
" Paman sangat tampan! Puji dari Bert tiba-tiba. Anak kecil saja yang melihat Neon mengatakan kalau dia tampan. "Tapi paman apakah aku juga tampan seperti paman?" kata Bert fokus memperhatikan wajah Neon.
" Jelas kau juga sangat tampan, karena kau begitu mirip dengan paman ini." Kata Kenta yang tiba-tiba berbicara seperti itu
Wajah Bert yang selama ini terlihat dingin, kali ini sangat berbeda, Kenta tahu betul dengan ekspresi wajah sahabatnya itu, Yah; Bert sedih mendengar ucapan itu. Membuatnya teringat dengan Daddy nya yang entah kemana.
Bert seketika langsung berlari masuk kedalam WC itu, niatnya memang ingin membuang air kecil. Setelah selesai ia keluar, namun Kenta ternyata juga ingin buang air kecil, akhirnya Bert dan Neon berdiri diluar bersama. "Ada apa dengan dirinya Neon kenapa belum juga pindah dari Wc itu? rupanya batinnya menahannya untuk masih tetap berada bersama kedua anak bocah laki-laki itu. Entah kenapa perkataan dari salah seorang anak kecil itu, sangat menganggu pikirannya. Yah; perkataan itu dari Kenta.
Ia kembali teringat dengan kejadian 5 tahun yang lalu, dimana ia merasa telah pernah tidur dengan wanita lain. Atau jangan-jangan anak ini.... Batin Neon semakin penasaran.
Oh tidak! aku tidak boleh mengingat kembali kejadian itu, karena Gilang sendiri dan Keanu mengatakan aku tidak meniduri wanita lain. Tapi mengapa anak ini sangat mirip denganku! Neon terus terpikirkan dengan wajah dari Bert. Meskipun Gilang dan Keanu mengatakan padanya kalau tidak terjadi apa-apa pada malam itu, tetapi rasanya ia sangat menolak akan peryataan dari sahabatnya itu.
" Paman masih ingin tinggal disini?" Kata Bert bertanya dengan menghilangkan rasa kecanggupan mereka berdua.
" Paman akan segera pulang." Kata Neon meninggalkan keluar dari kamar mandi itu.
Kenta keluar dari dalam wc itu terus memandangi tingkah dari Bert. Sungguh tidak ada maksud untuk menyinggung Bert. Kenta juga tahu betul kalau Bert tidaklah memiliki seorang ayah.
" Bert..? Kau masih mau tinggal disini, atau.."
Kenta mendekati sahabatnya itu dengan menepuk bahunya. "Tidak.." kata Bert berlalu pergi meninggalkan Kenta.
Ainsley memandangi tingkah Bert dan Kenta. Wajah itu lebih terlihat tidak bersahabat, seperti ketika mereka baru tiba tadi.
" Bibi Ain? aku masuk duluan yah" kata Kenta dengan sopan. Ainsley tersenyum padanya, dan membiarkan Kenta masuk terlebih dahulu.
" Mom..? Mommy pernah bilang kalau Daddy sedang kerja. Apakah Daddy juga tinggal di Negara ini?" Kata Bert. Rasa penasarannya terhadap pria tadi yang ditemuinya, yang sangat mirip dengannya. Hingga membuatnya tidak bisa menahan mulutnya untuk tidak membicarakan ini.
Ainsley menahan gejolak dalam dirinya. Kaget dan Kesedihan sangat terlihat diwajahnya. Sulit sekali menjawab pertanyaan ini. Karena sebenarnya memang betul yang diucapkan oleh Bert. "Tapi darimana Bert tahu tentang keberadaan Daddy's" guman Ainsley
" Tidak sayang, Daddy tidak kerja di sini. Kalau Daddy kerja di Negara ini. Pasti Daddy akan menemui kita." lagi-lagi Ainsley berbohong
Bert tahu betul ekspresi dari Mommy nya, mungkin Mommy bohong padaku. Aku akan mencari tahu dimana Daddy berada. Batin Bert
" Sayang kenapa kau tiba-tiba bertanya seperti ini?" tanya Aisnley
" Aku hanya rindu Daddy." Kata Bert berbohong. Namun ucapan darinya, seakan menusuk hati Ainsley. Percakapan ibu dan anak ini terhenti ketika Mommy's Kenta menghampiri mereka. Rupanya Mommy's Kenta sedari tadi menunggu Bert dan Ainsley didalam kamar ruangan Katie, tapi orang yang ditunggunya tak kunjung masuk, akhirnya ia sendiri pergi memanggilnya diluar untuk segera masuk. Apalagi sekarang Katie sudah sadar. Ainsley mengandeng Bert berjalan bersama masuk, didalam sudah terlihat Katie yang tersenyum kearahnya.
" Bert? Katie tersenyum padamu." Goda Ainsley
Bert melepaskan genggaman tangan Mommy Ainsley darinya dan segera ia meninggalkannya begitu saja untuk segera menghampiri Kenta yang sedang sibuk mengunyah makanan.
Kenta langsung menyuapi Bert, Bert membuka mulutnya dan menerima suapan itu. Mommy's Kenta dan Aisnley tersenyum melihat tingkah lucu mereka. Namun Daddy's Kenta biasa-biasa saja melihatnya. Tidak ada kesenangan yang tersirat diwajahnya.
Karena matahari mulai menyembunyikan sinarnya, akhirnya Ainsley meminta pamit untuk segera pulang terlebih dahulu. "Sayang makan yang banyak yah, agar cepat sembuh" kata Ainsley lembut meninggalkan ciuman pada pipi Katie.
Diperjalanan Ainsley kembali menggoda Bert. "Bert...! Katie itu cantik yah?" Senyuman terpancar diwajah Ainsley ketika melihat ekspresi lucu Bert.
" Mommy? aku malas mendengarnya." Kata Bert membungkam mulut Mommy nya