I'm not Your Wife

I'm not Your Wife
Pergi



PERGI


Aku mencoba tenang tak ingin terbawa Emosi walau hati ku saat ini ingin meledak.


Aku ingat perkataan tante lani orang tua dari Reno.


Beliau mengatakan agar aku tak memandang Reno dengan sebelah mata .


Aku menghampiri Reno yang sedang bercada dengan Si kembar.


"hai..Aira,  nampaknya kamu lagi kesal yah.." sapa Reno dengan Wajah penuh dengan Pertanyaan.


"betul, hati ku sedang sangat kesal sekali dengan Seseorang " jawab ku Ketus.


Reno yang merasa gaya bicara Ku saat ini sedikit berbeda, dan merasa pandangan Ku kepadanya mengisyaratkan kemarahan dalam diriku.


Reno pun melangkahkan Kakinya ke hadapan ku.


 


"Kamu kenapa Aira, Apa mama menyakiti mu.? "


Aku bingung,  saat semua pertanyaan ku sudah ku kumpulkan,  dan aku hendak menumpahkannya.


Tetapi Bibir ku terkatup Rapat saat aku menatap Mata Reno.


Tapi ini sangat tidak adil menurutku, harusnya aku marah, tapi Sorot Mata Reno seakan Mengisyarat kan Kesedihan yang tak bisa di tunjukkannya.


"hei.. Aira..! Kamu lagi ada Masalah..?" tanyanya lagi kepadaku sambil mengalihkan perhatianku.


Aku tak bisa bicara, mulutku Rasanya sangat berat dan Hati ku sakit mengingat Kebohongan Reno tentang Amara dan Aku.


Aku lalu berlari meninggalkan nya di taman,  tak dapat ku bendung lagi Air mataku,  sebab hanya Air Mata inilah yang dapat berbicara.


Aku kunci Kamar dan Aku menangis sejadi-jadinya.


Tanyaku dalam hati Mengapa saat aku ingin membuka Hati ku Buat Reno, Mata ku malah di perhadapkan dengan kenyataan kalau Amara berwajah Mirip dengan ku.


Aku kecewa, seharusnya Aku tak terlalu mengikuti kata Hati ku kalau Reno dengan Tulus Memberikan bantuannya Kepada ku.


Tetapi Ternyata Semua itu hanya Klise.


Reno menganggap kalau aku bukan Aira tetapi Amara Istrinya.


Meski kenyatataanya Reno sadar betul kalau Amara Telah tiada.


Aku harus meninggalkan Rumah Ini,  aku tak boleh berlama-lama di sini.


Itu akan membuat Si kembar tak bisa lepas dariku juga Reno.


Dan ini akan membuat aku semakin sakit.


Tapi kemana aku akan Pergi.?.


Oh iya aku masih Punya mira Sahabat Baik ku,  aku dengar Ayahnya Sudah Lama Sembuh.


Aku ambil Ponselku dan mencoba menghubungi Mira sahabat ku.


"hallo Mira.!"


"Aira..Kamu kemana saja,  aku Kangen sama kamu,  aku merasa kamu sedikit Sombong tidak pernah mampir lagi ke tempat ku. "


"aku sibuk kuliah dan bekerja Ra. "


"kamu kerja dimana.? "


"nanti aku ceritain semua, saat ini aku mau numpang di rumah kamu beberapa hari, tunggu aku dapat kost"


"memangnya Kamu gak tinggal bareng  tante Elma lagi, bibi kamu itu loh. "


"aku sudah sebulan lebih keluar dari Rumah itu"


"kok bisa Aira,  kamu jangan pendam Kesedihan sendiri gitu dong,  kan Masih ada aku. "


"ok, Ra,  nanti Malam Aku ketempat kamu, selesai Aku menidurkan Anak-anak. "


Mira nampaknya bingung akan perkataanku barusan.


"Anak..! Anak siapa Aira..?"


"iya nanti aku ceritain ke kamu semuanya,  pokoknya kamu nanti malam jangan tidur dulu ya. "


"ok deh,  aku tunggu kamu nanti malam".


"Bye..! "


aku pun segera menutup ponsel ku.


Rencana ku untuk keluar dari Rumah Reno setelah Si kembar Tidur dan Reno belum kembali dari kantor,  sehingg


aku semakin leluasa untuk pergi.


Tak seberapa Lama pintu kamar ku di ketuk,  dan yang memanggil ku tak lain dari suara nya adalah Reno.


