I'm not Your Wife

I'm not Your Wife
Maaf



Setelah hampir satu jam Aira pun Sadar dari Pingsannya dan memanggil -manggil nama Reno.


"Reno, Reno. "


"Nyonya Aira Anda sudah Sadar? "


Bi Ana mencoba menyadarkan Aira agar Tidak perlu khawatir.


"Saya di Mana ini bi ?"


"Nyonya sedang berada di Rumah Sakit, tadi nyonya Pingsan lalu Nyonya Lani dan Erika segera membawa nyonya kerumah Sakit. "


"Oh, Iya saya Ingat, kalau sejak tadi kepala saya pusing, Reno tidak tahu kan Bi? "


"Tadinya nyonya lani ingin mengabari tuan tetapi di larang oleh Nyonya


Erika. "


"iya, bi lebih baik seperti itu agar Reno Tidak Khawatir. "


"lalu Si Kembar? "


"Barusan Bibi menerima Telepon dari Rumah, Sofi bilang Anak-anak sepertinya Firasat dengan keadaan nyonya Aira, sebab si kembar menangis terus. "


"Tolong bi, telepon Ke Rumah, biar saya menenangkan Mereka. "


"Baik, sebentar nyonya Saya Sambungkan. "


Aira meminta Bi Ana agar menghubungi Pelayan di Rumah untuk berkomunikasi dengan Reva dan Revi, yang Sepertinya gelisah akan keadaan Aira Ibu mereka.


"hallo, ini Saya Aira tolong berikan Teleponnya kepada Reva dan Revi.


"Baik, Nyonya sebentar saya ke kamar mereka. "


"Anak-anak ini Mama yang telepon."


"hallo, ini benal Mama ila ?"


Reva menjawab pertama telepon Aira.


"iya Anak Mama Sayang, katanya kalian Menangis yah. "


Saat Aira menanyakan Apakah mereka Menangis, Si kembar pun kembali menangis Lagi.


"huah..hu..hu..hu.."


"loh, kenapa Sayang Anak Cantik tidak boleh Cengeng. "


"Mama di Mana, levi cama leva tatut Mama ila pelgi. "


"kenapa takut nak, mama tidak kemana-mana Mama hanya pergi sebentar dengan Eyang lani dan Oma Erika."


"benal mama nda tinggalin leva cama levi. "


"Mama kan Sayang Revi sama Reva, jadi mama gak akan pergi sayang. "


"Leva cama levi Mimpi Mama pelgi telus Mama dadah-dadah sama


leva dan levi. "


"itu hanya mimpi Nak, begini deh nanti Sore Mama Pasti Pulang sudah jangan menangis lagi yah. "


"iya Ma."


"Mama Sayang Reva sama Revi. "


"Leva juda Cayang mama ila, levi juda. "


Aira menutup teleponnya dan tak terasa dia Mulai meneteskan Air Mata.


Betapa dia sangat Mencintai Si Kembar dan tidak ingin Membuat si kembar Bersedih dan Khawatir.


Bisik Aira dalam Hatinya saat ini.


Ah, Mereka sangat khawatir terhadap ku, sampai kontak batin yang mereka rasakan membuat mereka merasa seakan aku ingin meninggalkan Si kembar bisik Aira dalam Hati.


Tak seberapa lama pun Mama dan Mertua Aira kembali.


"Aira, kamu sudah sadar sayang. "


"Iya Ma, Kata Dokter Aira kenapa ma ?"


"Iya Aira, Mama lani berarti sekarang akan Nambah Cucu, Adik buat Si kembar. "


"Mama Erika kenapa Sedih, kan Aira Sehat-sehat Saja. "


"iya Erika harusnya kamu senang, bukan Sedih. "


"Maaf Sayang, Mama Hanya teringat dengan kondisi Amara Saat ini. "


"loh, kalian sudah bertemu Amara?"


"Iya Ma, kemarin kami tidak sengaja bertemu Amara di Mini market, awalnya dia mengelak."


"terus Reno sudah Tahu tentang Amara ?"


