I'm not Your Wife

I'm not Your Wife
Kemarahan Reno.



Kemarahan Reno.


Hari ini Reno pulang, Aku harus Segera Memberitahukan tentang Amara kepada Reno dan Membahas mengenai Permintaan Amara untuk bertemu Si kembar Reva dan Revi.


Beberapa hari ini Aku Mabuk karena kehamilan Ku, dan Aku Merindukan Reno di samping ku.


Aku belum memeberitahu Reno akan Kehamilan ku, Menurut ku biar ini menjadi Kejutan saat Reno Pulang.


Mama Mertuaku dan juga Mama ku sangat perhatian kepada ku.


Dan selalu mencari Cara agar aku mau makan dan Minum Susu agar Nutrisi Kandungan ku tercukupi.


"Aira, ayo nak kamu harus makan, biar Bayi dalam kandungan Kamu dapat Nutrisi seimbang."


"Aira merasa Mual Ma kalau Makan, apalagi kalau Minum Susu."


"Tuh kan Kamu semakin lemah Mama lihat."


"Mungkin ini karena Aira terus-terusan Muntah jadinya lemas Ma."


Terlihat sekali kekhawatiran Mama Erika kepada ku, Aku bersyukur Mendapatkan Kasih sayang dari 2 Ibu Sekaligus.


Dari Ibu kandung ku yang sudah melahirkan aku dan dari Ibu mertua ku.


Aduh, kenapa pandanganku sedikit berputar saat Aku akan beranjak dari tempat ku duduk ya.


"Kamu kenapa Nak, wajah Mu pucat Sekali."


"gak tau nih Ma, tiba-tiba kepala Aira pusing dan Pandangan Aira berputar."


Aku masih mendengar Mama berteriak memanggil Mertua ku.


Aku terbangun dan Sadar ternyata Aku sudah berada di Rumah Sakit dan Saat Ini tangan Ku di genggam Erat oleh Seseorang.


"Reno.." Aku terkejut dan mencoba untuk duduk.


"Aira, Aira..kamu jangan banyak bergerak dulu ya, kamu mesti bedrest demi kandungan Kamu."


"Maaf ya, Aku seharusnya menyambut kamu dirumah bukan di Rumah Sakit."


"Sudahlah Aira, Asalkan Aku masih bisa Melihat Mu Aku sudah Cukup Senang."


Ada apa dengan Reno suami ku yah, sepertinya dia tidak terlalu senang, apa ada masalah dalam pekerjaan nya di luar Negeri.


"Kamu, harus istirahat di Rs dulu beberapa Jam ini, sampai kamu kembali kuat untuk Kita pulang ke Rumah."


"Reno apa ada Masalah dalam Perusahaan ?"


"Tidak, Kamu gak perlu khawatir Aira, Semua baik-baik saja."


Aku yakin ada sesuatu yang membuat hati Reno sedikit kesal tapi Apa yah.


Kenapa Sikap Reno kepada ku sedikit kaku dan tidak memanggil ku dengan sebutan Sayang.


Apa ada perkataan ku yang menyinggungnya kemarin saat aku menelepon nya yah ?.


Tak lama Mama Erika dan Mama Lani Masuk ke Ruangan.


"Ma, Reno titip Aira sebentar Reno Mau minum Coffee dulu di Kantin."


"iya, Kamu istirahat saja dulu di Kantin kamu kan baru saja Sampai."


Reno pergi dan tidak berpamitan kepada ku terlebih dahulu.


Aku semakin penasaran ada hal Apa yang membuat Reno seakan Marah.


Harusnya Reno senang akan kehamilan ku ini.


"Mama lani, ada Apa yah dengan Reno."


"eh..Reno baik-bail saja tidak ada Apa-apa, iya kan Erika? "


"eh.., iya sayang Reno baik-baik saja."


"tapi kenapa sikap Reno seakan Marah Kepada ku ya Ma..? "


"itu haya perasaan kamu saja Aira, Atau mungkin Reno memang sedang lelah."


Aku merasa Mertuaku dan Mama seakan menyembunyikan Sesuatu dari ku.


Aku melihat dari tatapan Mertuaku kepada Mama yang mengisyaratkan Sesuatu.


Sesampainya di Rumah nanti aku harus menanyakan nya langsung kepada Reno.


Hampir 6 jam aku berada di Rumah sakit, dan tubuh ku sudah tidak lemas lagi karena sudah di Infus.


