I'M Sorry My Love

I'M Sorry My Love
Kenapa dia begitu panik?



Neon langsung mencumbunya, membalikkan posisi mereka, Ainsley selalu saja gagal menghentikan Neon. Suara bunyi keroncongan dari perut Ainsley terdengar. "Kau lapar?" ucap Neon yang mendengarnya


Ainsley mengangguk, sedaritadi Ainsley memang belum makan.


Meskipun malu, namun ada kebahagiaan tersendiri yang dirasakan oleh Ainsley. Neon mengendong Ainsley menuju ke meja makan. Ainsley kaget dengan masakan yang sudah tersedia, diambil oleh Neon dari balik lemari.


" Siapa yang telah memasak semua makanan ini?" tanya Ainsley heran.


" Orang yang menjaga villa ini, selama kami tidak berada di sini." Kata Neon menuangkan laup makanan itu pada piring Ainsley


" Tapi kemana orang itu, kenapa sekarang aku tidak melihatnya" kata Ainsley


" Diamlah, kau ingin makan atau interview, Makanlah cepat!" ucap dari Neon


" Kapan kita akan pulang?" tanya Ainsley memperhatikan cuaca diluar yang terlihat sedikit mendung.


" Mungkin kita takkan pulang, karena ini akan membahayakan kita sendiri diperjalanan." Kata Neon memperhatikan kecemasan yang tersirat diwajah Ainsley


" Apa yang kau pikirkan?" tanya Neon dengan suara teduh


" Apakah aku boleh menelfon, aku ingin menelfon seseorang dirumahku." Kata Ainsley memikirkan keadaan Bert


" Bila menelfon akan susah, karena jaringan disini sangat lemah, tapi bila kau mengirim pesan sms itu bisa" kata Neon


Seketika Ainsley langsung berjalan ketempat tasnya diletakkan tadi. Jemari tangannya terus mencari hp itu, ia berulang kali mencari hp itu namun tidak ditemuinya. Air matanya menetes, akibat keputus asaannya mencari hp miliknya.


" Kenapa kau begitu panik" suara dari Neon yang menghampirinya


Tetesan-tetesan air membanjiri wajah cantik Ainsley, mana mungkin ia harus mengatakan pada Neon, bahwa ia mengkuatirkan anak mereka.


Kesedihan juga tersirat diwajah Neon, diambilnya hp itu, yang ia simpan tadi diatas nakas mejanya. "Apa kau mencari ini?" Ucap Neon menunjukkan hp itu


Ainsley tidak banyak bicara mengenai bagaimana dan mengapa hp miliknya berada ditangan Neon. Ainsley secepat kilat merebut hp itu dari genggaman tangan Neon. Ia berlari kedalam kamar.


" Ada apa dengannya" guman Neon bingung


Ainsley menyimpan kembali hpnya diatas nakas, setelah yakin bahwa pesan yang barusan diketiknya untuk Mommy's Kenta benar-benar sudah terkirim. " Kau kenapa?" ucap Neon yang tiba-tiba muncul


" Aku tidak apa-apa" kata Ainsley


Neon tidak banyak bertanya lagi, karena melihat sekarang, Ainsley sepertinya memang baik-baik saja, tidak seperti tadi yang sangat terlihat kepanikan. "Apa sebenarnya yang dia kuatirkan" guman Neon penasaran


" Tidak" kata Ainsley melepaskan selimut itu dari tubuhnya.


" Tutuplah matamu, aku akan mengajakmu ke suatu tempat." Kata Neon menutup kedua mata Ainsley.


" Kau...!! lepaskan tanganmu" kata Ainsley


Neon tidak mengindahkan ucapan dari Ainsley, masih terus menutup mata Ainsley dan menuntun Ainsley berjalan. "Bukalah matamu, kita sudah sampai" kata Neon melepaskan jemari tangannya


Sungguh cantik! guman Ainsley


" Duduklah" kata Neon mengandeng tangan Ainsley untuk segera duduk di bangku yang telah disiapkan. Yah; tempat itu bersebelahan dengan kamar yang mereka tadi tempati.


" Siapa yang mendekorasi ini." kata Ainsley


" Cerewet sekali.. Diam saja...Nikmati saja" kata Neon


Ainsley hanya diam, sesuai dengan perkataan Neon yang barusan dilontarkan padanya.


" Apakah kau mau jadi pacarku" kata Neon tiba-tiba dengan menatap kearah Ainsley


Ainsley hanya terdiam, mengingat rencananya sebelumnya, bahwa ia akan mendekati Neon demi Bert. Ini adalah kesempatan yang bagus untuknya. Seandainya bukan demi Bert, mana mungkin ia mau menerimanya begitu saja, sungguh sangat tidak romantis. Dekorasinya saja yang cantik, tapi caranya menembak seorang wanita, sungguh memalukan. Aisnley tersenyum


" Jadi apa jawabanmu? kau harus menerimanya, jangan tolak ucapanku" kata Neon dengan wajah yang sedikit memerah. Yah; ini pertama kalinya Neon menembak seorang wanita. Meskipun ia pernah berpacaran dengan Lita, tapi bukan dia yang menembaknya lebih dahulu.


Tanpa mendengar jawaban dari Ainsley, ada perasaan deg-degan ketika akan mendengar langsung jawaban itu. Neon langsung mengendong Ainsley begitu saja kembali kedalam kamar sebelah. Tidak tahu kenapa, tubuh Ainsley seolah membuatnya punya daya kecanduan tersendiri. Sepanjang hari ini ia selalu saja gagal. Ataukah dunia memang tidak berpihak padanya, melainkan selalu berpihak pada Ainsley. Tidak menunggu lama, ia membaringkan Ainsley di atas kasur itu, Ainsley sudah bisa menebak, kejadian apa yang akan terjadi selanjutnya, ia merelakannya, karena ia tahu Neon pasti melakukannya, tidak akan kelewatan batasan.


Namun apalah dayanya, semakin Ainsley membiarkan, semakin ia tidak bisa menahan dirinya. Baju mereka berdua, sudah berhamburan dimana-mana. Tetesan air mata berhasil lolos di diwajah Ainsley. Ketika Neon benar melakukan itu padanya. Setelah melewati pergulatan itu, ada rasa keanehan yang mengganjal dalam benak Neon.


..


Jangan lupa untuk selalu memberi dukungan pada Author dengan cara like, vote, dan koment🙏


Jangan lupa, follow aku Ig @Jee_meca


Biar makin saling akrab dan saling mengenal 💋


Namun kalau kalian kepo dengan wajah asli Author, kalian bisa intip Ig aku yang satu @Jenn_Madik297 (akun asli)🤗


Terimakasih Semua❤️