"Belum Ma, Aira tidak ingin Reno menunda perjalanan bisnisnya karena hal ini. "


"Aira, Mama Minta Kamu tidak menyembunyikan sesuatu terhadap Reno, Sebab Reno tidak senang jika ada sesuatu yang di tutupi darinya. "


"Iya, Aira Mertua kamu benar untuk hal ini, Tetapi Lani Apakah Reno sudah tahu kalau dia Adalah Anak Dari Prita bukan Kamu. "


"Maksud Mama Erika apa tentang Reno, bukanlah Anak Mama Lani? "


"Begini Aira, kamu juga harus tahu kebenaran ini, Reno dan Revo adalah Anak dari Istri pertama Suami Mama yaitu Papanya Reno."


"Apa Ma, jadi Reno lahir dari Ibu Siapa?"


"Reno lahir dari Rahim prita dan Reno ternyata bersaudara dengan Richard yang saat ini menjadi Suami Amara. "


"Aira tidak habis pikir ternyata Mereka saudara satu ibu, entah bagaimana perasaan Reno nanti kalau mendengar hal ini, apalagi nampak jelas sekali Reno tidak menyukai Richard."


"Mama juga sedang mencari waktu untuk mulai membicarakannya kepada Reno, Tolong Mama Aira mama tidak ingin Reno Membenci Mama nanti. "


"Mama tenang Saja Aira tidak akan Marah sama Mama, Reno Sangat sayang Kepada Mama lani. "


Aira sudah di perbolehkan Pulang dan tidak boleh terlalu lelah dulu karena kandungannya.


Aira sudah mempersiapkan diri akan memberitahu Reno jika dia sudah kembali dari Luar Negeri.


Sesampainya Mereka di Rumah, Betapa terkejutnya Mereka Melihat Amara ada di Rumah sedang bermain dengan si Kembar.


Aira melihat pemandangan Antara Ibu dan Anak, dan Ini Membuatnya sedikit jengkel dengan Janji Amara semula.


Revi dan Reva Bingung Sebab wajah mereka sangat Mirip.


"levi ini mama ila, itu bukan Mama ila. "


Jawab Reva dengan logat cadelnya, dan Si kembar langsung memeluk Aira.


"Amara, Kamu Ingkar janji Sama Aira. "


"Maaf Ma, Amara sudah sangat kangen sama Mereka. "


"Kakak Bohong, Aku yakin kakak pasti sudah tahu kalau hari ini kami sedang tidak di Rumah, sehingga Kakak bisa dengan Bebas Bertemu Anak-anak. "


"Tidak Aira, Aku tidak berfikir begitu. "


"Kata-kata kakak tidak bisa di pegang, jangan salahkan Aira jika Reno tidak Memberikan Kakak Kesempatan untuk bertemu si kembar. "


"Jangan, jangan Aira ini akan membunuh aku secara perlahan jika aku tidak bisa bertemu Si kembar lagi. "


"Kakak tidak tahu kan kalau aku juga takut kehilangan Mereka, mungkin menurut kakak Aku jahat tetapi ini salah kak Amara yang meninggalkan mereka, Sehingga Aku memberikan semua Kasih sayang ku kepada Mereka."


Amara kalut dan semakin menangis lalu, dia bersimpuh di kaki Aira serta meminta Maaf karena Hasratnya yang ingin bertemu Anaknya.


"Aira, aku tidak Akan berdiri sampai kamu memaafkan Aku, Aku sadar Kamu adalah Ibu mereka yang sebenarnya, aku tidak berhak lagi atas mereka, Maafkanlah aku Aira. "


"Baik, aku maafkan Kakak dan jangan mengulangi lagi, Aku akan berusaha meyakinkan Reno akan pertemuan Kakak dengan Si Kembar. "


"Terimaksih Aira, Aku akan kembali ke tempat tinggal Richard, Aku tunggu khabar dari kamu atas keputusan Reno."


Amara lalu mencium kedua putrinya lalu meninggalkan mereka dengan Aira.


Aira Memerintahkan Si kembar untuk melambaikan Tangan Kepada Amara.


Bagaiamana pun juga Amara adalah Ibu yang melahirkan mereka.


Bertambah lagi PR buat Aira untuk menjelaskan kepada Reno tentang Amara dan Tentang Richard yang adalah Adik nya Sekandungan.


-Bersambung-