"Aira.. Maaf aku mau bicara Sama kamu sebentar. "


Aku menahan diri ku dengan bertumpu pada kedua lututku dalam posisi duduk di atas Ranjang.


Aku tak akan membuka pintu itu pikir ku.


Dari nada suara Reno, dia seakan mendesak ku untuk menghadapinya bicara.


"Aira.. Aku sudah Dengar dari Mama, aku bisa jelaskan Semuanya sama kamu, ayolah Aira biarkan Aku menjelaskannya. "


Air mataku terus mengalir di Pipiku dan aku masih diam seribu bahasa.


Ku pandangi Ransel milik ku, lalu kupandangi sekeliling Ruangan Kamar ini.


Arghh...Aku sedih dan Kecewa,  kamu tega Reno.. Sangat Tega.


Jerit ku dalam hati Tapi apa aku sanggup bila aku tak dapat berjumpa dengan Revi dan Reva.


Saat hal itu terlintas dalam benak ku, aku semakin menangis.


Reva dan Revi seakan sudah menjadi bagian dari jiwaku.


Tetapi aku hanyalah pengasuh bukan Ibu atau pun Istri dari Reno.


Hati ku sempat Goyah saat aku mengingat Revi dan Reva, dan itu sempat menghentikan Niat ku pergi dari Rumah.


Aku mendengar Reno terus mengetuk kamar ku, lalu dia menghentikan teriakannya saat Ponselnya Ber bunyi.


"hallo.. Iya kapten Rendra. "


"oh.. ok.. Saya segera ke sana. "


Lalu kudengar Reno menyebut lawan bicaranya dengan kata Kapten Rendra.


Apakah panggilan itu dari kantor polisi lagi..?.


"Aira.. Aku mau keluar sebentar, ada urusan yang harus aku kerjakan,  nanti malam kita Lanjutkan, aku tetap akan menjelaskan sama kamu semua. "


Lalu Reno meninggalkan Rumah, aku tau persis saat mobil yang dia kendarai terdengar melaju cepat.


Malam Harinya seperti biasa aku menidurkan Revi dan Reva,  sempat aku mengalami kesulitan saat menidurkan mereka.


mata mereka seolah tak dapat terpejam dan terus memegangi pinggiran baju ku,  seakan mereka mengetahui bahwa aku akan meninggalkan mereka.


Aku ciumi mereka satu persatu, aku pandangi wajah mereka lekat.


Aku pun beranjak segera pergi


Untungnya Bi Ana sudah tidur dan Tante lani sedang keluar entah kemana.


Aku percepat langkah ku takut ada yang bangun.


Sesampainya di Gerbang Komplek, Satpam pun menanyakan Aku hendak kemana.


"Mau kemana Malam-malam Non Aira"


Bapak satpam ini sudah mengenal aku sejak aku pertama kali bekerja di Rumah Reno.


"Biasa pak ada tugas kuliah,  Saya Mau kerumah Teman Buat Kerja kelompok"


"oh.. Gitu,  silahkan saya buka dulu gerbangnya yah"


"iya trimkasih ya pak. "


Aku melihat dari kejauhan seperti mobil Reno,  aku putar arah jalan ku melewati gang kecil.


 


Tibalah Aku di Rumah Mira Sahabat ku.


Kami saling berpelukan, sudah satu bulan Lebih aku tak bertemu mira.


Tepat saat aku di usir dari Rumah Bi elma Dan Ayah Mira sedang di rawat saat Itu.


Sahabat ku ini segera mengajakku masuk kerumahnya, lalu kami menuju kamarnya Mira.


"Aira pokoknya kamu harus ceritain ke Aku, apa yang terjadi sama kamu satu bulan ini"


mira mengambil kan ku Teh Hangat, dan aku mulai menceritakan segalanya kepada Mira di Kamarnya.


Aku mulai menceritakan saat aku putus dengan Mas Bram,  lalu Rencan Om Robert yang ingin menikahi ku dengan Seorang Rentenir.


Mira terkejut dan Iya tak kuasa ingin Marah.


"Gila yah..Om kamu itu,  sudah gak ada pekerjaan malah ngutang,  dan kamu lagi yang di jadikan Jaminannya..


Aku hanya tersenyum melihat Wajah Mira yang tampak kesal,  siapa pun yang mendengarnya pasti akan Emosi jiwa.


Lalu aku mulai melanjutkan semua ceritaku hingga Masalah Aku dengan Reno saat ini.


 


 


-Bersambung-


hai.. Trimaksh sudah membaca karya ku,  Beri Aku VOTE dan Dukungan dari Teman2 Semu ya. 💞