuhnya dengan langkah kaki cepat, ia meninggalkan ruangan itu.


Disisi lain Gilang sedang berhadapan langsung dengan Ainsley. Mata Gilang terus memandang sinis pada Ainsley.


" Awas saja kalau kau berani mendekati Neon, aku akan membunuh anakmu." Kata Gilang sengaja menyebut anak dari Ainsley.


Wajah Ainsley langsung berubah seketika menjadi pucat. Tidak berani melawan ucapan dari Gilang padanya, sungguh tidak tahu apa yang harus dia ucapkan, berusaha menyembunyikan ketakutannya, namun rupanya tidak bisa. Benar-benar membuatnya takut bila hal itu terjadi.


Melihat ekspresi dari wajah Ainsley, membuat Gilang makin penasaran. Rupanya dugaannya telah benar; ternyata wanita j*lang ini benar memiliki anak. Aku harus mencari tahu, setidaknya ini dapat menjadi alat untuk menjauhkan dirinya dari Neon. Guman Gilang


.


.


.


.


.


.


.


.


Author minta maaf, selama beberapa hari ini Author tidak update. Dikarenakan Author ada pekerjaan lain yang harus dikerjakan. Dan otak Author juga betul-betul kekurangan ide, karena aku juga baru belajar untuk nulis ceritaπŸ™πŸ™


Terimakasih semua yang sudah nunggu, terimakasih atas setiap motivasinya.πŸ™πŸ™


Kalau kalian menyukai cerita ini, jangan lupa untuk like, vote, dan coment πŸ™


.


Terimakasih πŸ™