I'M Sorry My Love

I'M Sorry My Love
Hal yang mendadak!



Bagaimana ini? apakah Lita mendengar semuanya. Aku harus jawab apa, Lita tidak boleh tahu mengenai Bert! semakin hari Bert dalam keadaan bahaya. Apakah aku harus memberi tahu Lita terlebih dahulu? mungkin dia bisa menolongku dari ancaman dari Gilang. Tidak.. tidak.. tidak.. Lita kan sangat benci kepadaku. Guman Ainsley semakin pusing.


" Kenapa kau diam saja? Aku sedang bertanya padamu! maksud kau menyebut kata anak itu apa?" Kata Lita menatap kesal Ainsley yang masih terdiam tidak menyahutinya sedaritadi.


" Kenapa kau tiba-tiba muncul dihadapanku, bukankah kau sudah pulang bersama Gilang!" kata Ainsley


" Apa urusannya denganmu, kalau aku tidak jadi pulang, ini urusanku. Aku bebas melakukan apa saja dikantor calon suamiku, jadi terserah aku, kalau aku lebih banyak menghabiskan waktu disini. Kau jangan mengalihkan pembicaraan, cepat apa maksudmu tadi mengatakan nama anak yang ingin kau sembunyikan. Siapa anak itu?" Kata Lita yang bersikeras untuk membuat Ainsley agar jujur padanya. Kata-kata yang Ainsley ucapkan tadi sangat mengganjal dipikirannya.


" Jangan mengurusi kehidupanku, bukankah kita tidak saling kenal lagi, lalu mengapa kau memaksaku untuk menceritakan semuanya." Ainsley memberanikan diri menatap Lita


" Ainsley? aku tahu kau sudah memiliki anak. Aku mendengar semua ucapanmu tadi." Kata Lita


" Sayang? Apa yang kalian bicarakan berdua, kenapa wajah kalian begitu serius." Tanya Neon yang tiba-tiba muncul menghentikan aduh tatapan mata dua wanita ini.


" Dan kau Lita bukankah aku menyuruhmu untuk segera pergi dari sini? Kenapa kau masih berdiri disini. Cepat pergi!" Usir Neon.


Neon terpikirkan kalau Lita menghampiri Ainsley, karena ada niat jahat. Sekarang Neon benar sangat ketakutan bila ada yang berani berbuat jahat pada Ainsley. Neon sebenarnya sudah jatuh hati pada Ainsley, ketika pertama kali ia melihat Ainsley yang sedang keluar dari kantornya, ia sudah menyimpan rasa padanya, Itulah sebabnya ia menerimanya sebagai sekretaris pribadinya.


Lita langsung meninggalkan tempat itu, dengan sedikit guratan kecewa diwajahnya. Kenapa Neon terus mengusirku! Guman Lita Jengkel.


" Apa yang Lita lakukan padamu, kenapa kau habis menangis?" tanya Neon memperhatikan mata Ainsley yang terlihat sedikit sembab.


" Aku tidak habis menangis!" Kata Ainsley memalingkan wajahnya


" Kau jangan membohongiku, kau tidak cocok sekali berbohong, wajahmu sangat terlihat jelek ketika berbohong!" Kata Neon meledek.


" Tuan Neon! Lebih baik kita jujur saja pada Lita, kalau kita sebenarnya tidak memiliki hubungan apapun." Kata Ainsley sakit hati. Rasanya sangat tidak terima, ketika hanya dianggap sebagai kekasih pura-pura saja.


" Kau tidak boleh memerintahku!" Neon mendekati Ainsley. Ainsley semakin takut ketika tubuh Neon benar-benar sangat dekat dengannya, ia semakin mundur, dan Neon semakin maju, hingga akhirnya tubuh Ainsley diam ditembok dinding itu. Neon tersenyum kecil ketika melihat Ainsley tidak tahu lagi cara untuk menghindar, ia semakin mendekati tubuh Ainsley dengan ia merentangkan tangannya lurus kedepan, tepat disamping wajah Ainsley. Ciuman mendadak tiba-tiba dari Neon kepada Ainsley. Ciuman mereka cukup terbilang lama.


Ada apa denganku, kenapa diriku susah sekali untuk menahan dan menolaknya. Yah; kata inilah yang muncul benak kedua mereka.


Ainsley langsung menyadari sesuatu dari perbuatan mereka barusan. Rasa malu tentu ia rasakan, pipinya berubah menjadi kemerahan seketika. "A...ku pergi dulu" ucap kaku dari Ainsley berlalu pergi dengan secepat mungkin, agar Neon tidak melihat betapa banyaknya keringat yang membasahi jidatnya. "Kenapa aku tiba-tiba berkeringat seperti ini" bingung Ainsley


Begitu pula dengan Neon, ia juga merasakan seperti yang dirasakan oleh Ainsley. Sangat malu ia rasakan, namun rasa ingin menikmatinya seakan menjadi rasa candunya. Padahal selama ia berpacaran dengan Lita, ia tidak pernah berani mencium Lita, Lita selalu mengizinkannya namun ialah yang selalu menolak, entah kenapa pada saat ini rasanya sangat berbeda.


Karena rasa malu, sampai detik ini Ainsley masih malu bertatap muka langsung dengan Neon. Tiap kali Neon memanggilnya, ia selalu memiliki alasan untuk menolak ajakannya. Seperti hari ini Neon mengajaknya pergi dikafe xxx, untuk pergi menghabiskan makan bersama dengan parah karyawan Algroup. Aisnley berpura-pura kalau dirinya tidak enak badan, Ainsley bersyukur dengan Neon percaya padanya, membuatnya punya kesempatan untuk menjemput Bert disekolahnya.


Parah karyawan telah bersiap-siap, untuk pergi ke kafe xxx, karena kafe tersebut bisa dibilang lumayan jauh dari kantor Algroup. Jadi mereka masing-masing mengendarai mobil pribadi sendiri. Kalau yang lain tidak memiliki kendaraan, terpaksa harus mencari tumpangan kepada karyawan lainnya. Neon selalu kurang peka ketika salah seorang karyawannya tidak memiliki tumpangan. Dibenaknya tidak ada terpikir bahwa seharusnya ia mau memberikan tumpangan itu kepada karyawannya, karena kebetulan mobilnya itu selalu kosong. Apalagi ia sendiri yang menyetir mobilnya ; Sungguh Neon yang masa bodoh, tidak ada rasa iba dengan karyawannya sendiri.


Neon memilih jalan dibelakang, ketika semua orang telah pergi, barulah ia menancapkan gasnya untuk segera menyusul juga. Sebenarnya ada rasa kemalasan ketika ia harus pergi ke kafe itu, karena orang yang dicintainya tidak ikut pergi bersamanya. Dengan rasa kemalasannya ia mengendarai mobil sportnya dengan sangat lambat.


Brakk....! Suara itu menghentikan lamunannya. " Angry! Kenapa ini bisa terjadi." suara Neon yang kepanikan didalam mobilnya. Matanya tertuju pada seorang anak kecil sedang mengeluarkan darah tak sadarkan diri dijalan itu. Tidak hanya itu, matanya juga ikut melihat seorang pengendara motor, pengendara tersebut ikut terbaring jatuh namun lukanya tidaklah lebih parah dibandingkan dengan anak kecil itu.


.


.


.


Hallo guys🤗 Ada yang bisa tebak? Anak kecil yang tertabrak itu. Apakah anaknya sendiri (Bert) atau anak orang lain! Jawabannya dikolom komentar yah🤗❤️


Terimakasih ❤️