I'm not Your Wife

I'm not Your Wife
Sedih yang Menyakitkan (Rev)



Sedih Yang Menyakitkan


Sebulan sudah Aku bekerja di Istana milik Reno dan Aku mendapat kan hasil gaji pertama ku.


Hari ini mata kuliah terakhir, sang dosen berhalangan hadir aku senang, sebab dari kemarin aku merencanakan untuk mengunjungi Bibi Elma ku yang Baik.


Aku menggunakan angkutan umum agar lebih cepat sampai dan tidak memakan waktu lama,  jadi aku akan kembali ke Rumah Reno tepat waktu.


*Sementara di Rumah Bibi Elma.


 


"Mas..! kamu sudah terlalu kejam kepada Aira,  kamu kan tau Aira itu sudah yatim piatu, dan kita malah membuatnya menderita.. " tangis bibi elma dengan suara lirih.


"alah..!,kamu terlalu perasaan..,kita kan sudah menjaga dia sampai dewasa itu sudah jadi Hak Kita segala warisan Milik Orang tua Aira.." jawab Robert yang tidak peduli.


"tapi Mas..,itu memang hak Aira,  bukan hak kita karena wasiatnya Aira lah yang berhak.. "jawab Bibi Elma lagi sambil menangis.


"Cih...!! Berhak..?, Kamu pikir aku bodoh,  Aira Bukanlah darah daging Dari Mas Prapto dan Mba Dewi dia hanya Anak pungut mereka dan kamu keluarga kandung mbak Dewi jadi kita lah yang berhak atas Rumah ini..!" tegas Robert.


"tapi..mas..,!"


"aarghhh...! Sudahlah,  Kau tau..! Keponakan kesayangan mu itu sangat munafik, Aira tidak sudi aku jodohkan dengan Debrong si rentenir kaya itu, tapi dia saat ini menjadi simpanan laki-laki kaya dan muda..


aku sering melihat dia diantar kekampusnya oleh laki-laki itu, Kalau tidak dari mana dia dapat bertahan hidup"


Robert pergi meninggalkan Istrinya dan Bibi elma masih belum percaya dengan apa yang dikatakan suaminya, Aira tidak mungkin seperti itu pikir Elma.


Ough..! tidak apa ini..apa ini yang kudengar.. hanya sandiwarakah atau kenyataan..?, kaki ku sangat lemas mendengar perkataan Om Robert..Aku..! Aku ternyata Anak Pungut..lalu siapa Orang tuaku sebenarnya..?.


Hati ku terus bertanya dan Air mataku sudah tak dapat ku bendung.. Kebenaran apa ini sesungguhnya.


"Ini..Aira Bi..!  Aira Pulang.. " aku segera menampakkan diri ku dari Balik tembok samping Rumah Bibi ku, dan tak dapat ku tahan lagi gejolak di Hatiku saat ini,  aku segera berlari dan jatuh kedalam pelukan Bibi Elma dan ku


tumpahkan semua tangis ku.


Bi Elma terus mengusap punggungku dan kurasakan Air matanya terjatuh di bajuku.


Cobaan apa lagi ini Tuhan?, Seakan tak ada hentinya baru saja aku merasa agak bernafas lega saat aku terbantu oleh Orang sebaik Reno.


sekarang aku harus menghadapi hal lain yang lebih menyakitkan menurut ku.


Kenapa..? apakah aku memang di lahirkan bernasib sial dan harus kehilangan Orang-orang yang aku cintai dan juga ku Sayangi.


"Bi,.. Apa benar yang di katakan Om robert kalau aku ini bukan Anak kandung Dari Ayah dan ibu.. ?" bibi Elma hanya diam terpaku dan matanya terus mengalir deras.


 "Jawab..,jawab bi..Aira ini anak siapa sebenarnya..? " Hati ku menjerit dan tangis ku semakin menjadi, aku guncang terus tubuh bibi ku dan ku paksa dia untuk mengatakan Siapa Orang tua ku sebenarnya.


"Baiklah Aira..kalau memang ini lah waktunya kamu Tau kebenarannya, Bibi akan ceritakan semua.. " Bi Elma menggengam tanganku seakan mencoba menguatkan aku, untuk mendengar semua kebenarannya dan Bi Elma mulai menceritakannya


 


-Bersambung-


 


*hai..!  Pembaca kesayangan Trimkasih sudah mau mampir di karya aku ini, dukung dan support aku terus ya dengan Vote, Like & Comment positif dari kalian. 🤗


Jangan lupa baca karya Aku lainnya.