I'M Sorry My Love

I'M Sorry My Love
Ternyata Neon Alison!



Semangat pagi menyinari hati Ainsley, karena ini merupakan awal pertamanya untuk bekerja di kantor Algroup, ia berusaha untuk tidak terlambat. Pagi-pagi sekali ia bangun dari jam tidurnya, menyiapkan segela perlengkapan untuk Bert. Ainsley melangkah masuk kedalam kamar dinding berwarna biru itu untuk membangunkan Bert. Tidak seperti biasanya Bert juga harus selalu ia biasakan bangun lebih cepat dari yang sebelumnya.


" Bert?? bangun "


Tangan Ainsley menggoyangkan lembut punggung Bert yang masih tertidur pulas.


Sekitar lebih dari satu kali, Ainsley menggoyangkan tangannya. Akhirnya Bert pun terbangun. Dengan mata terbuka, tubuhnya masih terbaring tertutup oleh selimut. " Mommy? kenapa begitu cepat? aku masih ngantuk! "


" Sayang! mulai dari sekarang Bert harus belajar bangun dari awal lagi, karena Boss Mommy akan marah kalau Mommy masuk terlambat. "


Mendengar kata-kata yang barusan diucapkan oleh Mommy nya, Bert tiba-tiba teringat dengan temannya, yang pernah dihukum dan dimarahi oleh gurunya karena terlambat.


" Mommy! aku tidak mau Mommy terlambat." Kata Bert menangis membayangkan bagaimana ketika Mommy nya kena marah.


Kenapa dia menangis! aku rasa aku tidak memarahinya! Guman Ainsley bingung.


Selama ini Ainsley selalu lembut pada Bert, sikap lembut Ainsley diturunkan dari Mommy Ainsa kepadanya. Sama seperti Mommy nya, ia tidak berani marah sedikit pun pada Bert.


Ainsley memberikan kecupan kepada Bert, hingga Bert akhirnya terdiam. Setelah itu akhirnya Bert bersiap-siap untuk pergi ke sekolah. Sebelum berangkat Ainsley memberikan Bert bekal, bekalnya ini yang selalu menjadi pengganti uang jajan Bert. Jika Bert membawa bekal itu artinya, ia tidak membawa uang jajan, sebaliknya jika ia tidak membawa bekal ke sekolah itu artinya ia mendapatkan uang jajan. Tapi tanpa Ainsley ketahui Bert tidak pernah sekalipun jajan bersama teman-temannya, ia justru menabungnya diam-diam.


Setelah mengantarkan Bert kesekolahnya, Ainsley lanjut pergi ke kantor Algroup. Ketika ia telah tiba di gedung kantor itu lagi, seperti hari kemarin Sena seorang resepsionis itu memandang tidak suka padanya. Sena memberikan sedikit senyum paksaan ketika Arka muncul lagi dihadapan mereka.


" Ainsley Williams! itu benar nama mu?" Kata Arka kepadanya, setelah kemarin ia membaca nama yang tertera di bagian depan formulir itu.


" Benar Tuan, itu adalah nama saya!" kata Ainsley


" Kalau begitu mari ikutlah aku, kita akan berjumpa dengan Boss kami. " Arka dan Ainsley pun memasuki lift untuk menuju ke lantai 7 ruangan tempat Neon berada.


Tok..Tokk..


Suara pintu yang diketuk oleh Arka, lalu kemudian mereka berdua pun masuk kedalam ruangan itu. Didalam nampak seorang pria memperhatikan mereka masuk, tidak lain ialah Neon Alison sendiri.


Betapa terkejutnya Ainsley ketika melihat pria itu, pria yang ada dihadapannya itu sangat mirip dengan putranya sendiri. Bert adalah fotocopy sendiri dari Neon Alison. Sekarang baru ia dapat memperhatikan jelas wajah dari ayah putranya. 5 tahun yang lalu, ia tidak begitu jelas melihat wajahnya, cuman ia mengenalnya saja dari nama. Keringat dingin bercucuran ditubuh Ainsley, tubuhnya ikut gemetaran. Rasa ketakutannya muncul ketika suatu saat Neon Alison mengetahui rahasianya.


