I'M Sorry My Love

I'M Sorry My Love
Aku tidak mencintainya



" Oke baiklah, akan ku ceritakan semuanya padamu. Tapi kau jangan marah." ucap Gilang


" Apa yang ingin kau katakan, asal itu berita yang baik, aku tidak akan marah." Neon masih terbawah suasana emosi


Gilang terdiam sejenak, ia menarik nafas dalam-dalam lalu memberanikan diri untuk membuka mulutnya "Dari awal sebenarnya aku sudah tahu, kalau wanita yang pernah kau tiduri itu adalah Ainsley. Dan itu semua adalah rencanaku sendiri, Keanu sedikit pun tidak ada sangkut pautnya, justru Keanu lah yang berusaha untuk menghentikanku. Karena pada waktu itu, aku terlalu khawatir padamu, aku tidak tahu harus melakukan apa untuk bisa menolongmu, dengan terpaksa aku membawah Ainsley untuk menemanimu dalam kamar itu.


" Tapi..." intonasi dari Gilang berubah seketika disertai dengan ekspresi wajah yang membuat Neon kesal melihatnya. Tapi apa?" selidik Neon


" Tapi satu yang perlu kau tahu, kalau Ainsley adalah wanita pekerja malam, aku sendiri yang melihatnya. Pada waktu itu aku melihatnya dimalam hari, dia sedang dikejar-kejar oleh kekasihnya tidak hanya itu Lita juga mengatakannya bahwa gosip dikampusnya telah menyebar mengenai Ainsley yang bekerja sebagai wanita clup malam." Ujar Gilang seketika dirinya menjadi diam. Merasa takut dengan ucapan terakhirnya yang nanti membuat Neon geram kepadanya.


Brakk..


Neon menghajar perut Gilang, hingga Gilang hampir terpingkal jatuh kebawah lantai.


" Kenapa harus dia, kenapa bukan wanita lain saja!" teriak Neon dalam ruangan itu.


Sejenak Gilang terdiam, benar yang diucapkan oleh Neon, kenapa ia tidak terpikiran untuk memilih wanita lain saja. Gilang menggeleng kepalanya karena tidak tahu harus menjawab apa.


" Tapi kau kenapa begitu marah kalau wanita itu adalah Ainsley, bukannya ini adalah hal yang bagus. Bukankah kau sendiri telah mencintai Ainsley?" tanya Gilang menatap heran Neon yang semakin berantakan dengan penampilannya


" Aku tidak mencintainya, dia adalah musuh yang paling aku benci." Neon mengucapkan dengan mengepalkan kedua tangannya hingga urat-urat begitu nampak.


Gilang tidak dapat memahami maksud ucapan dari Gilang, "aku tidak mengerti maksudmu? Gilang ikut terbawah penasaran


" Wanita itu, di..a adalah anak yang pembunuh Mommy ku." Ucap Neon dengan ekspresi tatapan penuh kebencian


" Apa..?" Mata Gilang melotot, ia terbelalak begitu kaget mendengar ucapan dari Neon.


Kenapa Lita tidak menceritakan ini padaku. Lita mulai tidak mempercayaiku lagi. Guman Gilang kesal


Tapi apakah Neon sudah tahu, kalau ia sudah memiliki anak bersama Ainsley.! guman Gilang kembali


" Setelah ini apa yang akan kau lakukan pada Ainsley?" ujar Gilang


" Aku ingin sekali membunuhnya, tapi.." ekspresi dan intonasi Neon berubah seketika


" Tapi apa?.." Gilang berjalan mendekat kearah Neon


" Entahlah..! aku sendiri tidak tahu."suara gusar dari Neon


" Apakah kau tahu juga, kalau Ainsley telah melahirkan anakku"


Gilang memasang wajah pura-pura tidak tahu ketika Neon bertanya mengenai itu. "Apa?" Gilang berpura-pura shock.


Neon dapat percaya dengan ucapan dari Gilang. Yah; Yang Neon tahu, sepertinya dialah orang pertama yang mengetahui berita ini.


