I'm not Your Wife

I'm not Your Wife
Bertemu Amara




Aku bersiap hendak berangkat Kuliah, Mama Ku mengatakan ingin sekali berjumpa dengan Bibi Elma.


Aku lalu mempercepat dua jam keberangkatan ku ke kampus, agar aku bisa mengatarkan Mama Erika terlebih dulu untuk bertemu Dengan Bibi Elma.


Mama pernah berjumpa dengan Bibi Elma dulu ketika Aku Masih Bayi yaitu saat Mama menyerahkanku kepada Ibu dan Ayah Angkat ku.


Supir yang mengantarkan kami sudah menanti di halaman Rumah.


Hubungan Mama dan Mertuaku semakin Akrab.


Mertua ku mengatakan Apalah gunanya dia Benci dengan Mama sebagai Ibu dari Amara.


Karena Mama juga adalah Ibu Kandung ku Yaitu Ibu dari Menantunya saat ini yang dia Sayang begitulah pendapatnya.


Saat dalam perjalanan Aku sedikit haus dan mengatakan Agar Supir memberhentikan Kami di depan Mini Market yang tak jauh dari Rumah.


"Ma, Aira Haus kita mampir sebentar yah untuk membeli Air mineral. "


"Kalau begitu Mama ikut Nak, sekalian ingin membeli sesuatu untuk kita bawa buat Elma satidaknya sebagai Buah Tangan. "


Aku dan Mama pun pergi bersama ke Minimarket itu.


Saat sedang Memilih beberapa Cake dan Buah kami mendengar Kasir disana sedang Berbicara dengan Nada Tinggi kepada Seorang pelanggan yang Credit Card nya tidak dapat terpakai.


"Maaf nyonya Kartu anda tidak bisa di gunakan, Mohon dengan uang Tunai. "


"Coba sekali lagi Mbak, Tidak mungkin tidak bisa, soalnya Suami saya Pasti akan memberitahu jika sudah tidak ada limit. "


Aku melihat Mama Mendekati meja kasir seakan ingin tahu siapa Wanita itu.


"Amara."


"Bukan Bu, Anda Salah. "


"Tidak, Kamu Amara. "


"Maaf bu, Anda Salah Orang. "


"Seorang ibu yang buta sekalipun tidak akan Salah mengenal Anak yang sudah di lahirkan dari Rahimnya sendiri. "


Amara, Itu kakak ku dan Mama sangat yakin jika Wanita itu adalah Amara dari suaranya walau dia memakai penutup Wajah.


Amara ingin menjauh dan lari dari Mama serta keluar dari Mini market itu, tetapi Mama segera menarik tangannya.


"Ma, tolong lepaskan tangan Amara. "


"kamu kenapa Amara, kenapa kamu jadi seperti ini nak. "


Lalu mama membuka Paksa Cadar yang di pakai Amara untuk memastikan dugaanya benar jika wanita yang ada di hadapannya saat ini adalah Amara.


Amara merasa kalah dan Menyerah sebab dirinya tak bisa lagi mengelak.


Kami lalu mengambil posisi untuk duduk dan berbincang di salah satu Rumah makan sederhana di sekitar situ dan hanya sekedar untuk minum teh dan berbicara hati ke hati dengan Amara.


"Amara, Dia Adalah Adik mu Aira dan Aira ini adalah Kakak mu Amar. "


Cantik dan Elegan, Aku tidak memungkirinya saat aku melihat Wajah Kakak ku langsung aku langsung terkagum akan kecantikannya.


dan Sama dengan Foto yang aku lihat di Ruang kerja Reno.


"Amara sudah tahu Ma kalau dia Adalah Adik ku. "


"Bagus kalau kamu sudah tahu, yang Mama tidak Habis pikir kenapa Kamu berbuat ini kepada Reno. "


"Ma, Aku sebenarnya Tidak pernah ada niat ingin menyakiti Reno, tidak Sama Sekali. "


Apa yang dikatakan Kakak ku, dia mengatakan tidak ada Niat sama sekali lalu apa Semua ini.


Dia meninggalkan Reno dan Si kembar begitu saja.


"Aku Sangat Menghormati Reno yang sudah Baik kepada keluarga Kita. "


"Lalu, Apa maksud kamu dengan semua ini, apa Reno pernah Menyakiti hati kamu. "


"walau Reno tidak terlalu mesra kepada ku, tetapi dia menjalankan tugas nya dan tanggung jawabnya Sebagai Suami Reno sangat Baik dan Menjaga ku, apa yang aku minta dia selalu penuhi. "


"Lalu Mengapa kamu lari dari Reno Amara. "


"Saat itu aku ingin Kembali Kedunia ku yang sebenarnya dan Ingin menjadi Diriku yang sesungguhnya, lalu aku meminta Ijin Reno untuk Mengijinkan ku lalu Reno melarang ku dan Tidak senang jika Aku selalu menyebut Nama Richard sebagai Produser ku dan Juga Mantan Kekasih ku. "


"Richard, Bukankah Dia Sedang Sakit dan mengapa Dia ingin mengorbitkan Mu lagi. "


"Saat Tuan Santos Meninggal Richard Memegang penuh semua Warisan dari tuan Santos, dia lalu mencari Amara dan belum mengetahui jika Amara sudah di Nikahi oleh Reno. "


"Richard ternyata selalu menunggu ku dan mengirimi ku surat, tetapi karena Papa bermusuhan dengan Tuan Santos, papa menugaskan salah satu Anak buahnya untuk menahan semua surat yang di kirimkan Kepada Amara, sehingga Amara tidak Menerimanya Sama Sekali. "


Aku melihat ada kesedihan di mata Amara yang tak dapat dia ungkapkan.


