
Cinta Selamanya π
Kesibukan ku saat ini adalah mengurus buah hati ku dengan Reno saat Raymond tertidur aku menyempatkan diri memberikan perhatian dan kasih sayang kepada Revi dan Reva.
Aku bersyukur kakak Kembar Ray semakin hari semakin dewasa dan mencoba membiasakan diri melakukan segala sesuatunya sendiri.
Sampai Suatu hari Revi berkata kepada ku.
"Mama levi cama leva mau cekolah sepelti Andi cama Ayu."
Andi dan ayu adalah Anak panti asuhan yang sering kami kunjungi mereka hanya 2 tingkat lebih tua dari Umur Reva dan Revi.
"iya nanti mama minta sama papa memasukkan kalian ke sekolah play group."
"holle..! holle..! kita cekolah.."
Selalu ada perasaan damai saat melihat tawa dan senyum mereka.
Terkadang Ray yang masih bayi pun suka tersenyum jika mendengar celoteh atau suara tertawa dari kakak nya.
Reno menawarkan kepada ku agar aku menambah pengasuh untuk membantu ku dalam mengurus bayi.
Aku menolaknya bagi ku kebersamaan bersama anak-anak ku adalah waktu yang paling beharga dan Mahal buat ku.
Semua telah aku pelajari dalam perkuliahan ku bahwa peranan Orang tua sangatlah penting bagi perkembangan Anak kami kelak.
Richo yang sudah aku anggap seperti adik ku sendiri memiliki niat untuk mempersunting Mira sahabat ku sebagai Istrinya dan Meminta Reno sebagai wali dalam melamar wita nanti mendampingi Bibi Elma dan Om Robert sebagai Orang tua angkat Richo
Raymond menangis sepertinya dia haus, aku membiasakan diriku untuk memberikan asi yang cukup bagi buah hatiku agar kekebalan tubuhnya kuat.
"Mama dede lay mau mimi." Celoteh revi saat menjaga Rey di box tidur bayi.
"iya sayang sebentar yah mama menyusui dede ray dulu yah."
Saat aku menyusui bayi ku Ray, Revi terus mengusap-usap rambut Adik nya Ray.
"dede Ray tata levi sama leva nanti cekolah bial bisa ajalin dede lay bial pintal."
Aku tersenyum melihat perhatian kedua putri kembar ku kepada Adik nya.
Jam sudah menunjukkan pukul 3 sore sebentar lagi Reno akan Pulang dan Mama lani juga baru tiba dari butiknya.
"Sayang..papa nya Anak-anak belum pulang?"
"belum Ma, mungkin masih ada pekerjaan yang penting di perusahaan."
"Aduh..Cucu mama yang tampan ini selalu membuat oma kangen terus ingin segera pulang deh, sebentar yah Oma bersih-bersih dulu biar Oma mengendong kamu."
Tak lama suara klakson Mobil Reno masuk dan seperti biasa si kembar akan menyambut kedatangan Papa mereka.
"hallo..! Anak-anak papa."
"Papa...! horee..! "
"putri kembar papa ini sudah mandi belom?"
"Cudah..Papa..! " serentak mereka Berdua menjawab.
"Aira Sini biar gantian Mama yang menggendong Raymond."
Aku memberikan bayi Ray kepada Mama lani tapi sebelumnya Reno menyapa Ray terlebih dahulu.
"Anak papa yang ganteng ini kian hari semakin gendut saja yah."
"terimakasih ya ma..sudah merawat dan menyayangi Reno sampai saat ini."
Aku dan Reno menuju ke kamar mempersiap kan Pakaian suami ku untuk mandi aku berusaha adil membagi waktu bagi Anak-anak dan Suami ku.
Saat Reno sedang berada di dalam kamar mandi Aku melihat diri ku di cermin.
Dan berputar melihat bagian belakang dan depan.
"berat badan ku Naik 5 kilo pantas saja banyak baju ku yang sudah tidak muat."
Reno pun keluar dari kamar mandi dengan handuk yang mengusap kepalanya.
"Kenapa Sayang..kamu kelihatan bingung, bagai mana kalau hari ini kita semua makan malam di luar."
"Aku tidak mau, lebih baik makan di Rumah saja."
"Ayolah Sayang ku, aku ingin agar kamu tidak terlalu jenuh dengan Rutinitas mu dalam mengurus ku dan Anak-anak kita."
"Aku tidak Mau Reno."
"Kenapa..Biasanya kamu selalu senang aku ajak makan di luar."
"Aku mau diet dan tidak ingin makan Malam."
"untuk Apa kamu diet Aira, kamu kan lagi menyusui."
"Aku tahu, tapi coba kamu lihat Aku nampak jelek semakin gemuk pipi ku semakin tembam dan Pinggul ku semakin besar."
"Sayang..kamu tetap Cantik dan sempurna di mata Aku, jadi mau kamu menjadi gemuk atau peyot sekali pun kamu tetap Cantik di Mata ku, dan cinta ku tidak akan pernah berkurang sedikit pun."
"Kamu enggak berbohong kan, ini bukan semata-mata karena menghibur ku kan.?"
"tidak.., kamu sudah mengurus 2 putri cantik ku dan melahirkan satu anak tampan ku dan semua perubahan pada tubuh mu adalah karena Cinta mu kepada ku sehingga menjadikan Anak-anak ku menjadi anak yang hebat, Aku bukan lelaki egois sayang."
Aku terharu mendengar perkataan Suami ku dan Kami berpelukan Reno lalu mencium pucuk rambut ku.
"Kamu adalah Jodoh ku yang di kirimkan Tuhan, jadi hidup ku tidak akan sempurna tanpa mu Aira."
Aku senang suamiku sangat menyayangi ku dan aku berharap Tuhan memperpanjang umur kami sampai tua dan melihat buah hati kami tumbuh Dewasa dan Bahagia.
Sama halnya dengan Kakak Ku Amara yang saat ini sedang Hamil aku selalu berdoa agar Kak Amara dan Richard di beri kesempatan untuk memiliki Anak.
Semenjak kehamilan Kak Amara dia jarang bertemu dengan Revi dan Reva karena Fokus merawat diri untuk bayi tabungnya yang kini memasuki bulan ke 6 masa kehamilannya.
Aku Senang semua Bahagia Begitu juga dengan Bibi Elma dan Om Robert yang menganggap Richo sebagai Anak mereka.
Benar kata pepatah kebahagiaan Akan Selalu datang pada Cinta yang tulus.
Semoga Anak-anak ku dan Reno setelah dewasa dapat bertemu dengan Cinta mereka yang tulus dan saling menerima Apa adanya sehingga dapat hidup berdampingan baik suka maupun duka.
πHai..Readers kesayangan Terimakasih sudah mau mampir juga mendukung karya saya yang tidak seberapa ini, Semoga Hari kalian selalu Indah dan Menyenangkan.
Nantikan Karya2 ku Selanjut nya yah..
πΉMolte Grazie / A-ri-ga-to-u πΉ
π·π·π·π·π·π΅π΅π΅π΅π΅π»π»π»π»π»
πππππ T.A.M.A.T ππππππ