
Sungguh tidak terasa bagi Ainsley melewati semua ini waktu terus bergulir seakan datang menghadiri kehidupannya. Sudah 5 tahun ini ia harus hidup sebagai singgle Mom membuatnya terkadang prustasi namun kehadiran Bert Williams membuatnya terus bersemangat, sesuai dengan nama yang telah diberikan pada anaknya itu yang artinya terang atau cahaya, yang menjadi pedomannya untuk terus bercahaya didepan putra kecilnya itu. Bert Williams adalah kebahagiaan terbesar yang ia miliki, ia adalah cahaya bagi kehidupan yang kelam.
Ia sengaja tidak menambahkan nama Alison dibelakang nama Bert, takutnya nanti Neon Alison akan tahu, terpaksa nama Williams lah yang ia pilih, karena memang ia masih berdarah sebagai keluarga Williams. Ia terus menyembunyikan identitas dari putra kecilnya itu.
Umur ke 5 Bert kali ini, Ainsley masih tetap belum bisa memberikan hadiah tangan, selama Bert merasakan pertambahan usia, ia belum pernah mendapatkan hadiah baik dari orang maupun dari Mommynya sendiri.
Inilah yang membuat Ainsley terus merasa sedih dan bersalah. Semasa kecilnya ketika ia ulang tahun, pasti Mommy dan Daddy nya akan membuat pesta yang begitu meriah, ia tidak pernah Kekurangan hadiah. Tapi kali ini saat ia telah merasakan menjadi orang tua, justru ia tidak bisa membuat putra kecilnya merasakan kebahagiaan di hari ulang tahunnya sendiri.
Aku harus bisa merayakan ulang tahun ke-6 Bert lagi! harus bisa! Gumamnya antusias
Tapi aku tidak mengandalkan gaji dari Toko bunga itu. Gaji itu hanya mampu membayar kontrakan kami. Dan juga sebentar lagi Bert akan masuk Sekolah Dasar! Dari mana aku mendapatkan uang sebanyak itu. Kepala Ainsley benar-benar pusing, tidak tahu lagi cara untuk mendapatkan uang yang lebih. Ditengah-tengah pikiran yang melandanya, Bert terbangun dari tidurnya.
" Mommy? " suara serak mungil ciri khas yang dikeluarkan oleh Bert dipagi hari.
" Kamu sudah bangun sayang? " kata Ainsley menghentikan lamunannya, sedari tadi memasuki kamar putranya, ia hanya melamun karena tidak sanggup membangunkan dia di saat jam yang masih kelihatan subuh.
" Kenapa Mommy tidak membangunkan aku?" tanya Bert
" Mommy baru datang sayang, Mommy baru mau membangunkan kamu, tapi Bert sudah bangun duluan! kata Ainsley bohong.
Segera Ainsley dan Bert beranjak dari tempat tidurnya yang sederhana itu, namun terlihat sangat rapi dan bersih. Ia menyiapkan segala perlengkapan dari Bert, sebelum Bert berangkat ke sekolah.
Hari ini seperti biasanya Ainsley ikut bersiap-siap untuk mengantarkan Putra kecilnya. Dengan balutan yang cukup sederhana tidak menghilangkan rasa cantiknya. Dengan umurnya yang masih terbilang muda, tubuhnya yang masih terlihat ramping, hanya saja ada bagian tubuhnya yang sedikit mengalami perubahan. Banyak orang yang tidak percaya padanya, jika ia sudah pernah melahirkan dan memiliki seorang anak. Terkadang diperjalanan sering dirayu oleh para Pria, namun Bert selalu menjadi pelindungnya. Seperti yang terjadi hari ini.
Mobil berwarna silver yang selalu mengganggunya, muncul lagi dihadapan Ainsley dan putranya.
" Hi Ladies! mau aku antar? " katanya melebarkan senyuman penuh percaya diri.
" Jangan ganggu Mommy aku! " kata Bert memperlihatkan wajah garangnya.
Ainsley yang melihatnya senyum-senyum lebar melihat wajah dari Bert yang begitu imut !
" Tolong adik kamu suruh diam, terlalu begitu berisik! " Kata Pria itu menyimpan rasa kesalnya dengan wajah Bert barusan.
