I'M Sorry My Love

I'M Sorry My Love
Dia selalu terlihat cantik



" Akhirnya kau membuka matamu, rupanya kau sedaritadi yang selalu menggodaku, caramu menggoda sungguh lucu" ucap Neon


Ainsley tidak banyak bicara, masih sibuk mengatur nafasnya. "Aku tidak menggodamu, kau sendiri saja yang selalu mencuri kesempatan dariku" kata Ainsley tidak mau kalah


" Aku tidak mencuri kesempatan darimu, kau saja yang selalu memintanya, aku hanya ingin mengancing bajumu, lihatlah bajumu, kancingnya masih terlepas, apa kau mau menggoda pria lain selain diriku." Kata Neon memegang baju Ainsley


" Tapi apakah Sena melihatnya, bagaimana kalau Sena benar melihat keadaan bajuku seperti ini. Nanti dia berfikir yang tidak-tidak pada kita." Ucap Ainsley kepada Neon. Tangannya memindahkan jemari tangan Neon yang masih memegang pergelangan bajunya.


" Itu bagus, kenapa kita tidak mempraktekkannya saja dihadapan Sena." Kata Neon


" Dasar cabul" kata Ainsley meninggalkan ruangan itu.


Dari belakang tangan Neon menarik pergelangan tangan Ainsley. "Kau mau kemana?" kata Neon menghentikan langkah kaki Ainsley


" Kau mau apalagi? kau jangan cabul, aku sekarang tidak mau mengulanginya lagi." kata Ainsley


" Sepertinya kau selalu memancing kesayanganku untuk selalu bangun" kata Neon dengan berbisik ditelinga Ainsley


" Maksud kau kesayangan apa?" kata Ainsley benar tidak tahu


Itu. Jari telunjuk Neon menunjuk celananya.


" Dasar cabul" kata Ainsley ingin segera dengan cepat meninggalkan ruangan Neon.


" Apa kau lupa, tadi aku mengatakan kalau aku ingin mengajakmu pergi keluar. Kau jangan berpikiran cabul" kata Neon


" Aku tidak mau pergi" Ainsley benar meninggalkan ruangan itu, dengan rasa malu.


Neon ikut melangkahkan kakinya keluar dari dalam ruangannya, tetapi arahnya berbeda dari tempat tujuan Ainsley. Ia lebih mengarah pada ruang rapat dimana Arka telah menunggunya disitu. Arka menundukan kepalanya ketika melihat wajah yang sama sekali tidak bersahabat dengannya. "Kau..? kenapa menyuruh karyawan lain pulang" kata Neon kearahnya


" Tapi bukankah Tuan sendiri yang menyuruhku untuk memberinya hukuman." Kata Arka tidak berani menatap kembali tatapan dari tuannya itu.


" Aku memerintahmu untuk memberi mereka hukuman, bukan berarti dia dipulangkan. Justru dengan begitu, mereka akan senang. Sudah terlambat, pulang lagi. Ini bukan lagi jaman anak sekolah, yang terlambat akan dipulangkan pada orang tuanya." Kesal Neon


" Gaji mu aku potong 50% akibat kesalahanmu hari ini." Kata Neon


" Tapi Tuan, perjanjian kita bahwa tiap satu kesalahan, hanya dipotong 25% dari gaji. Terus kenapa Tuan memotongnya seakan aku telah membuat kesalahan dua dihari ini."


" Aku selalu konsisten dengan apa yang aku katakan. Memang benar kalau hari ini kesalahan mu ada 2." Kata Neon


" Tapi kesalahan yang kedua itu apa Tuan?"


Arka masih mencari tahu kesalahan keduanya.


" Kau tidak usah banyak bicara, intinya bahwa gajimu bulan ini akan terpotong 50%" Kata Neon dengan keras


Arka yang mendengarnya seakan ingin menutup telinganya, akibat suara dari Neon. "Kalau begitu Tuan tidak usah memberiku gaji bulan ini" kata Arka dengan pelan. Yah; pendengaran Neon tidaklah setuli yang kita pikirkan, kata-kata yang diucapkan meskipun dengan suara yang pelan, namun Neon selalu bisa mengetahuinya dengan melihat gerakan bibirnya.


Suara tepukan tangan dari Neon mengelebung didalam ruangan itu. "Baiklah sesuai permintaanmu, aku tidak akan mengajimu bulan ini" kata Neon terlihat senang


" Tuan bukan itu maksudku!" Kata Arka dengan nada memohonkan


" Banyak bicara!" suara terakhir dari Neon sebelum meninggalkan ruangan itu.


Gara-gara Arka memulangkan setiap karyawan yang masuk terlambat, kantor Algroup hari ini sangat sepi. Neon pusing ingin berbuat apa, segala berkas-berkas pekerjaannya berada disalah seorang karyawannya yang datang terlambat.


Ingatannya mengingat kembali janji yang sebelumnya dibuat bersama Ainsley, bahwa dia akan mengajak Ainsley untuk pergi jalan bersama disebuah tempat. Berhubung hari ini ia kurang sibuk dengan pekerjaannya, ia benar berniat mengajak Ainsley.


" Siapkan semuanya, aku akan pergi ke sana!" suara Neon menelfon seseorang entah siapa. Seusai menelfon, disimpannya hp itu kedalam saku celananya kembali. Kakinya melangkah menuju ruangan tempat Ainsley bekerja. Dilihatnya Ainsley sedang menggunakan komputer miliknya. Ainsley sangat cantik ketika dia sedang serius, bagaimana pun ekspresinya akan selalu terlihat cantik. Neon memandanginya dari balik kaca transparan, sebilas senyuman tersirat diwajah Neon.


Sejenak Ainsley berhenti memandangi layar komputer dihadapannya. Tangannya bergerak mematikan komputer itu, ia beranjak berdiri dan berlalu dari ruangan itu, Yah; hari ini sangat membosankan tidak ada yang menemani dirinya untuk bergosip.


" Kemana dia?" guman Neon bertanya-tanya mencari keberadaan Ainsley.


Matanya terpaku ketika melihat pemandangan taman kantor Algroup ini. "Cantik sekali" guman Ainsley memandangi setiap sudut taman itu, ini pertama kali Ainsley menginjakkan kakinya di taman ini.


Tangannya memetik bunga mawar putih, ia duduk disalah satu bangku yang berada ditaman itu, sambil menghirup aroma dari bunga mawar putih itu. Neon muncul dibelakangnya, dan menarik setangkai mawar itu yang dipegang oleh Ainsley, lalu dibuangnya lah bunga itu.


" Kau kenapa membuangnya?" Kata Ainsley kesal


" Aku mencarimu hampir di setiap sudut kantor, namun aku sulit menemukanmu, untunglah ada cctv yang membantu aku." Kata Neon melangkah ikut bersama Ainsley untuk duduk di bangku itu.


" Kau ikutlah denganku sekarang, aku akan mengantarmu ketempat yang lebih indah dari taman ini." Kata Neon