" Apa kau sakit? " Arka yang begitu heran dengan tingkah Ainsley.


" Tidak Tuan! a..ku...."


Ainsley terdiam, tidak tahu lagi harus katakan apa!.


" Dia kenapa?" Neon tiba-tiba membuka suara


" Aku tidak kenapa-kenapa Tuan, ini memang penyakit saya yang sering kambu!" Ainsley berusaha menghilangkan rasa kekuatirannya.


" Tidak Tuan, aku berjanji penyakit saya tidak akan kambuh, aku hanya lupa meminum obat tadi pagi." Ainsley berusaha mencari alasan.


Tapi apakah aku pantas bekerja disini? terus bagaimana kedepannya kalau ini akan terbongkar. Aku harus tetap bekerja ditempat ini, demi Bert. Mana mungkin Neon akan curiga kalau dia memiliki putra. Mungkin dia akan masa bodoh dengan putranya sendiri. Pikiran Jea terselimuti dengan kebingungan


" Baiklah! hari ini kau boleh langsung bekerja. Kau akan menjadi sekretaris pribadi saya!" tutur dari Neon.


Arka jelaskan kepadanya apa saja yang akan menjadi tugas-tugasnya.


" Ayok ikutlah aku! biar aku tunjukkan kepadamu, tempat yang akan menjadi ruanganmu selama bekerja." Arka mengajak Ainsley keluar.


" Arka.. ?" Panggilan dari Neon menghentikan mereka.


Gawat apakah dia mulai curiga kepadaku! Gumam Ainsley


kau kumpulkan para karyawan untuk segera berkumpul diruang rapat. Tunggu 5 menit kita akan rapat. Kata Neon menatap kearah mereka berdua


Apakah dia benar-benar tidak mengenalku, dasar laki-laki bejat setelah malam itu ia melupakan semuanya. Benar kata orang bahwa ia hanya suka bermain dengan wanita-wanita. Kenapa aku risih, justru dengan begini Bert akan tetap aman bersamaku. Guman kembali dari Ainsley.


Para karyawan yang lain telah memasuki ruang rapat. Sisa satu menit, lima menit pun akan segera tiba. Para karyawan pun mulai berbisik-bisikan Kemana Neon, kenapa kali ini terlambat. Tidak berapa lama tepat jam dilima menit Neon Alison pun muncul dan di ikuti oleh Arka dan seorang gadis cantik, ikut berdiri dibelakangnya. Tidak ada lagi yang berani berbisik-bisik, tidak seperti Kantor lainnya ketika melihat orang baru pasti mereka sudah berbisik-bisik. Tapi tidak dengan kantor Algroup ketika sudah berada dalam ruang rapat dan Neon Alison sudah hadir, itu artinya tidak ada yang boleh bergosip. Neon Alison begitu mendisiplinkan para karyawannya.


Arka langsung memperkenalkan Ainsley Williams sebagai karyawan baru di kantor Algroup. Waktu masa perkenalan ada salah satu seorang karyawan seperti mengenal Ainsley. Ingin sekali ia memberi komentar mengenai nama Williams yang ada dibelakang nama Ainsley. Tapi ia takut karena mereka tidak diberi kesempatan untuk berkomentar.


" Cukup sekian pertemuan kita hari ini." Neon mengakhiri pertemuan rapat singkat mereka.


.


.


.


.


.


.


**Tidak lupa, Neon mengakhiri perkenalannya kepada para Readers untuk selalu mendukung ceritanya melalui Like, Vote, dan favoritkan. Neon memberikan kesempatan bagi para Readers untuk memberikan masukannya berupa komentar..


Akhir kata Neon ucapkan Terimakasih semua 💋**