I'M Sorry My Love

I'M Sorry My Love
Bert yang aneh



Setelah kepergian Lita yang disusul Gilang, dan kemudian kembali disusul oleh Neon dan Ainsley. Neon beranjak keluar dari hotel itu, tapi kelihatannya ada yang aneh dari Ainsley. Sejenak Neon menghentikan langkah kaki mereka; " Kau kenapa?" tanya Neon menatap wajah Ainsley


" Aku.. tidak...!" suara Ainsley diam seketika Aku harus jawab apa! gumamnya


" Aku kenapa Tuan?" suara Ainsley yang asal ngomong saja. Pikirannya benar-benar tidak lagi fokus saat ini, wajah Bert selalu mengisi otaknya. Sungguh mengkuatirkan anak itu, apalagi sekarang sudah menujukkan larut malam. Tidak hanya itu, setiap ucapan dari Lita ikut tertanam dalam pikirannya. Meskipun tadi ia kelihatan berani menantangnya, tapi dalam lubuk hatinya sangatlah takut.


Mungkin sebaiknya dulu, aku tidak usah mengatakan pada Neon mengenai Bert. Hidup Bert akan terancam bila Lita ikut mengetahuinya. Batin Ainsley


" Kenapa kau terdiam begitu lama, apa yang kau pikirkan sebenarnya?" Neon tidak mengindahkan pandangannya dari wajah Ainsley


" Aku mau pulang Tuan, tapi aku takut mengatakannya, karena mungkin Tuan masih ingin tinggal!" Kata Ainsley melihat kesembarang arah. Hatinya terus berdebar terbawah suasana; Kapan dia berhenti memandangiku! Gumamnya salah tingkah.


" Otak kau berfungsi apa tidak! Bagaimana mungkin kau mengatakan bahwa aku masih ingin tinggal ditempat ini, kau tidak lihat kita ingin segera keluar, tinggal beberapa langkah lagi, kita tiba di parkiran mobil, lalu kau masih berpikiran bahwa aku masih ingin tinggal berpesta." Mulut Neon terus mengeluarkan ucapan yang panjang lebar. Wajah dinginnya kembali menatap kaku Ainsley. " Kau terlalu bodoh."


Mulut Ainsley diam membisu, tidak ada kata-kata yang terpikir untuk membalas ucapan dari Neon. Hatinya terus gelisah memikirkan Bert. Entah kenapa, batinnya terasah Bert selalu memanggil-manggil dirinya. Dengan hati yang kegelisahan, ia terus mengikuti langkah kaki Neon dari belakang; sungguh besar langkahnya. Batin Ainsley mengikuti.


Kini hanya Keanu yang berada dalam hotel itu, mendudukkan tubuhnya disebuah bangku yang tidak terisi oleh tamu undangan.


Jadi Ainsley masih berada di negara ini, berarti selama ini, dia tidak benar keluar negara. Tapi apakah selama ini dia sudah pernah bertemu dengan kedua orang tuanya? Pikiran Keanu dipenuhi tanda tanya besar mengenai Ainsley.


Yah, sebenarnya ia sudah tahu nama dari Ainsley, keluarga besar Ainsley pun ia ketahui, karena selama pencariannya beberapa tahun yang lalu, meskipun tidak membuahkan hasil, tetapi ia berhasil mengetahui identitas dari Ainsley.


Tapi ia tidak boleh dulu mengatakan pada Neon, ia harus dulu merahasiakannya.


Sekarang ia tidak mau dulu ambil pusing dengan masalah itu. Karena yang terpenting Ainsley masih tetap berada di negara ini.


Tidak ada teman yang dikenalnya di hotel itu, yah; dia juga adalah tamu undangan dari Neon dan Gilang. Jadi tidak ada satupun yang dikenalnya, semuanya asing. Tidak sanggup meratapi nasib kesendiriannya, ia pun beranjak berlalu dari tempat itu, untungnya ketika tiba diluar mobil Gilang masih terparkir.


