
" Owh atau kau sengaja mencari pasangan sekarang, karena kau hanya membuatku cemburu, tapi bukankah ketika pasangan membuat kecemburuan, itu artinya dia belum bisa move on!" Lita memberi singgungan pada Ainsley
Jadi Neon masih sangat mencintai Lita, ia menyuruhku menjadi pacar pura-puranya hanya untuk membuat Lita cemburu. Batin Ainsley.
Neon meninggalkan mereka berdua untuk segera menjemput Gilang dan Keanu yang berada diluar. Keanu telah mengabarinya bahwa mereka sudah berada diluar, Keanu mengabari Neon secara diam-diam, karena rupanya Gilang masih menyimpan amarah pada Neon.
"Keanu ayok masuk! disini buluku sepertinya mulai merinding!" Kata Gilang saat melihat Neon melangkah maju kearahnya.
" Kau merinding?" Tanya Neon
" Keanu? Kenapa kau masih tinggal diam, Ayokk masuk!" Gilang merasa jengkel pada Keanu, karena Keanu tidak mendengarkan ucapannya barusan. Malah memilih berdiri menunggu Neon. Gilang yang jengkel tidak menggubris ucapan dari Neon.
" Gilang? Apa kau kesal? tatapan Neon fokus kearahnya. "Jangan seperti cewek deh, yang terlalu sensi! sambungnya sekali lagi
" Kau diam saja!" Kata singkat Gilang
" Gilang? Yang dikatakan oleh Neon benar, kau kenapa kesal, sensi bangat sih?" Keanu membuka suaranya mengelus punggung Gilang
" Kenapa kau membelanya, kau tidak lihat bagaimana tadi siang dia begitu kasar menolak ajakan kita!" Gilang mengertak giginya. Merasa emosi pada Keanu.
" Woii Bro, hanya karena itu kau marah padaku, aku mengira kau tadi hanya bercanda, makanya aku bodoh amat. Tapi ternyata kau benaran marah!" Kata Neon meledek sahabatnya itu yang terlalu hobby naik pitam.
" Sudahlah! Jadi mau mu apa?" kata Gilang ketus
" Yaelah senyumlah Bro" Neon mendekatinya dan memukul punggung Gilang pelan.
โ
" Lita? kenapa kau mengatakan pada Neon, kalau kita tidak saling mengenal, bukankah kita pernah menjadi teman dekat." Kata Ainsley memulai pembicaraan antara mereka. karena sebenarnya Ainsley terganggu dengan sorotan mata Lita yang terus memandanginya.
" Semenjak kau benar berpacaran dengan Neon, aku tidak lagi mengenalmu" mata Lita benar memandanginya secara intens
" Kau sekarang jadi wanita j*lang yah, jadi betul omongan orang-orang, kau di usir oleh Tuan Williams, karena putri kesayangannya, yang selalu dibangga-banggakan telah menjadi j*lang. Pantas saja aku tidak pernah melihatmu dikampus." Kata Lita merendahkan
" Kau? kenapa kau berbicara seperti ini, bukannya teman saling menutupi aib, tapi sekarang kau justru ikut-ikutan menuduhku. apa kau cemburu karena aku berhasil merebut kekasihmu." Kata Ainsley tidak terima dengan ucapan Lita
" Hah! cihh.. Dasar j*lang."
Apa kau bilang, fakta tidak bisa ditutup, mulai dari sekarang, aku memutus hubungan jadi temanmu. kau tidak tahu, kalau kau sebenarnya hanya dijadikan teman r*njang oleh Neon. Kau cuma penikmat b*kasku saja. Apa kau tidak malu." Kata Lita menaikan sebelah alisnya, berusaha membuat supaya Ainsley termakan oleh kata-katanya.
Sakit sekali mendengar ucapan dari Lita yang mengatakan bahwa, ia hanyalah p*nikmat b*kasnya saja. Ainsley mengakui dirinya bahwa mungkin saja yang dikatakan oleh Lita adalah benar, yah; mungkin Neon pernah melakukan itu pada Lita sebelum dirinya.
" Kau tahu ini bukan salahku, salahkan Neon yang telah memilihku. Dan ingat kita adalah teman dekat, dari dulu kau selalu menjelek-jelekkan Neon, tapi ternyata kau sendirilah yang menyimpan perasaan pada dirinya" Ainsley berusaha melawan
" Apa kau tahu, aku memang sengaja menjelek-jelekkan Neon pada teman-teman kita dikampus, supaya banyak yang menghindari Neon. Aku tidak mau kalau Neon dekat dengan wanita lain." Lita menceritakan dengan jujur.
" Ternyata kau lah yang j*lang " Kata Ainsley lewat penyindirannya tidak mau kalah.
