
Sabtu Pagi yang Cerah, Bi Ana dan seorang pelayan lainnya sedang menata meja makan dan ku lihat Kembar kesayangan ku Revi & Reva sedang di temani Baby sitter, mataku terus melihat sekeliling Ruangan di Istana ku dan Mata ku tak menemukan Sosok yang aku cari.
"Tuan..,Mencari siapa..? " tanya Bi Ana.
"Dimana Aira bi..? "
"oh..,Nona Aira sudah berangkat kuliah, pagi-pagi sekali.. "
"kuliah..?, hari Sabtu...? "
Aku rasa Aira sedang mencoba menjauh dari ku, Dia tau hari sabtu aku tidak ke kantor.
Aira pasti kecewa atas sikap ku tadi malam yang telah lancang menciumnya.
"Tuan Reno.., boleh saya Bertanya..? "
"ada apa bi.., bicara lah..! "
"Apa tuan yakinkalau Nona Aira bukan lah Nyonya Amara..?, sebab mereka sangat mirip hanya memang sikapnya jauh berbeda.. "
"dia bukan Amara Bi, dia Orang lain yang kebetulan mirip dengan Amara.. "
"lalu.., Nyonya kemana ya tuan..? "
"saya juga tidak tau bi, sampai saat ini saya belum mendapatkan Informasi keberadaannya..,saya mau joging dulu ya bi, tolong perhatikan Reva & Revi.."
"baik tuan Reno, tuan juga harus mengambil waktu Istirahat buat tubuh tuan sendiri.."
Aku Parkirkan Mobil ku di Area Taman kota yang sejuk aku mulai berlari kecil untuk Meregangkan Otot-otot ku, aku melewati Kios Pedagang Bubur Ayam yang nampak Ramai sekali dengan pembeli, dan salah satu dari mereka Aku melihat ada sosok yang ku kenal, ya.. Itu Aira aku hapal Sekali dengan Tas dan postur tubuhnya bagian belakang dan sedang menikmati sarapan pagi dengan Bubur Ayam.
Benar apa kata ku, kalau Aira pasti sedang menghindari ku, buktinya dia tak menyentuh sarapan di rumah pagi ini dengan alasan ke kampus lebih awal.
Untung orang yang duduk berhadapan dengan Aira sudah menyelesaikan Makanya.
"Pak..! Buat kan saya satu porsi tanpa sledri.. "
Aira Bahkan tidak sadar kalau aku sudah duduk di Depannya dan memperhatikan dia makan sambil membaca buku.
"serius sekali bacanya mba..!"
Aira tetap fokus pada kegiatannya dan menjawab ku hanya dengan,,,. Hmm...!
Lalu aku melanjutkan lagi teguran ku.
"i.. iya, eeh Reno..,aku kira tadi siapa.."
"lihat tuh bubur kamu sampai dingin karena kamu makanya lama. "
Air hanya tersenyum tak berkata apa-apa dan Senyumnya Membuat Aku lupa akan tujuan ku ke sini.
"kamu hari ini ada kelas,..? "
"oh..eeh, ad..ada tapi nanti jam 9," jawab aira dengan gugup, benar dugaan ku Aira sedang menghindari ku, dari sikapnya yang mencoba berbohong.
Aira menyudahi makannya yang masih tersisa begitu pun aku, lalu aku bayar makanan ku dan dia. Dan kami berdua keluar dari kios itu.
"Ayo.., kamu aku antar sampai kampus.."
"gak usah.. gak apa-apa aku bisa naik Angkot.. "
Aira berusaha menolak tawaran ku dan aku merasa dia mengabaikan ku, lalu kutarik tangannya dan kubawa dia masuk ke mobil ku.
"ayo..!, kalau ada tumpangan buat apa naik angkot lagi.."
Aku berhasil menariknya ke dalam mobil, dan kupasangkan Sabuk pengaman kepadanya.
"Ren..,aku gak apa-apa kok naik Angkot"
Aira terus meminta dirinya agar naik Angkot, ini semakin membuat ku kesal atas sikapnya yang seolah Menolak ku karena Takut.
"Aira.., aku minta maaf soal kejadian semalam, aku sudah mencuri Ciuman dari mu."
"aku gak masalah mungkin kamu sedang banyak masalah mungkin pikir ku. " aku tak menyangka Aira tak masalah atas sikap ku yang lancang semalam.
dan.. Cupp..,what..! Aira mengecup bibir ku dengan cepat, apa sebenarnya maksud wanita ini, apa dia sedang menggodaku.
Sial...! tanpa kau goda pun aku pasti tergoda dengan mu.
"Aira kamu kenapa gak marah,.malah kau menciumku. "
"kamu jangan salah paham dulu Ren.., aku hanya membalas perbuatan mu, kau mencuri ciuman ku, aku pun demikian mencuri ciuman mu. "
*hai..! Pembaca Kesayangan trimkash sudah mau mampir di karya aku, Mohon dukungan & Support kaliannyah dengan Vote, Like & Comment positif kalian.
Jangan lupa baca karya aku Yang lainnya yah. 🤗