" Apakah kau langsung percaya dengannya begitu saja, mungkin saja anak itu dari pria langganan Ainsley." Ujar Gilang


Yang Gilang ucapkan ada benarnya juga, bisa saja Ainsley telah membohonginya, agar dia memberinya ampun. "Tapi anak itu, begitu mirip denganku" ujar Neon


Jadi dia sudah melihatnya. guman Gilang


Ketika Neon mendengar perkataan dari Gilang, Neon pun beranjak pergi berlalu begitu saja. Kemudian Gilang langsung mengambil hp miliknya dengan mengirimkan pesan kepada Lita.


..


Selang beberapa menit, Gilang mendapatkan tweet balasan dari Lita. Yah; pesan itu berisi tentang perjumpaan mereka kembali di kafe xxx. Sebelum berangkat firasat Gilang seperti ada hantu yang terus menghantuinya.


Gilang sampai terlebih dahulu, ia memilih bangku yang selalu menjadi tempat favoritnya bersama Lita. "Kau kenapa lama?" gerutu Gilang


" Ada yang harus aku bereskan dulu! apa yang ingin kau katakan?" Lita menatapnya


" Kau?" Kenapa tidak memberitahuku mengenai Ainsley kalau dia adalah anak seorang pembunuh. Gilang geram


" Jadi kau sudah tahu? sebenarnya aku baru mau memberitahukan mu, tapi kau terlanjur duluan mengetahuinya. Tapi siapa yang katakan itu padamu?" ujar Lita


" Neon, yah Neon yang telah mengatakannya. Dan kau tahu reaski Neon setelah tahu bahwa Ainsley anak pembunuh itu, dia sangat membencinya bahkan berniat untuk membunuhnya." ujar balik dari Gilang


Tersenyum bahagia diwajah Lita. "Itu yang aku tunggu-tunggu, akhirnya aku tidak punya halangan lain untuk mendekati Neon." Lita tertawa kecil


" Jadi itu adalah rencanamu, tapi bagaimana bisa kau mengatakan kalau dia anak pembunuh. Tanya Gilang penasaran." Yah; mengenai pembunuhan Gilang tidak tahu menahu, yang Gilang hanya tahu bahwa Mommy Neon meninggal karena ditabrak oleh orang yang tidak bertanggung jawab.


" Sangat sulit untuk menceritakannya, aku tahu semuanya. Karena Theo Alison, Ley Williams, dan Daddyku adalah mereka sangat bersahabat. Persahabatan mereka ia sebut tiga serangkai tampan. Tapi karena Tuan Ley Williams membunuh istri dari Theo Alison. Akhirnya persahabatan mereka hancur. Sampai sekarang mereka tidak lagi pernah berjumpa." Lita menyedot minuman yang baru-baru dibawakan seorang pelayan kafe padanya


" Jadi Tuan Ley Williams sekarang berada dimana? Apakah dia jatuhi hukuman mati atau?" ujar Gilang semakin mengupas kisah itu


" Ley Williams dan keluarganya tetap tinggal di Negara ini, namun kota yang berbeda dari kita. Ia tidak dihukumi atau penjara, karena Daddyku yang berhati baik padanya, Daddyku masih menghargai persahabatan mereka, sehingga ia berusaha untuk membujuk Theo Alison agar tidak sekejam itu pada keluarga Ley Williams. Ley Williams hanya diusir dari kota ini." Lita menceritakan semuanya. Tanpa disadari seorang berpakaian hitam yang duduk tidak jauh dari bangku mereka, sedang menguping pembicaraan mereka.


" Tapi tunggu, apakah Neon sudah tahu mengenai anaknya?" Ujar Lita


Neon mengiyakan ucapan dari Lita. "Kurang ajar, ini akan menjadi penghalangku lagi" Lita geram mendengar itu


" Kau tenang dulu, Neon mengatakan bahwa ia akan terlebih dahulu melakukan tes DNA, kita bisa memanfaatkan keadaan itu." Ujar Gilang memberi arahan


..


**Basa Basi Author 🤗


Tukar pikiran yukk?


Ada yang bisa menebak, apa yang akan selanjutnya direncanakan oleh Lita dan Gilang?


a. apakah mereka akan berusaha untuk menggagalkan rencana dari Neon dalam melakukan tes DNA?


b. atau membiarkan Neon melakukan tes DNA itu, tetapi Lita dan Gilang memiliki rencana yang lain.


tanggapan dikolong komentar yah 🤗 unek-uneknya dikeluarin aja, Author lebih suka mendengarkan setiap unek-unek dari kalian ❤️


*salam kenal semu*a ❤️love you 😘