Lita mendekatkan dirinya pada Ainsley dengan mengangkat tangannya; Plak.. kau,! dasar j*lang" kata Lita marah
Plak..! suara tamparan dipipi Lita.
Ainsley benar-benar tidak takut pada Lita, ia berani membalas tamparan itu, tamparannya lebih keras daripada yang diberikan Lita. Terbukti pipi Lita sangat berbekas hingga menampilkan kemerahan.
" Hentikan!" Suara Gilang dari seberang sana.
Ketiga pria itu melihat dengan jelas, bagaimana Ainsley menampar Lita.
Gilang sangat tidak terima, apabila ada yang menyakiti Lita, Neon saja selalu di tegurnnya apabila membuat Lita menangis"
Keanu tidak percaya dengan apa yang ia lihat, kenapa ia bisa bertemu lagi dengan wanita yang ini. Sebenarnya ia pernah mencarinya diam-diam tanpa sepengetahuan dari Gilang dan Neon. Tapi ia sama sekali tidak menemukan tanda keberadaannya. Justru kenapa saat seperti ini, baru ia berhasil berjumpa dengannya.
" Gilang.. ! Hentikan amarahmu, kau ingat kita lagi menghadiri acara teman kita, kalau kau tidak bisa mengontrol emosimu, kasihan mereka kalau acaranya akan rusak karena ulah kita. Kata Neon menurunkan tangan Gilang dari hadapan wajah Ainsley
" Apa kau mengenal Ainsley?" tanya Neon melihat reaksi dari Gilang.
" Aku cuman mengenalnya, tapi tidak dengan namanya, dia ini wanita j*alang yang pernah kami temui dijalan. kenapa kau membelanya?" Kata Gilang memandang sinis Ainsley
" Gilang? apa maksud ucapanmu barusan?" tanya Neon penasaran. Ia kurang mampu menerjemahkan dengan jelas maksud dari Gilang.
" kau tanyakan saja pada Keanu!" Keanu juga melihatnya. Kata Gilang
" A..ku tidak tahu!" jawab Keanu.
Keanu bingung harus menjawab apa, sebenarnya ia ingin mengatakan bahwa itu benar, tapi ia kasihan melihat Ainsley makin disudutkan.
Mendengar penuturan dari Keanu, membuat Neon tidak sepenuhnya percaya pada ucapan Gilang. Ia yang harus mencari tahunya terlebih dahulu.
" Kau kenapa? apakah kau menyukainya?" tanya Gilang pada Neon
" Bukan lagi menyukainya, tapi kami akan segera melangsungkan pernikahan." Kata Neon memegang bahu Ainsley.
" Jadi kau mau bersama dengan wanita ini, lalu bagaimana dengan perjodohan mu sama Lita?" Kata Gilang merangkul Lita
" Kau saja yang menikahinya! lihat saja kau begitu serasi dengannya." Kata Neon serius.
" Apa kau tidak apa-apa! Nada kekwatiran dari Neon pada Ainsley. Neon menyentuh pipi Ainsley dengan lembut.
Ainsley yang mendapat perlakukan seperti itu, terbuai malu dan sangat senang. Ia berusaha menahan wajahnya agar tidak tersenyum. ;Kenapa dia begitu lembut padaku, apakah omongannya tadi benar, bahwa dia akan segera menikahiku. Itu artinya Bert akan segera berjumpa dengan ayah kandungnya. Guman Ainsley.
Tidak tahan melihat suasana seperti itu, Air mata bening berhasil lolos dari mata Lita. Kecemburuannya mengembara dalam hatinya ;Awas kau Ainsley, aku akan membalasmu! Gilang yang melihatnya, kembali merangkul Lita dengan mengelus-elus lembut bahunya. Tapi Lita justru menangkisnya dan berlalu pergi dari tempat itu.
" Neon lihatlah Lita, apa kau sama sekali tidak peduli lagi padanya.? Apa cintamu benar-benar sudah hilang karena wanita ****** itu, ingat Bro kau dulu terlalu menyayangi Lita." Kata Gilang kesal karena Neon lagi-lagi membuat Lita menangis.
" Kau diamlah, kau saja yang pergi mengejarnya!" kata Neon ketus.
mendengar ucapan dari Gilang membuatnya naik pitam, Ia benci dengan masa lalunya, apabila terus diungkit-ungkit. Lita hanyalah masa lalunya, dan tidak akan pernah menjadi masa depannya.
.
.
.
.
Hallo Readers ๐ค kalau kalian menyukai ceritanya, jangan lupa selalu dukun Author melalui tekan Like dan berikan Vote. Agar kalian tidak ketinggalan dengan episode barunya, jangan lupa untuk favoritkan ๐
Dan jangan lupa juga untuk memberikan masukan berupa komentar๐
.
.
Terimakasih Semua ๐