Seorang wanita paruh baya menghampiri mereka bertiga.
" Ainsley?
Apakah anak ini yang kamu lahirkan 5 tahun yang lalu? kata Bibi Manda padanya.
Bibi Manda lah yang pernah menolongnya, ketika ia mulai diusir hingga ia melahirkan.
" Iya Bibi! ini Bert! "
" Bert ayok, sapa bibi Manda? " Ainsley selalu mengajarkan Bert untuk selalu santun pada orang.
Ia ingin sekali menghilangkan rasa dingin yang dimiliki oleh Bert, karena selama ini Bert adalah orang yang tertutup sangat sulit untuk beradaptasi dengan orang! ia selalu memancarkan sikap dinginnya pada orang lain. Makanya selama ini Bert sangat kekurangan teman, dan lebih suka berdiam diri dirumah.
" Bert malas Mommy! "
" Emangnya dia siapa? kenapa aku harus menyapanya terlebih dahulu? " Katanya dengan tidak merubah wajah dinginnya itu.
Meskipun ia memiliki sikap dingin, tetapi ketika ia tahu bahwa orang itu adalah orang yang pernah menolong Mommy nya, ia akan berusaha baik, meskipun sangatlah sulit baginya untuk percaya dengan orang yang baru dikenalnya.
Pria yang tadi yang memakai mobil berwarna silver itu, sungguh terbuat heran-heran. Sekarang ia baru percaya ternyata anak yang garang itu bukanlah adik dari gadis cantik ini. Dengan segara ia langsung meninggalkan ketiga orang ini yang sedang berbincang-bincang.
Aku tidak mau lagi dengan wanita itu! Gumam pria itu, setelah ia meninggalkan tempat itu.
" Sekarang kau kerja apa? " tanya Bibi Manda
" Aku kerja diToko yang bibi pernah tunjukkan padaku, " kata Ainsley mengingat kebaikan Bibi Manda
" Apakah itu cukup untuk membiayai putramu? " kata Bibi Manda lagi
" Lumayan cukup sih bik' tapi rencananya aku mau lagi mencari pekerjaan! " kata Ainsley
" Kamu pernah bilang kalau kamu pernah kuliah, sekarang itu kantor Tuan ku lagi memerlukan sekretaris, karena baru-baru ini sekretarisnya yang lama kedapatan menjadi penghianat. Ini ambillah, ini adalah alamat dari kantornya!" Kata Bibi Manda memberikan secarik kertas kepada Ainsley, dan meminta pamit untuk segera melanjutkan pekerjaannya.
Bert masih berdiri tegak dan diam membisu, wajah dinginnya yang terus terlihat, memperhatikan Mommy nya yang masih terus memperhatikan kertas itu.
" Mommy? nanti aku bisa terlambat?" panggilan Bert dengan ketus.
" Buang wajah jelek mu itu? "
Mommy pernah bilang, kamu harus belajar tersenyum tiap kali berjumpa dengan orang. Kata Ainsley mengingatkan
Kenapa anak ini memiliki sikap seperti ini, Mommy dan Daddy ku kan tidak seperti ini, justru orang-orang luar memandangnya dengan sebutan murah hati, tiap kali ia berjumpa dengan orang luar, aku sering melihat mereka tersenyum bahkan susah untuk menghentikan senyumnya. Apakah Bert memiliki sikap seperti Neon? Gumam Ainsley yang penuh tanda tanya.
Kenapa hingga detik ini, aku masih terus memikirkan Pria itu! batinnya sedih mengingat kejadian tempo lalu yang ia alami bersama Neon.
" Lets'go Mommy! " Bert mengandeng tangan Mommy nya.
Mereka berdua akhirnya pun melanjutkan perjalanan mereka ke tempat Bert bersekolah.
.
.
.
.
.
**Adek Bert Williams juga mau bilang sama para Readers!🤗 jangan lupa untuk sukai ceritanya! Dengan cara Like, Vote, dan Favoritkan sehingga episode-episode barunya kalian tidak ketinggalan 🤗 Jangan lupa juga untuk kirim masukan melalui kolom komentar 🤗
.
Mommy Ainsley dan Adek Bert mengucapkan Terimakasih semua 💋**