
Kebodohan Ku
*Pov Reno*
Shitt...hari ini aku membatalkan Meeting secara sepihak, dan Memerintahkan kepada Sekertarisku untuk menolak Pertemuan apapun, yang menyangkut dengan Bisnis dalam Beberapa Hari ini.
Otak ku Saat ini Penuh dengan Wajah Aira, dan Tanda tanya di hatiku apakah Aira Menyukai ku dan Menerima tawaran Ku untuk menikahinya.
Aku Sebenarnya Ingin berlama-lama berada di kantor Hingga larut.
Namun aku urungkan niat ku, aku sadar kalau Mama masih berada di Rumahku.
Mama Akan sangat khawatir dan pastilah berfikir yang Aneh-aneh.
Mama Pasti takut kalau ada yang berniat ingin melukai ku lagi.
Akhirnya Akupun Pulang ke rumah.
Seperti biasa aku selalu mencium kening Putri-putri ku dan melihat keadaan Mereka.
Ough...Aira tertidur di samping si Kembar.
Kuperhatikan Sepertinya Aira Nampak lelah Sekali.
Aku Berniat Menggendongnya Ke kamarnya, sebab walaupun tempat tidur si kembar lebar, tetapi tidak terlalu panjang seperti ukuran panjang manusia dewasa.
Akhirnya ku bawa dia Kekamarnya, walau perasaan ku tak karuan dan jantungku berpacu saat aku menyentuhnya.
Aku merasakan Aira menyandarkan kepalanya lebih rapat ke dada ku, dan aku berharap kalau Aira tidak mendengar suara Degub jantungku yang bergerak Cepat.
Aira Mengeraskan pegangannya pada Kemeja ku, aku Rasa dia sedang bermimpi takut terjatuh, jadi seakan dia sedang menahan suatu pegangan.
Aku dorong pintu kamar dengan Kaki ku dan kulihat Aira masih terlelap.
Aku Rebahkan Aira di atas Ranjangnya, dan ku tatap kembali Wajah nya lekat-lekat.
Aku singkirkan Anak rambut yang menghalangi Pipinya.
entah kenapa aku terus memandang ke Arah Bibir Aira.
Aku seperti sedang Terhipnotis saat ini dan Tanpa sadar aku telah mencium Bibirnya.
Aku merasakan Aira menyambut Ciuman ku, pikirku mungkin Aira saat ini juga sedang Bermimpi.
aku semakin Antusias Mencium bibir Aira, dan merasakan Balasan dari Ciuman Bibir Aira Membuat Aku semakin menikmati.
Argghh..! Oh..tidak Mata Aira terbuka, dan Dia tersadar, Aku segera melepas kan Ciuman ku.
Betapa Bodohnya Aku, Apa yang harus aku katakan Kepadanya.
Aku terus meminta Maaf, namun Aira Diam seribu Bahasa.
Aku terus Memohon Maaf atas perlakuan ku yang terbawa suasana.
Ough..! Tidak, mulut Aira tetap terkunci, aku hampir Prustasi.
Aku maki terus diriku sendiri.
Shittt....! Kenapa Lo gak bisa tahan diri Reno. "
Aku maki terus diriku dan kujambak rambut ku sendiri.
Aku merasa sudah mengotori Cintaku dan membuatnya menjauh dari ku.
Aku Frustasi melihat Aira hanya terdiam.
Mama datang dan ada sekilas Mimik gemas karena mendapati aku di kamar Aira, lalu mama Menyuruh ku keluar dari Situ.
Aku menuruti apa yang mama mau, dan aku tau pasti mama butuh penjelasan dari ku yang masuk akal.
Pikirku, Habislah Aku saat aku mengaku apa yang terjadi.
Dan Tepat sekali apa yang aku pikirkan dari mama.
"Reno..!, Mama tidak habis Fikir sama kamu, kenapa kalian berdua ada didalam kamar..?" nada bicara mama sedikit tinggi dan penuh penekanan.
Aku tak menjawab pertanyaan mama di otaku saat ini campur aduk, aku seperti bocah yang ketahuan mencuri Permen dari saku temannya.
"Mama tau kamu mencintai Aira, tapi bukan begitu caranya, kita keluarga Beradap Reno.. " nada bicara mama mulai mengalami penurunan.
Aku kurang paham maksud dari perkataan Mamaku, apa mama berfikir tadi aku baru saja menodai Aira..?.
"Maksud mama Apa..? " tanyaku memperjelas perkataannya.
