I'M Sorry My Love

I'M Sorry My Love
Siapa dia?



Terik matahari ia tidak hiraukan, suara aneh yang berbunyi dari dalam perutnya, tidak menghilangkan konsentrasi untuk tetap mencari bubur. Dihadapan matanya terlihat sebuah cafe besar, ia berjalan melangkah masuk, namun dihalaman kafe itu, tiba-tiba seorang pria muda yang tidak dikenal menariknya jauh dari cafe itu.


Jemari tangan pria itu membekap mulut Bert rapat-rapat. "Hey lepaskan tanganmu, kau siapa?" ucap Bert setelah pria itu melepaskan tangannya dari mulut Bert. Pandangannya begitu tidak bersahabat kepada pria itu, seandainya tubuhnya lebih besar, ia akan memberikan satu bahkan beribu-ribu tinjuan pada perutnya, ingin sekali menghajarnya habis-habisan. Sorot matanya begitu tajam menghunus kearah pria itu.


" Untuk saat ini aku tidak bisa memberitahumu tentang siapa aku" ucap pria itu beranjak berdiri ingin meninggalkan Bert yang masih terdiam penuh keheranan


"Satu lagi, aku hampir lupa, kalau kau jangan masuk kedalam kafe itu" tunjuknya kedalam kafe itu sebelum benar-benar ia meninggalkan Bert, tatapannya penuh serius. Seulas senyuman ia tinggalkan agar Bert tidak takut pada dirinya.


Bert masih terdiam ditempat, bingung dengan semuanya, pikirannya penuh tanda tanya, antara ia mempercayainya atau tidak. "Ah.. mungkin saja itu orang iseng" guman Bert melangkah melanjutkan perjalanannya yang sempat terhenti untuk masuk kedalam kafe itu. Menurutnya ia tidak sama sekali memiliki musuh, kecuali teman-teman sekolahnya ada beberapa dari mereka yang tidak menyukai dirinya, itu tidak mungkin kalau teman-teman musuhnya itu menyuruh orang dewasa untuk melukainya, sungguh cemen anak itu.


Langkahnya terhenti ketika mengingat luka perban yang ada pada Mommy nya. Mungkin saja luka dari Mommy nya, berhubungan dengan semua ini. Omongan pria dewasa tadi ada benarnya juga. Dengan terpaksa rencananya ingin membeli bubur untuk mommy Ainsley ia batalkan saja. Ia juga sudah terlalu lama berada diluar, ia takut kalau Mommy nya akan lebih khawatir terhadapnya.


" Mommy, aku datang" ucap Bert dengan wajah senyum yang memaksa


" Kenapa kau begitu lama, aku hampir mencarimu keluar." ucap Ainsley beranjak untuk duduk kembali


Untunglah, itu artinya larinya tidak sia-sia. Niatnya untuk memberi tahu Mommy nya mengenai kejadian tadi ia tunda untuk sementara, karena sekarang bukan moment yang pas, perutnya dari tadi sudah beberapa kali memiskol dirinya untuk segera memberinya makanan.


" Kau kenapa begitu lama?" Ainsley mengulangi pertanyaannya


" Mom, aku cari bubur, tapi penjual tidak ada satupun pun yang menjualnya, itu sebabnya aku lama" ucap Bert


Senyuman nampak diwajah Ainsley. "Aku tidak suka makan bubur sayang, aku juga tidak apa-apa, ini hanya luka kecil" ucap Ainsley mengajak Bert menuju ruang makan mereka


Ditengah mereka berhadapan dengan makanan, sambil mengunyah makanan yang masuk kedalam mulutnya, ingin sekali berbicara, namun dirinya sangat tidak memiliki niat berbicara ketika sedang makan, benci sekali orang yang sementara makan sambil berbicara, rasanya ingin memarahi orang itu langsung.


Ia mengunyah makanan begitu lahap, sehingga ia dengan cepat menginterview Bert. Bert melihat Mommy yang begitu lahap, membuatnya sangat senang, artinya makanan yang ia beli sangat disukai oleh Mommy nya.


Sesuai mereka menghabiskan makanan, Bert terlebih dahulu merapikan mejanya setelah itu ia mengantarkan Mommy nya masuk kedalam kamar. "Aku mau bicara" keduanya sama-sama mengeluarkan kata sepersis itu. Bert pun mengalah, karena sebagai anak ia harus banyak mengalah pada Mommy nya. Tapi Mommy Ainsley memaksanya lebih dulu untuk berbicara.


" Mom, tadi ada orang yang tidak aku kenal membekap mulutku." Ucap Bert mulai menceritakan


Ketakutan mulai terpancar diwajah Ainsley, namun tetap berusaha baik-baik saja, agar Bert tidak menaruh curiga padanya. "Apakah itu Gilang" gumannya


" Apa kau tahu siapa nama orang itu?" ucap Ainsley


" Dia tidak mau mengatakan namanya."


" Tapi bagaimana bisa itu terjadi?" kata Ainsley menahan rasa kecemasannya.


Bert menceritakan semua dari awal kejadian itu. Bert sadar ini akan membuat Mommy nya merasa cemas, selama ini ia berusaha memendam semuanya, namun hal seperti ini tidak bisa lagi sembunyikan.


Ainsley begitu terkejut dan matanya terbelalak kaget, ketika mendengar cerita dari Bert. Itu tidak mungkin orang yang iseng pada Bert. "Tapi siapa dia, apakah ini sebagian dari rencana Gilang yang ingin menculik Bert" Guman Ainsley sedih


..


Ada yang bisa bantu Ainsley menebak orang itu?