
Apa yang menyebabkan rasa sayang Neon berubah menjadi benci, bahkan ia berniat membunuhku? Yah; itu karena ulahku sendiri, aku terlahir dari seorang ayah pembunuh. Kedua orang tuaku membenciku, semuanya itu karenaku. Mengapa takdir suka mempermainkanku? Ainsley masih terdiam ditempat itu, menangis sejadi-jadinya, hingga tangisannya kembali terdengar ditelinga Neon.
Yah; rupanya Neon tidak benar meninggalkan tempat itu begitu saja, ia masih terdiam merenung disebuah ruangan yang lumayan tidak terpisah jauh darinya.
" Aku sudah memberikanmu Kesempatan, untuk segera pergi meninggalkan tempat ini." Neon menjambak rambut Ainsley, menariknya dengan keras, hingga Ainsley merasakan rambutnya ingin terlepas dari kulit kepalanya sendiri.
" N..e..o..n" suara Ainsley yang terdengar tidak jelas lagi. Sakit untuk mengerakkan mulutnya, kata singkat ini saja sangat membuatnya tersiksa menahan sakit.
" Jangan pernah sebut namaku!" Tangan Neon melayang kearah pipi Ainsley.
Ainsley hampir sepenuhnya tidak memiliki keberdayaan lagi, tanpa sengaja tubuhnya perlahan mendarat ditubuh Neon, namun dengan kekuatannya Neon mendorong jauh Ainsley dari hadapannya.
" Menghilanglah dariku." Neon berjalan kearahnya. Dari matanya Ainsley dapat menebak bahwa ucapan Neon ini sangat serius.
Neon, aku tidak bisa menjauh darimu, Karena aku sudah benar mencintaimu. Terimakasih karena membuatku mengira bahwa kau benar mencintaiku juga. Guman Ainsley sedih, perlahan demi perlahan tetesan-tetesan air mata mulai bermunculan dan mengisi bidang wajah Ainsley.
" Berdirilah, aku akan mengantarmu pulang." Ucap Neon memaksa Ainsley untuk segera berdiri, namun karena Ainsley sangat sulit memaksa dirinya untuk segera bangkit berdiri. Neon kembali dibuat marah olehnya. Perban luka yang ada pada Ainsley, Neon menariknya dengan sangat kencang, hingga perban itu terlepas, akibatnya darah mulai bercucuran di pergelangan tangan Ainsley. Yah; Ainsley benar-benar wanita tabah, kuat menahan rasa sakitnya, bahkan air matanya selalu ia usahakan agar tidak keluar. Itu bukan salahnya kalau air matanya tidak bisa ia bendungankan. Pliss jangan lagi salahkan dirinya. Seakan kata-kata ini muncul didalam benaknya.
" Itu karena kau keras kepala. Kalau kau tidak segera berjalan keluar. Akan ku buat kau lebih parah dari yang ini." Neon melototkan matanya memandang rendah Ainsley.
Didalam mobil Neon sudah duduk rapi sembari menunggu dirinya. Ia membuka pintu bagian depan. "Siapa yang menyuruhmu duduk disini" marah Neon.
Tidak ada gunanya air mata yang dikeluarkan oleh Ainsley. Rasa iba yang ada pada Neon sudah tidak ada lagi. Ainsley memaksa masuk kedalam bangku belakang. Neon tersenyum sinis kearahnya dari balik cermin. Ainsley yang menyadari hal itu, merasa takut dan menundukkan kepalanya menahan rasa perih dan sakit pada dirinya.
Sesuai mereka melewati perjalanan. Yah; di tengah-tengah perjalanan mereka tadi, Ainsley terpaksa mengatakan alamat yang sebenarnya pada Neon. Namun reaksi Neon biasa-biasa saja terhadapnya.
" Turun kau" ucap Neon membuka pintu mobil itu.
Suara Ainsley menjerit, sangat terdengar jelas oleh Neon, namun hal itu tidak membuat hatinya untuk berubah, ia tetap memaksa Ainsley untuk segera keluar. "cepat keluar." Bentaknya
Dipegangnya salah satu bagian tubuh Ainsley, Neon kembali merasakan kalau Ainsley saat ini juga sedang dalam menggigil. "Aku bilang keluar." Suaranya meneriaki Ainsley yang masih terdiam
Ainsley sendiri heran, ia merasa bahwa ia sedang bermimpi. Namun didepannya matanya sangat dapat melihat jelas bahwa ini bukan mimpi melainkan fakta. Neon menariknya dari dalam mobilnya dan kembali mendorong tubuhnya di sudut jalanan itu.
..
Pria yang selalu berpakaian serba hitam itu, dengan balutan kaca mata hitam, masker hitam pula, dialah orang yang selalu menyembunyikan identitasnya, ia mulai geram melihat semua itu. Ingin sekali menghajar tubuh Neon kembali, membalaskan perlakuan yang telah dilakukannya pada Ainsley. Namun ini bukan waktu yang pas, masih banyak hal yang perlu ia kerjakan. Satu hal yang tidak pernah ia lupakan yaitu kamera dan alat cctv bertebaran dimana-mana. Namun naasnya pernah suatu kali cctv-nya justru sengaja dirusakkan oleh seseorang, itu bukan terjadi sekali saja, melainkan sudah berapa kali. Rupanya selama ini identitasnya mulai ketahuan, dan banyak pengintai-pengintai yang terus mengikutinya secara diam-diam.