I'M Sorry My Love

I'M Sorry My Love
Anak pembunuh



Ainsley begitu terkejut sambil matanya terbelalak kaget, ketika mendengar cerita dari Bert. Itu tidak mungkin orang yang iseng pada Bert. "Tapi siapa dia, apakah Gilang benar ingin menculik Bert" Guman Ainsley sedih


Bert menatap mommy nya yang nampak begitu aneh, entah karena cemas atau takut, Bert menyadari bahwa ucapannya ini barusan akan membuat mommy nya tidak akan merasa tenang. Bert menahan rasa penasarannya terhadap luka yang ada di tangan Mommy nya.


..


Didalam kafe itu Gilang dan Lita sedang duduk di bangku utama. Mereka sedang asik berbicara, mereka tidak mengindahkan berita-berita dari para pengunjung lainnya mengenai anak kecil yang ditarik paksa oleh pria muda sebayanya. Keduanya terus fokus mengenai pembahasan dan tujuan mereka sebelumnya.


" Kau jangan berbohong, mana mungkin Ainsley sudah memiliki anak, dan anak itu adalah anak dari Neon." ucap Lita disela-sela percakapan mereka


" Mana mungkin aku berbohong, aku sudah menyelidiki semuanya, tapi aku belum pernah menemui langsung anak itu" ucap Gilang


" Terus bagaimana bisa kita mengenali anak itu, kalau kau sendiri belum ketemu dengannya" ucap Lita menahan gejolak dalam hatinya


" Aku sudah tahu wajah anak itu, wajahnya sama persis dengan Neon, anak buahku telah mengirimkan Fotonya. Tapi apa kau yakin kalau kita menculik anak itu, rencana kita akan berhasil" Gilang merasa kurang yakin.


" Kalau kau tidak mau, biar aku saja yang menculiknya" ancam Lita


" Baiklah, serahkan semuanya padaku" ucap Gilang serius


Lita menatap ada keanehan yang tersirat diwajah Gilang. Sepertinya ada yang dia sembunyikan. Aku harus hati-hati, tapi omongan Gilang ada benarnya juga, penculikan Bert sepertinya tidak akan membuahkan hasil, aku harus mencari cara yang lain. Guman Lita


..


Ainsley melamun didalam ruangan rumahnya. Memikirkan setiap ucapan dari Bert. Lamunannya terhenti ketika hp yang disimpannya diatas nakas mejanya menyilaukan layarnya. Ainsley dapat melihat jelas layar hp itu karena hp itu tidak berada jauh dari hadapannya. Ketakutannya kembali muncul ketika melihat pesan yang diterima barusan.


Datanglah dialamat XXX sekarang, aku menunggumu. Kalau kau tidak datang, anakmu akan menjadi sasarannya.


By Lita


Ainsley langsung mengambil tasnya dan berlalu pergi. "Mommy mau kemana?" ucap Bert menghampiri Mommy nya


" Mommy ada pekerjaan dikantor sayang, mommy ada rapat penting." Ainsley mencium Bert dan langsung segera berangkat


Langkah kakinya berjalan masuk kedalam salah satu ruangan XXX, didalam sudah ada Lita yang menyambutnya dengan senyuman yang sumringah.


" Apa yang ingin kau katakan" kata Ainsley menatapnya juga


Ainsley menatapnya dengan kebingungan, ia tidak dapat menebak apa rencana dari Lita.


" Tidak heran kalau kau jadi wanita j*lang, karena kau adalah anak dari seorang pembunuh." Ucap Lita


Plak..!


Tamparan keras melayang dipipi sebelah wajah Lita. Lita tersenyum sinis kerahnya


" Kalau bukan karena Daddyku, Daddy mu akan dipenjarakan seumur hidup. Buah jatuh tidak jauh dari pohonnya. Darah pembunuh sekarang menjadi darah p*lacur" ucap Lita dengan senyum sinisnya, ia sengaja untuk tidak membalaskan tamparan itu, karena ada rencana lain yang ia rencanakan sebelumnya.


Plak.


Kedua pipi Lita sekarang sudah berbekas tamparan dari Ainsley.


" Apa yang kau lakukan pada calon menantu kami" suara dari seberang sana. Suara itu ialah suara dari Theo Alison dan didampingi oleh Neon.


Theo Alison semakin berjalan mendekat kearahnya.


" Kau, anak dari pembunuh itu" ucap Theo memperhatikan lekat-lekat wajah Ainsley. Yah; meskipun sudah beberapa lama tidak berjumpa lagi dengannya, namun ia tahu betul wajah dari putri Ley Williams ini.


" Maksud Daddy apa?" ujar Neon yang penasaran.


" Neon, dia adalah anak dari pembunuh ibumu." ucap Theo dengan lantang. Pandangan ketidaksukaannya tetap tertuju pada Ainsley.


Ainsley tidak bisa membalas ucapan dari Theo. Sekarang ia baru tahu kalau anak dari mantan sahabat Daddynya ternyata ialah Neon. Neon pasti akan semakin membencinya. Satu hal yang ia ingat, kalau Daddynya tidak bersalah mengenai pembunuhan itu, ia hanya difitnah, tapi keluarga Williams sampai sekarang tidak bisa menemukan buktinya.


" Tinggalkan kami berdua sekarang.!!!" Suara teriakan dari Neon. Rahangnya mengada keatas, ia mengertak dengan memunculkan kedua giginya. Suaranya yang begitu menyeramkan, membuat Lita segera keluar, Theo sendiri pun takut dengan suara itu.


Brukk..


Suara dorongan keras yang terjadi pada tubuh Ainsley. Yah; Neon benar sangat membencinya.


Plak!


Suara tamparan kembali terdengar diruangan itu, tangan Neon menjambak rambut Ainsley. Ia membenturkan tubuh Ainsley ketembok dinding. Ainsley menjerit kesakitan ketika tubuhnya kembali ditarik paksa oleh Neon.