Kami pun kembali ke Rumah, walau pun Sikap Reno sedikit berbeda tetapi dia tetap menjaga ku dan menuntun ku sampai ke Mobil.


Tibalah Kami di Rumah dan Si kembar segera menyambut Papa nya.


"Putri papa ini semua sudah makan belum ?"


"Cudah ,pah."


"Papa lama cetali cih datang na? "


Revi menanyakan mengapa Reno kembali dari luar negeri lama, Sebab Anak-anak belum mengerti akan namanya perjalanan Bisnis.


"Revi,Reva Ayo sama eyang Papa dan Mama mau istirahat dulu."


Mertuaku seperti nya memberi ruang gerak bagi aku dan Reno untuk membahas Masalah kami.


Reno kembali menuntunku ke kamar dan menyuruhku untuk banyak beristirahat.


"Reno, tidak kah ada yang ingin kamu tanyakan kepada ku ?"


"Tidak ada Aira, kamu lebih baik beristirahat sekarang."


Aku sedikit kesal, hal seperti inilah yang paling aku benci yaitu di Abaikan suami ku sendiri.


"Kamu yakin tidak ada sesuatu yang ingin kamu tanyakan kepada ku? "


"Aira, sudah lah... "


Belum sempat Reno melanjutkan kalimatnya aku langsung memotong pembicaraannya.


"Jadi seperti ini Cara kamu menyambut kehamilan ku, Oke baik Aku sadar kok siapa diriku, aku hanya istri ke dua Mu."


"Aira kenapa kamu memaksa ku untuk meluapkan Emosiku, padahal aku sangat tahu kamu pasti sudah mengetahui mengapa aku sampai marah."


"Reno, Bagai Mana aku mengetahui apa isi hati mu jika kamu tidak memberitahukannya kepada ku."


"Kenapa Kamu tidak memberitahuku tentang Amara? "


Aku hanya diam dan tak dapat menjawab pertanyaan Reno kepada ku.


"Kamu tidak tahu Aira setelah aku mengetahui jika Amara telah kembali dan mengincar Anak-anak, Aku tidak bisa tenang ingin Rasanya aku tinggalkan pekerjaan ku di luar negeri dan segera kembali pulang."


Aku masih diam dan tak dapat berkata Apa pun.


"Aku khawatir kalau-kalau nanti tiba-tiba Amara nekat dan menyakiti kalian."


Air Mata ku terjatuh dan aku tak dapat menahan sedih ku atas semua perkataan Reno barusan.


Reno lalu duduk di sebelah ku dan merangkulku.


"Apa jadinya jika hal yang ku takutkan terjadi, apa jadinya jika Aku kehilangan Mu hidup ku mungkin sudah tidak ada gunanya lagi. "


Tangis ku semakin sedih, aku sadar Reno berhak untuk marah karena Aku terlalu perasa dan karena Amara itu adalah kakak kandungku sendiri sehingga Aku tidak langsung memberitahukan keberadaannya kepada Reno.


"Sudah, kamu tidak usah menangis lagi nanti kandungan kamu Akan ikut tergangu."


"Maaf kan kebodohan ku Reno."


Lalu Reno mengusap perutku yang masih belum terlihat menonjol.


"Maafkan Papa yah Nak, Papa terlalu Emosi jadinya membuat Mama kamu Menangis."


Aku semakin mengeratkan pelukan ku dan Reno terus mengusap Rambutku dari belakang.


"Jadi Maksud Amara berani datang untuk Apa ?"


"kak Amara memohon kepada ku untuk membujuk mu agar mengijinkan Amara bertemu dengan Si kembar setiap bulannya. "


Aku kembali menceritakan kepada Reno awal mula aku bertemu dengan Amara dan juga mengatakan kalau Reno adalah saudara sekandungan dengan Richard dan Alasan mengapa Amara ingin berjumpa dengan si Kembar.


Reno pun tidak menyangka akan semua cerita yang di dengarnya dari ku.


*Maaf yah Readers kesayangan Lama tidak Up, mengingat kondisi pasca banjir (thor sih tdk kena tetapi sekitar lngkungan dan terputusnya jaringan) dan kondisi Cuaca yang sempat sedikit menyinggung fisik πŸ˜…βœŒβœŒβœŒ


Terimaksih πŸ’žπŸ