Bagaimana pun juga ini urusan Hati, siapa yang dapat mengelak akan namanya Cinta.


"Richard Mencintai Amara sangat besar, dan begitu pun Amara, Lalu tiba-tiba Richard Mengalami penyakit Kronis keturunan Dari Ibunya ini semakin Membuat Amara takut kehilangan Richard Ma. "


Aku ingin Angkat bicara atas semua yang Amara Ceritakan, tetapi bibir ku aku tahan belum waktunya pikir ku.


"Jadi untuk itu kamu menyatakan jika kamu sudah meninggal dengan jatuh ke jurang? "


"Adik Richard Richo sedih melihat perjalanan Cinta kami yang terhalang dengan status pernikahan Ku dengan Reno, dan Aku pergi tanpa sepengetahuan Reno aku hendak menemui Richard yang sedang anfal di Rumah Sakit.


Richard harus menjalani pengobatan Ke luar Negeri dan Richard Membutuhlan ku Sebagai kekuatannya untuk bertahan. "


"Lalu kalian membuat Skenario ini. "


"Awalnya Aku tidak ingin meniggalkan Reno, Saat dalam perjalanan ke Rs aku memang mendapatkan Kecelakaan, karena terlalu memikirkan keadaan Richard sebab sebelumnya Aku berselisih paham dengannya di Apotik, lalu Richo segera mencari ku di tempat kejadian dan Dia merencanakan Seolah Aku sudah jatuh ke Jurang agar kami bisa menikah dan bersama. "


"Apa kamu tidak memikirkan perasaan Reno, Oke bukan Reno tetapi setidaknya untuk si kembar Anak Kamu. "


Aku melihat Amara nampak sekali Emosi dan terus Menangis seakan ada perasaan yang sulit dia Ungkap.


"Ma, Amara berani seperti Ini karena Richard, Amara takut Kehilangan Richard dia itu Cintanya Amara ma, Mama sudah tahu kan sejak dulu."


Aku mulai tidak sabar menahan mulutku untuk berbicara.


"Lalu apa Tujuan Kakak Kembali ke sini, bukankah Kakak seharusnya sudah Mati. "


"Aku Tahu Aira, saat ini kamu sudah menjadi Istri Reno dan Aku bersyukur Anak-anak nyaman bersama mu, aku juga lebih mensyukuri jika ternyata Kamu adalah Adik ku sendiri tetapi setiap hari aku selalu di bayangi wajah si kembar saat aku meninggalkan mereka. "


"Jadi kakak ingin Merebut Anak-anak dari tanganku dan Reno, setelah aku sudah menjadi bagian dari mereka, kakak ingin mengambilnya. "


"tidak Amara kamu salah aku bukan orang seperti itu. "


"Lalu apa tujuan kakak jika tidak menginginkan mereka?"


Amara tangis nya semakin menjadi dan bertambah sedih.


"Aku sepertinya sedang di Hukum Tuhan, Aku Mandul dan Tidak bisa memiliki Anak Akibat benturan di Rahimku saat kecelakaan itu.


Memang nampak tidak parah, tetapi berakibat Fatal pada Diriku, aku hanya ingin Memeluk Anak ku karena Rindu mereka Aku Tidak Ada Niat mengambil mereka tidak Aira. "


Amara terus menangis aku tahu dia sangat terpukul sebagai seorang perempuan yang sudah tidak dapat lagi melahirkan Anak bagi Richard


"Apakah Richard tahu kalau Kak Amara saat ini berada di mana? "


"Aku rasa Richard Pasti saat ini sudah menyuruh orang untuk mencari dan menyelidiki dimana Keberadaan ku. "


"ya, Kakak benar karena dia sudah tahu kakak ingin menemui si kembar dan berfikir kakak akan kembali kepada Reno, sehingga Saat ini kondisi Tuan Richard semakin buruk. "


"Apa, Kamu tahu dari Mana Aira ?"


"dari Richo, aku selalu menanyakan keadaan Richard dan Richo juga selalu menanyakan apakah Reno sudah menemukan Kak Amara agar kembali kepada Richard, seperti yang kakak katakan barusan Kakak adalah Imun bagi Richard yang dapat membuatnya Semakin Sehat. "


Amara menangis sejadi-jadinya tanpa bisa berkata lagi.


Mama memeluk kak Amara yang saat ini butuh dukungan atas semua kebingungan yang menimpanya.


"saat ini kakak lebih baik kembali kepada Richard Masalah kakak masih hidup dan keinginan kakak ingin bertemu Si kembar akan aku bicarakan dengan Reno, aku rasa Reno akan mengijinkan kalau hanya sekedar bertemu si kembar. "


"Baik Aira, Aku juga saat ini tidak tenang akan Kondisi Richard yang baru saja aku ketahui dari mu."


Amara mengengam tangan ku.


"dan Terimakasih untuk semua yang kamu lakukan untuk Anak-anak ku kamu ibu yang baik Aira. "


Lalu saat itu juga Amara mencegat Taxi yang lewat dan segera pergi meninggalkan Aku dan Mama.


Mama masih sedih dan menangis.


"Mama merasa ini juga kesalahan Mama. "


"loh, kenapa Mama menyalahkan diri Mama sendiri ?"


"Seandainya Mama dapat mengubah pikiran Papa mu untuk tidak menikahkan Amara tanpa Cinta, mungkin tidak Akan seperti ini jadinya"


"Mama jangan berfikiran seperti itu yang penting Kak Amara Masih Hidup dan Aira yakin dia sudah sangat Cukup menyesal. "


Aku lalu mengajak mama ke dalam mobil untuk kami melanjutkan perjalanan menuju Rumah Bibi Elma.