I'M Sorry My Love

I'M Sorry My Love
Apakah benar?



Melihat ekspresi dari wajah Ainsley, membuat Gilang makin penasaran. Rupanya dugaannya telah benar; ternyata wanita j*lang ini benar memiliki anak. Aku harus mencari tahu, setidaknya anak itu dapat menjadi alat untuk menjauhkan dirinya dari Neon. Guman Gilang. Gilang tidak mengindahkan tatapan sinisnya dari Ainsley. "Jangan coba-coba mendekati Neon, sebelum ucapanku menjadi kenyataan!" ancamannya sekali lagi pada Ainsley dengan berbisik kepadanya. Akibat Gilang membisiknya, tubuh mereka kelihatan berdekatan, namun masih memiliki cela sedikit, tubuh Gilang belum sempat menjauh dari tubuh Ainsley, tiba-tiba suara Lita terdengar diantara mereka berdua.


" Gilang? apa yang sedang kau lakukan pada Ainsley!" Sungguh membuat bingung Lita melihat ekspresi yang terpancar dari wajah mereka berdua. ;Apakah mereka saling mengenal atau..? Batinnya bertanya-tanya mengenai apa yang baru-baru ia lihat.


" Gilang kau kenapa terlalu dekat dengannya?" tanya Lita yang tidak bisa menyimpan rasa penasarannya.


" Kenapa kau bertanya begitu, bukankah kau sendiri tahu kalau dia adalah wanita j*lang, makanya dia sengaja menggodaku." Kata Gilang tersenyum kearah Lita


" Kau terlalu murahan Ainsley! kau berani-beraninya menggoda Gilang, sedangkan kau sendiri telah berpacaran dengan Neon. Awas saja, aku akan melaporkanmu pada Neon." Kata Lita fokus memperhatikan Ainsley mulai dari kaki sampai ujung rambutnya.


Apakah Ainsley benar menggoda Gilang? Guman Lita bertanya-tanya, merasa kurang setuju dengan pikirannya sendiri. Sebab ia tahu dari dulu bahwa Ainsley adalah tipe wanita yang minder terhadap cowok, namun kenyataannya sekarang kelihatannya jauh berbeda dengan Ainsley yang dulu.


" Maaf!" kata itulah yang hanya dikeluarkan oleh Ainsley, lalu berlalu pergi meninggalkan mereka berdua.


Ada apa dengannya? pertanyaan inilah yang muncul dibenak Lita dan Gilang. Masing-masing menyimpan pertanyaan itu benaknya, tidak ada satupun yang mengucapkan secara langsung, seolah mereka masa bodoh dengan tindakan Ainsley. Namun sebenarnya Lita ingin sekali mengejar Ainsley, ia merasa ada keanehan dari tingkah Ainsley. Tidak biasanya Ainsley diam saja ketika ia menghakiminya.


" Lita? kali ini kau mau pulang bersamaku atau kau mau mengendarai mobilmu sendiri." tanya Gilang yang melihat Lita masih terdiam fokus memperhatikan arah jalan Ainsley.


" Aku akan pulang sendiri, karena aku harus pergi kerumah Tuan Theo Alison dulu. Kata Lita.


" Baiklah aku pulang duluan!" Gilang mengakhiri percakapan itu dengan membiarkan Lita masih tertinggal ditempat itu.


" Sebelum Bert diambil oleh Gilang, aku harus menyembunyikannya lebih dahulu, tapi Bert harus tinggal dimana, sekarang aku tidak lagi memiliki orang lain yang dapat aku percayaii!" tanyanya terus bertanya pada diri sendiri.


" Aku harus menyembunyikan anakku dimana!" kata Ainsley dengan suara yang lumayan terdengar.


Betul saja bahwa suaranya yang barusan terdengar oleh Lita. "kau tadi menyebut nama anak! kata Lita yang muncul tiba-tiba dihadapan Ainsley.


Dia tadi menyebut anak, jadi apakah benar dia sudah memiliki anak! Guman Lita penasaran


Bagaimana ini? apakah Lita mendengar semuanya. Aku harus jawab apa, Lita tidak boleh tahu mengenai Bert! semakin hari Bert dalam keadaan bahaya. Apakah aku harus memberi tahu Lita terlebih dahulu? mungkin dia bisa menolongku dari ancaman dari Gilang. Tidak.. tidak.. tidak.. Lita kan sangat benci kepadaku. Guman Ainsley semakin pusing.


.


.


#Bersambung dulu guys🙏


Terimakasih semua❤️