
Kesedihan Di matanya
Malam ini Aku melihat Reno berbicara Serius kepada Bi Ana, entah apa yang mereka Bicarakan yang aku lihat Reno seakan sedang Berfikir keras Akan sesuatu.
Aku bingung mungkin karena selama ini aku dan Reno saling bercerita Sehingga aku sudah terbiasa Mengakrabkan diri Dengan Majikan ku ini yang menganggap aku Bukan sebagai pegawainya melainkan sahabatnya.
Kenapa Reno akhir-akhir ini terus menghindar yah, jika aku sedang bersama si Kembar reno tidak menyapa putri-putrinya ini, tapi jika aku sedang tidak bersama si Kembar Reno langsung melepas Rindu kepada Mereka.
Apakah Reno sengaja menjauh
dariku, Biasanya dia akan menawarkan aku untuk mengatarkan ku ke kampus, tapi kali ini supir lah yang di tugas kan mengantar dan menjemput ku.
Aku sedikit Resah, apakah aku melakukan kesalahan.?.
Bahkan untuk makan pagi pun dia segera menyelesaikan makannya dengan cepat saat aku mengambil posisi duduk di meja makan. ada apa denganya apa aku membuat Reno kecewa?, timbul tanda tanya besar dalam pikiranku saat ini.
*Pov Reno.
Aku mencoba Menghindari Aira., ya..! Aku menjaga jarak darinya dan tak ingin sering bertemu mata dengannya.
Cara ku ini mungkin terdengar jahat dan tak adil bagi Aira sebab tak ada kesalahan yang dia perbuat, yang salah adalah Hati ku.
Aku selalu mengganggap Aira itu Amara karena wajah mereka sangat mirip walau sifat dan gaya selalu berbeda.
Terlebih saat aku Hendak menjemputnya ke kampus aku mengikutinya dari belakang, Dia menagis dan terus menangis sambil berjalan entah dari mana tadi Aira, tapi menurutku dia baru saja mengalami cerita yang menyedihkan.
Ah..ingin aku menghentikan langkah nya saat itu dan segera memberikan bahu ku untuknya bersandar, tapi akal sehat ku selalu menentangku dan menyadarkan ku kalau Aira adalah Orang lain bukan Istri ku.
Aku memerintahkan Supir untuk mengatar dan menjemputnya pulang kuliah dan ku tugaskan supir untuk memperhatikan dengan siapa saja Aira bergaul, mengingat kesedihannya di waktu lalu.
aarghh...aku nampak seperti majikan yang posesive, kadang aku merasa kesal terhadap diriku sendiri untuk apa aku posesive, Aira bukanlah siapa-siapa bagiku dia hanya seorang pegawai yang mengasuh kembar kesayanganku.
Aku akan sebisa mungkin menghindar dari Aira aku tak akan kuat bila bertemu mata dengannya, Rasanya aku ingin memeluknya Erat, Erat sekali dan tak ingin ku lepas.
Shiitt...!! Perasaan apa ini sebenarnya mana mungkin aku jatuh cinta dengan Wanita yang baru ku kenal beberapa minggu lalu, aku harus membuang perasaan ini jauh-jauh.
***
Jam menunjukkan pukul 10 malam, aku tak bisa tidur mataku tak dapat kupejam mungkin karena aku baru saja menangis sesaat aku teringat Kedua Orang Tua Angkat ku,.
"Ayah..Ibu..haruskah Aira membenci keluarga Kandung Aira..!"
Bisik ku lirih dan aku menangis Lagi.
Aku hapus Air mataku dan aku angkat rambutku lalu ku gulung kebelakang dan ku tusuk dengan Tusuk Konde China, aku merasa Haus karena menagis dan ingin kedapur untuk minum, aku hapus Air mataku sampai kering dan pikirku malam begini pastilah semua sudah tidur dan tidak ada yang dapat melihat Sembab di mataku.
Hampir saja aku berteriak ternyata ada reno sedang duduk di meja makan dalam suasana Remang dan memegang cangkir yang dari aromanya berisi Coffee.
"Maaf..aku haus..mau mengambil Minum.. " segera Ku ambil gelas dan ku isi air minum dari Teko kaca dan segera aku meninggalkan dapur, niatku setelah ku habiskan air dalam gelas ku.
aku terasa Canggung sangat canggung mengingat sikap Reno yang seakan ingin menghindar dari ku.
hump.., tanganku ditarik oleh Reno sehingga membuat aku terhempas ke pelukannya dan aku dapat merasakan Dada Reno yang Bidang dan sedikit berotot, serta Aroma Farfum yang tidak asing lagi selama aku tinggal di Istana ini.
Reno melingkarkan tangannya seakan mengunci Tubuh ku agar tidak lari.
"Maaf..Ren..! tolong lepasin tangan kamu, aku mau naik ke kamar.."
aku berusaha melepas ikatan reno tapi Reno malah mendekap ku dan membenamkan ku pada dadanya yang bidang.
terdengar sekali Suara degub jantung Reno yang sedikit Cepat membuat jantung ku juga merasa ikut demikian.
"Maaf Aira, tapi apakah boleh aku seperti ini sebentar saja.. " jawab reno padaku sambil terus membelai rambutku.
Ada Rasa nyaman yang kurasa sekilas aku melupakan bebanku tentang Orang tuaku.
tapi aku menangis seakan aku merasakan kesedihan di Hati Reno yang di transfer Reno Saat ini.
"Kamu lagi sedih kan..?, aku pun juga demikian..,keadaan kita sama saat ini.. " Bisik Reno lagi dengan suara Lirih, benar dugaan ku Dia juga sedang sedih.
Dia menegakkan tubuhku dan mengusap air mataku lalu menatap ku dalam-dalam lalu dia mendekatkan bibirnya kepadaku dan Mencium ku lembut.
Kenapa ini..! Aku tak menolak bahkan aku merasa nyaman seakan Reno saat ini sedang menenangkan ku dengan Ciumannya.
Aku merasakan tidak ada Rasa panas atau nafsu dalam Ciumanya yang ada hanya rasa nyaman,ini seakan Ciuman Kasih sayang dan Aku Terbuai akan Kasih itu.
Reno tersadar akan perbuatannya setelah kami saling berciuman dalam waktu 1 menit, dia mendorong ku mundur dan terus meminta maaf menurutnya dia sedang khilaf lalu masuk ke kamarnya.
Aku berdiri mematung di dapur saat aku ingat kembali Cara Reno mencium Bibirku dengan lembut yang membuat aku merasa Hangat.
Perasaan Apa ini..? Hati ku seakan tertusuk di sebelah kanan dan jantungku berpacu sangat cepat, kupegang dadaku saat ini dan ku raba bibirku yang masih agak basah setelah berciuman tadi.
Air mataku semakin deras mengapa..! Ada Rasa nyaman juga kesedihan yang Amat dalam setelah Reno menciumku.
*hai..! Pembaca kesayangan trimksh sudah menyempatkan Mampir di karya ke 3 aku, Support dan dukung aku terus dengan Vote, Like & Comment Positif kalian.
Jangan lupa mampir di karya aku lainnya yah.. 🤗