Berarti Gilang pulang bersama Lita! Gumamnya merasa senang. "Akhirnya aku menyetir mobil sendiri, tanpa mendengar ocehan dari Gilang lagi. Aku bebas pergi kemana saja,! Ah.. ke Apartemen Carrol! beberapa bulan ini, aku belum pernah mengunjungi Carroll lagi." Kata Keanu melebarkan senyumannya, hingga menampakkan lesung pipi indahnya itu.


Dengan rasa antusiasnya ia mendekati mobil Gilang yang sedang terparkir rapi itu, tanpa terlintas dipikirannya bahwa sebenarnya kunci mobil itu, ada pada sang pemiliknya.


" Ah!! Angry...! Kuncinya ada di Gilang." Kakinya menendang ban mobil itu.


Mereka berdua sungguh tega, benar-benar meninggalkanku seorang diri ditempat ini. Kalau bukan karena Carroll, aku tidak seperti ini.


.


.


Akhirnya Ainsley kembali diturunkan di persimpangan jalan itu, setelah Neon benar-benar tak nampak lagi, ia pun segera melangkahkan kakinya begitu cepat kerumah Kenta. Dalam beberapa langkah awalnya, Nampak Mommy's Kenta keluar dari dalam arah rumahnya.


" Ehh..Ainsley..!! Kau datang kemari ?" tanya Mommy's Kenta kepada Ainsley yang baru saja tiba.


" Aku datang untuk menjemput Bert?" kata Ainsley melirik kedalam rumah, mencari-cari keberadaan putranya.


" Bert..? Tapi Bert sedari tadi tidak ada disini." Kata Mommy's Kenta bingung.


Air mata berhasil lolos dikelopak matanya, buru-buru Ainsley mempercepat langkah kakinya, meninggalkan rumah Kenta dan berlalu menuju kerumahnya. Dibukanya pintu rumahnya, tangannya gemetaran ketika pintu itu tidak terkunci, rasa ketakutannya terus menghantui pikirannya.


" Bert?? Bert??" suara panggilannya bersama aliran air mata yang terus tersebar diwajahnya.


" Mommy sudah pulang?" ujar Bert yang baru bangun dari balik pintu rumahnya. Sedari tadi Bert tidak pernah pindah tempat, mungkin karena terlalu lama menunggu, tidak bisa menahan rasa kantuknya lagi, akhirnya ia tertidur disudut pintu itu. Bert berlari kearah Mommy nya dan Ainsley memberikannya banyak ciuman.


" Mommy? apa Mommy tadi pagi terlambat, makanya Mommy dihukum sampai malam begini." Kata bersalah Bert


" Sayang Mommy tidak terlambat, maafkan Mommy yang lambat pulang. Tapi kenapa kau tertidur dibalik pintu?" Ainsley mensejajarkan tubuhnya pada Bert dan mengelus rambut Bert begitu lembut. "Dan mengapa kau kabur dari rumah Kenta, kau tidak boleh lagi seperti itu" teguran kecil dari Ainsley


Hikss..Hiks..Hiks.. tangisan kecil yang keluar dari mulut Bert. " Mommy? aku hanya menunggu Mommy!" Kata Bert


Sebenarnya mulutnya ingin berkata, kalau sebenarnya ia takut di rumah Kenta terus menerus, ia takut dengan Daddy's Kenta yang terlihat menyeramkan. Meskipun masih kecil, Ia dapat merasakan ketidaksukaannya pada dirinya. Bert jarang sekali menceritakan masalahnya pada Mommy nya, ia lebih baik memendamnya sendiri.


" Malam ini kau tidur sama Mommy, Mommy sangat merindukanmu bayi kecil." Kata Ainsley ingin mengendong Bert kedalam kamarnya.


" Tidak Mommy, aku sudah besar. Kita tidak boleh tidur dengan yang berbeda jenis kelamin. Kecuali orang itu sudah menikah. Jadi kalau Mommy mau tidur denganku, Mommy harus menikahiku terlebih dahulu." Kata Bert menolak


kenapa otak anak ini makin besar, makin aneh! Batin Ainsley


Sejenak Bert berbisik pada Mommy Ainsley; entahlah apa yang Bert telah bisikkan, rupanya itu sangat rahasia. Dan setelah itu mereka berpisah, Bert berjalan kearah kamarnya sendiri. Sedangkan Ainsley masih bingung dengan ucapan putranya.