"mama lihat kamu menggendong Aira dari kamar Si kembar dan mama melihat Aira mendekap kamu Erat, apa yang ingin kalian lakukan..? "
"Mama salah menafsir, Reno melihat Aira tertidur lalu menggendongnya agar pindah ke kamar Aira.. "
"lalu.. Apa lagi yang kalian lakukan..? "
"kenapa kamu diam..?
kamu tidak berani menjawab kan Reno..! "
"ya.. Reno mencium Aira saat dia tertidur.. "
"hanya itu..? "
"benar ma.. Reno berani Bersumpah, itu saja sudah membuat Reno merasa Bersalah.. "
aku tertunduk malu di hadapan mama, saat ku ingat kembali sikap Aira kepadaku.
"aduh... Kamu kenapa sih gak bisa tahan diri, tadinya mama mau ikut campur menyatukan Kalian, tapi sekarang Mama jadi Merasa Mundur.. "
What..! Aku pikir mama akan marah atas perlakuanku kepada Aira, walau aku hanya Menciumnya dan tak ada maksud lain.
tetapi aku sudah bersikap sebagai seorang pencuri yang mengambil keuntungan tanpa ijin pemiliknya.
Setelah mama selesai menumpahkan kekesalanya akibat kebodohan ku, mama pun segera pergi menuju kamarnya.
Aku terus berfikir Bagaimana Nanti bertemu dengan Aira .
Aku berfikir keras ,dan tanpak nya malam ini mataku sulit kupejamkan.
Ponsel ku terus berbunyi lalu ku Lihat Panggilan dari Kapten Rendra, Polisi yang sedang menyelidiki kecelakaannya Amara istri ku.
Aku merasa kurang bersemangat karena jam tidur ku hanya 1 jam saja.
Dan kapten Mengatakan ada kejanggalan dari kecelakaan yang menimpa Amara.
Semua Hasil foto yang diambil di TKP memperlihatkan Ada keanehan dari terjatuhnya Mobil Amara ke Jurang.
Segera aku menuju kantor Polisi Pagi itu juga.
Selama di dalam Mobil aku terus berfikir, apa sebenarnya Cerita di balik kecelakaan Ini.
apakah Amara Benar mengalami hilang kendali pada Mobilnya, atau ada yang sengaja menyabotase kendaraan yang dia pakai ?.
Atau kah ini ada kaitannya Akan kejadian yang menimpa ku tiga tahun lalu saat ada Orang yang ingin melukai ku.
Argghh..! masalah Apa lagi ini.
Sesaat muncul Rasa takut ku dan terlintas Wajah Si kembar, Aira dan Mama.
Aku harus serius menyelidiki Masalah ini, aku tidak Ingin Melibatkan Orang-orang yang kucintai Celaka.
Ough..! Ayolah Reno..,lo itu bukan Seorang pengecut.
Darah Papa lo yang pemberani Mengalir di Tubuh lo dan Menjadi Adrenalin yang kuat di Jiwa dan Mental lo..
Aku terus Memotivasi diriku sendiri.
*Pov Aira*
Aku turun dari lantai atas dengan menuntun Revi dan Reva yang baru saja dimandikan Baby sitternya.
Mata ku mencari sekeliling Ruangan Aku tak melihat Reno, apakah dia Masih tertidur?.
Atau dia sudah berangkat ke kantor lebih awal untuk menghindari ku seperti waktu lalu.
Oh.. Tidak.. Aku tak sadar ternyata sejak tadi Nyonya Besar sedang memperhatikan ku.
"kamu mencari Reno..? " aku tak dapat menjawab dan hanya tersenyum kecil, sepertinya Nyonya ini dapat membaca pikiran ku.
"Reno sudah berangkat, pagi sekali ke kantor polisi.. "
Binggo hatiku mengatakan tepat sekali dugaan ku, dia pasti sudah berangkat lebih awal.
Tapi.. Tunggu.. Tadi Nyonya besar mengatakan kalau Reno ke Kantor POLISI ?.
Apa yang dia lakukan di sana ?.
apakah Reno sedang Ada masalah Serius yang harus melibatkan Polisi dalam Urusannya itu.
Semoga saja bukan masalah Besar, Ntah kenapa Aku khawatir sangat khawatir.
Aku merasa Reno saat ini sedang Sedih sendiri menghadapi Masalahnya.
Ah... Apa yang aku pikirkan, semoga itu semua hanya perasaan ku saja dan bukan kenyataan.
-Bersambung_
😍Terimakasih Sobat Kesayangan yang sudah Membaca, Jangan Lupa Sertakan Dukungan & VOTE kalian yah.👌💞