I'm not Your Wife

I'm not Your Wife
Episode 18



Tentang Nyonya Muda


 


**Pov Aira


Bi Elma kian hari semakin sehat Dan Dokter mengatakan Bibi ku sudah boleh pulang dan Berobat jalan setiap dua minggu sekali.


hmm.., kenapa sudah jam segini Reno belum juga tiba yah.!, sudah Hampir siang apakah Reva kurang sehat, mudah-mudahan Reno hanya kesiangan dan tidak ada masalah di Rumah.


Siapa Sosok Wanita Berwibawa ini,  masuk ke kamar Revi begitu saja,  apa Ibu ini keluarga Reno.?.


"maaf Permisi , anda mencari siapa bu?"


"kamu..! Amara..!,oh.. Tidak, tidak kamu jelas bukan Amara, siapa Kamu dan mengapa kamu di kamar Cucu saya Revi.?


Wanita ini sempat memanggil aku Amara,  siapa Amara..?apakah Wanita ini Orang tua dari Reno, dan mengapa wanita ini mengira Aku adalah Amara.


"Maaf,  saya Aira Nyonya Pengasuh Reva & Revi.. "


"oh.., jadi kamu pengasuh baru yang di katakan Reno,  pantaslah Reno memilih kamu, sebab kamu..,,, "


"Sebab apa nyonya saya tidak Paham..? "


"ahh.., sudahlah..,saya Mama nya Reno,  bagaimana keadaan Revi sekarang.. "


"Revi,  sudah semakin pulih,  dua atau tiga hari lagi sudah boleh Pulang. "


"oh.., Syukurlah kalau begitu, sudah berapa lama kamu menjadi pengasuh Cucu-cucu saya..? "


"sudah Hampir satu setengah bulan Nyonya. "


"Berarti kamu sudah tau dong sifat Cucu saya..? "


"ya.., saya sangat paham sifat Revi & Reva.. "


"Kalau anak saya,  papa nya si kembar.?"


"kalau Reno..,,,," tiba-tiba dia menghentikan ku Bicara.


"apa..!  Reno..!,kamu panggil dia denganReno saja bukan Pak atau tuan.!"


Aku tak menyangka Mama nya Reno marah saat aku memanggil Reno majikanku hanya dengan sebutan Nama bukan dengan Pak atau Tuan Reno, aku pun mengerti maksud dari Amarahnya.


"Mulai Besok saya tidak ingin mendengar kamu memanggil Majikan kamu dengan nama Reno tetapi harus dengan kata Tuan.,paham kamu..! "


"iya bu, saya paham, baiklah bu saya pamit dulu mau menjaga Reva  sebentar lagi Ren,, maksud saya Tuan Reno sampai."


"ya sudah.., kamu bisa pulang tolong bawakan juga koper saya ke rumah Reno, trimkasih ya, biar saya yang menjaga Revi Bersama Papanya. "


Aku pun segera bergegas kembali kerumah.


Sepanjang jalan aku terus memikirkan perkataan  Nyonya itu,  mulai sekarang aku harus membiasakan  memanggil Reno dengan panggilan Tuan Reno.


Walaupun Wanita itu sedikit ketus,aku yakin dia memiliki hati yang baik & bijaksana.


Sesampai di Rumah,  aku melihat Reva sedang bermain dengan baby sitternya dan bi Ana,  segera ku bawa masuk koper yang di titipkan wanita itu kepada ku.


"ini koper siapa Non Aira..? " tanya bi Ana yang menghampiri ku.


"ini koper Mama nya Reno,  Eyangnya si Kembar.. " jawabku singkat.


"iya, bi katanya beliau cukup kaget mendengar yang terjadi dengan Revi"


Setelah aku meletakkan Koper Nyonya itu, Reva berlari ke arah Ku dan memeluk ku.


"hai..! RevaSayang tante...,kamu sudah makan sayang..?"


"dah..! Mam ma bi Na.. " jawab Reva yang tata bahasa nya masih belum terlalu jelas.. "


"oh.., tadi Reva mamam sama Bi ana yah..? " Reva pun mengangguk girang saat aku paham akan bahasanya.


"Non, selama sebulan non Aira di sini, si kembar semakin lancat Bicaranya. "


"iya, bi kasihan mereka mengalami keterlambatan bicara akibat kurang komunikasi dari Orang tua. "


"dulu., nyonya muda sering keluar Rumah ketika si kembar baru belajar jalan, sedangkan Tuan Reno sibuk di perusahaan sehingga Tuan Reno tak pernah tau kalau Istrinya selalu pergi keluar tanpa Pamit. "


"aku pikir Rumah tangga Reno Harmonis.."


"sekilas bila orang luar menilai memang mereka seperti keluarga Harmonis,  tapi suatu hari Nyonya muda Ingin kembali menjadi Artis.. "


"oh..Istri Reno adalah Seorang Artis..!"


"iya, Non, tapi tuan Reno melarang, sebab itu akan merusak Citra nya sebagai pengusaha dan pembisnis terkenal,  terlebih dunia Artis sangatlah buruk menurut Tuan Reno,  Tuan Reno hanya ingin Nyonya menjadi Ibu yang Baik. "


"Trus.. Apakah mereka sering bertengkar bi..? "


"tuan Reno tidak suka bertengkar walau pun wataknya keras,  dan nyonya muda adalah wanita yang tidak terlalu banyak  mulut"


"kasihan si kembar ya bi.. "


"saya tidak terlalu senang dengan Nyonya muda walaupun dia istri dari majikan saya. "


"loh.., bibi kenapa tidak senang..? "


"nyonya seakan lupa kalau dia seorang Ibu dan sering mengabaikan si Kembar,  karena itu saya senang ada Non Aira menjadi pengan,,, " bi ana tak melanjutkan kata-katanya.


"menjadi Apa bi..?" tanyaku penasaran.


"maksud bibi Pengasuh Si kembar.. "


"ya..,  saya juga bersyukur bi Reno mau memperkerjakan Saya untuk biaya saya dapat melanjutkan kuliah. "


"bibi juga senang anak-anak sudah ada yang memberi kasih sayang.


"bi,  nyonya besar itu galak yah..? "


"oh.. Nyonya Aida, beliau memang terkesan galak tapi hatinya baik sekali non. "


"oh.. Gitu, ya sudah bi, saya mau bawa reva istirahat sebentar sekalian saya mau ikutan tidur, di Rs mata saya Sulit terpejam.


" iya non, lebih baik non Aira segera Istirahat"


Aku pun membawa Reva lalu menidurkannya, dan Mata ku pun ikut terpejam untuk tidur.


 


-Bersambung-


"hai.. ! Pembaca kesayangan Berikan VOte, LiKE & comment kalian yah,  untuk menyemangati aku ! . 🤗